Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 20


__ADS_3

Dio berlari mengejar istrinya yang hendak mencegat taksi.sejurus kemudian Dio meraih tangan Maria dan mengandeng nya menuju mobil sport merah miliknya.


"Ayo kita pulang bersama".ajak Dio yang melihat wajah Maria masih kesal dengan bibir mengerucut.


Dio membukakan pintu mobil untuk Maria dan menyuruhnya duduk di mobil.Dan dengan terpaksa Maria mengikuti kemauan suaminya.Dio masuk dan duduk di kursi kemudi menatap Maria yang fokus melihat kearah luar jendela mobil.Didalam mobil hanya ada keheningan sepanjang perjalanan.hingga sampai apartemen milik mereka.


sesampainya di apartemen Maria langsung masuk ke kamar dan menguncinya.sedangkan Dio merasa bersalah dengan tindakan yang dilakukannya.


tok...tok...."Maria tolong buka kamarmu,aku minta maaf"Dio berusaha memanggil Maria tapi tidak ada tanggapan dari dalam kamar.Dio yang merasa bersalah lalu menghamburkan dirinya di sofa ruang tengah.tanpa tersadar dirinya tertidur di sofa.


"Dini hari Maria keluar kamar untuk mengambil minum karena merasa kehausan yang sebelumnya lupa menyiapkan minum di meja samping tempat tidur nys sebelum ia tertidur.


Di depan kamar dia melihat Dio tertidur di sofa dengan posisi terduduk.tanpa menggunakan selimut.


Maria masuk kembali ke kamarnya mengambil selimut untuk dipakaikan ke tubuh Dio.


"Kamu gak salah Dio,aku yang kekanak-kanakan dengan sikapku hingga harus marah padamu"lirih Maria,sambil memakaikan selimut di tubuh kekar Dio dan mengusap wajahnya.


Deg... Maria meraba wajah suaminya dari dahi,mata,hidung, pipi bahkan bibir Dio.Dan dia merasa pernah menyentuh si empunya wajah sebelumnya.

__ADS_1


"Sepertinya aku kenal si pemilik wajah ini".gumam Maria yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Bukankah ini Dio,Dio yang kukenal ....Dio yang selama ini kucari...".Tak terasa air mata Maria menetes,dan bersyukur bahwa akhirnya dia telah dipertemukan dengan lelaki pujaan hatinya.


Sesaat Maria hendak berdiri tangan Maria sudah diraih oleh Dio.


"kau sudah bangun?"tanya Dio...


"Maafkan aku,aku tak bermaksud mempermalukanmu didepan teman temanmu.


"aku yang salah,kau tak perlu minta maaf". Maria menjawab dengan mata yang berkaca-kaca.


"tentu...kau mau bertanya apa"jawab Dio datar.


"Apakah kau Dio yang kukenal ,kau Dio yang telah menolongku saat aku masih buta?" Lirih Maria ragu....


"Kukira kau sudah tau".jawab Dio enteng.


"Mana ku tau,dulu aku buta dan saat aku sudah bisa melihat kau tak pernah munculnya ke toko bunga ku lagi". dengan suara bergetar menahan tangisnya Maria menjelaskan.

__ADS_1


"maaf aku tidak tau, kuharap kau bisa memaafkan semua kesalahanku"minta Dio dengan penuh harap.


"terimakasih , setidaknya sekarang aku sudah bertemu dengan orang yang telah berjasa kepadaku". Maria gegas menuju kamar meninggalkan Dio yang masih terdiam di ruang tengah.


Di dalam kamar Maria menangis sambil menutup wajahnya didalam selimut.Tapi tangisannya adalah tangisan bahagia karena selama ini orang yang dia tunggu dan dicari ternyata ada disampingnya.


.........


Pagi menjelang Maria tampak sangat bahagia.Dia menuju dapur untuk membuatkan kopi suaminya.


"Pagi bik".Sapa Maria yang membuat kaget buk Nah yang masih sibuk menggoreng ayam untuk sarapan tuan dan nyonya nya.


"pagi nyonya....,bibik sampe kaget nyonya gak ada suaranya tau tau nongol."ujar Bik Nah sambil memegang dadanya yang kaget kedatangan Maria tiba tiba.


"Maaf bik....peace".sambil menunjukkan dua jari nya meminta maaf kepada bik Nah.


setelah membuat kopi Maria menuju kamar Dio yang terletak di lantai dua.Maria mengetok kamar dan masuk begitu saja.Dab seperti hari kemarin Dio masih di kamar mandi.Maria berinisiatif menyiapkan baju untuk dikenakan suaminya,dan menaruhnya di ranjang.ketika suara pintu kamar mandi terbuka, Maria bergegas meninggalkan kamar tanpa diketahui Dio sang empunya kamar.


"Apakah gadis bodoh itu yang menyiapkan baju untukku".gumam Dio heran.

__ADS_1


"Seleranya bagus juga"lirih Dio.


__ADS_2