
Dengan ragu Maria berjalan beriringan ke mobil Dio.Maria meremas ujung blazer nya sembari menunduk menutupi rasa gugupnya.Ketika hendak membuka pintu mobil, ternyata Dio lebih dulu telah membukakan pintu mobil untuk Maria.
Dio berjalan memutari mobil dan masuk kedalam mobil untuk mengemudikan mobilnya sendiri.
Didalam mobil mereka hanya diam.Tidak ada yang bicara satu patah katapun.Maria sibuk memandangi jalanan ibukota yang banyak lalu lalang kendaraan.
"inikan bukan arah ke kantor".gumam Maria dalam hati.
Dio sengaja memutar arah agar mereka bisa berduaan lebih lama.
Tak sampai dua puluh menit mobil berhenti di sebuah taman kota.Dio turun dan membukakan pintu mobil untuk Maria.
__ADS_1
"Turunlah,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan".seru Dio yang mempersilahkan Maria turun dari mobilnya.
mereka menuju bangku taman yang tersedia di lokasi taman kota.Dio melepas kacamata nya dan memulai pembicaraan.
"Maaf sebelumnya jika aku menyinggung mu, sebelum kita melangkah ke dalam ikatan pernikahan,aku mau kau tahu bagaimana diriku"seru Dio memecah keheningan di antara keduanya.
sedangkan Maria masih diam tak menanggapi apapun.
Tanpa disadari air mata Maria mengalir dengan sendirinya.Memang Maria juga tidak mencintai lelaki yang ada dihadapannya.lelaki yang sekarang sudah resmi menjadi tunangannya.Tetapi mendengar perkataan Dio,hati Maria terasa hancur.Bagaimana bisa dua orang yang sudah menikah harus tidur di kamar yang berbeda.apalagi dengan terang terangan Dio mengatakan sulit jatuh cinta padanya.
Maria mengalihkan pandangannya ke arah lain.Dia tidak ingin Dio melihatnya menangis.
__ADS_1
"Baiklah lah pak jika itu permintaan bapak,saya akan turuti.tapi saya minta satu hal, jangan sampai orangtua kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kita.saya tidak ingin membuat mereka kecewa.Dan saya minta,saya juga tetap di ijinkan kerja di perusahaan bapak.Jangan sampai ada yang tau kalau kita menikah nanti.saya mohon acara pernikahan kita digelar secara sederhana saja tanpa mengundang orang orang kantor"Maria berusaha tegar menjawab perkataan Dio dan juga menyampaikan permohonan nya.
Mereka sepakat dengan permintaan masing masing.setelah menyampaikan uneg uneg nya, Dio merasa lega.Mereka gegas berangkat ke kantor bersama.Didalam mobil Maria memahami apa yang baru saja terjadi.Belum sampai lokasi Maria minta diturunkan di pinggir jalan.
"Pak saya turun di depan saja,saya takut teman teman akan bergosip jika melihat saya turun dari mobil bapak".ujar Maria yang sudah bersiap turun dari mobil.
setelah mobil berhenti Maria turun dengan segera,dia tidak ingin Dio membukakan pintu mobil untuknya.sebelum pintu tertutup Dio berkata.
"Jangan panggil saya pak, panggil saja Dio.inikan bukan di kantor".ucap Dio sambil melongokkan kepalanya ke arah Maria berdiri di samping mobil.
"baik pak"jawab Maria dengan cepat.
__ADS_1
Maria berjalan terburu buru ke arah kantor nya.Dia takut atasannya memarahi nya karena berangkat terlambat.