Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 11


__ADS_3

Hari pertunangan tiba,acara digelar secara sederhana di Kediaman keluarga Maria.Tamu undangan hanya terdiri dari keluarga dan beberapa kolega bisnis papa Bagas dan Papa Hendri.Sedangkan kedua calon mempelai tidak mengundang siapapun dengan alasan akan mengundang saat acara pernikahan mereka.


Maria dirias oleh MUA terkenal ibukota.Rambutnya di Cepol dan menyisakan beberapa helai yang dibiarkan menjuntai di samping kanan dan kiri.Maria menggunakan long dress dengan lengan sesiku berwarna peach.Sepatu hak tinggi, dengan Make up flawles ciri khas Maria.Dirinya tampak anggun dan sopan.


sedangkan Dio menggunakan setelan jas berwarna hitam dengan dasi kupu-kupu terlihat gagah dan berwibawa.Karismanya tidak pernah luntur dengan pakaiannya model apapun.


Maria menuruni tangga didampinginya mama Safira.Semua menyaksikan Maria yang begitu anggun bak princess di negeri dongeng.Tak terkecuali Dio dan Adam.mereka melihat tanpa berkedip.


"Wah calon istri tuan cantik ya..".bisik Adam ke telinga Dio yang masih terpana melihat kedatangan Maria.


"Bisa diem gak!!!seru Dio yang merasa dirinya di ejek asistennya.


"Iya saya diem tuan tapi tuan rumah mulutnya ditutup ... takutnya nanti lalernya masuk lho".Adam menimpali dengan cekikikan dan memilih menggeser tempatnya berdiri karena sudah ditatap dengan tatapan tajam oleh Tuannya.


Acara pertunangan berjalan lancar.Keduanya bertukar cincin.Dan untuk pertama kalinya mereka berpegangan tangan dan saling tatap,tanpa ada jarak diantara keduanya.


"Aduh jantung aku rasanya mau lompat ni kalo ditatap kaya gini"gumam Maria dalam hati.


Dio yang notabene sudah mengenal Maria tidak merasakan getaran apapun.Tapi ia enggan memberi tahu siapa jati dirinya yang sebenarnya.Menurutnya cepat atau lambat Maria pasti akan tau juga.Tapi tidak sekarang.


Setelah acara tukar cincin selesai, mereka disambut dengan tepuk tangan riuh dari tamu undangan.Bahkan Adam bersiul tanda dirinya bahagia jika Tuannya akan segera mendapat tambatan hati setelah kepergian Sania.Adam berharap tuannya bisa mencintai Maria sebagaimana mencintai Sania dulu.

__ADS_1


Acara berjalan lancar,dan sudah ditentukan bahwa acara pernikahan akan dilaksanakan dua Minggu setelah acara pertunangan.Terkesan mendadak,tapi siapa yang berani menentang kemauan Papa Hendri yang sudah tidak sabar melihat putra sulungnya membina rumah tangga.


Mereka berharap setelah menikah,Dio ada yang ngurus.Dan bisa menjadi manusia normal seperti sebelum kepergian Sania.Yang bisa menghargai waktu untuk keluarga, untuk dirinya juga,bukan cuma waktu untuk bekerja saja.


_


_


_


_


"Ma...Pa...Maria berangkat ya".sambil mencium punggung tangan kedua orang tua nya Maria berpamitan,tak lupa cium pipi kanan dan kiri orangtuanya.


"kamu gak sarapan dulu sayang?" Tanya mama Safira yang melihat putrinya berangkat terburu-buru.


"Enggak ma,Maria sarapan dikantor aja,Maria udah telat".Jawab Maria dan berjalan ke arah pintu.


Baru juga berjalan dua langkah terdengar suara klakson mobil di halaman rumah Maria.


Dio berniat mengajak Maria berangkat bersama ke kantor.

__ADS_1


"siapa yang dateng sayang".Seru mama Safira yang masih sibuk di meja makan.


"enggak tau ma".jawab Maria.


Bik Surti membuka pintu dan dilihatnya Dio yang berkunjung kerumah.


"Silahkan masuk tuan".Seru buk Surti sopan dengan menundukkan kepalanya.


"Maria yang sudah berada dibelakang pintu akhirnya bersitatap dengan Dio yang hendak masuk ke rumah Maria.


"Ngapain sih dia pagi pagi kesini".Gumam Maria dalam hati.


"Oh calon mantu... sini duduk dulu sarapan bareng".minta Mama Safira kepada Dio.


"Nggak usah Tante makasih,saya kesini mau jemput Maria.ada yang mau saya omongin berdua".


"kok Tante sih ....Mama... oke.. panggilnya mama , sekarang kan kamu udah resmi jadi calon mantu Mama.


"baiklah Tan.... Mama maksud saya."jawab Dio yang masih kikuk menyebut Mama kepada calon mertuanya.


mereka berpamitan berangkat bersama menggunakan mobil sport milik Dio tanpa didampingi asisten setianya.Dio sengaja ingin berbicara empat mata tanpa diganggu siapapun.

__ADS_1


__ADS_2