Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 8


__ADS_3

Setelah kepergian Sania... Dio menjadi orang yang gila kerja.Bahkan hari liburpun Dio memilih untuk bekerja.Kunjungan ke luar kota atau keluar negeri yang biasanya bisa diwakilkan asistennya ,tapi Dio memilih untuk berangkat sendiri.Dio banyak menyibukkan diri dengan pekerjaan.Tak jarang Dio sampai lupa makan dan jarang tidur.Badannya terlihat kurang terurus.Bulu bulu halus di wajahnya dibiarkan tumbuh lebat tanpa berpikir untuk mencukur nya.


Orang tua Dio menjadi khawatir dengan keadaan putra sulungnya.Di usia yang sekarang teman sebaya nya sudah memiliki istri bahkan anak.Bahkan adik nya pun sudah berkeluarga dan memiliki putra.


Hari berganti bulan Dio seperti nya belum bisa move on.Tepat satu tahun kepergian Sania,orang tua Dio berniat menjodohkan Dio dengan putra rekan bisnisnya.Mereka berharap Dio bisa melupakan Sania dan memulai hidup baru.


"Dio ... Sabtu sore sempatkan waktumu sebentar ya nak... kita ada undangan makan malam dengan rekan bisnis papamu...".ujar mama Safira melalui sambungan telepon ke apartemen putranya.Karena Dio memilih hidup mandiri terpisah dengan orangtuanya.


"Aku gak janji ya Ma,tapi aku usahain bisa dateng,udah dulu ya ma ...aku sibuk".sambil meletakkan gagang telepon Dio menyudahi panggilan mamanya.

__ADS_1


Sabtu sore akhirnya Dio berkunjung kerumah orangtuanya.Rumah paling besar dan paling megah paling menonjol dari rumah sekitar.Dengan gerbang tinggi menjulang berwarna putih menjadi kesan yang mewah dan elegan.


Tin...tin... pintu gerbang pun dibuka oleh penjaga rumah.Dio memasuki rumah orangtuanya, penjaga rumah menunduk tanda menghormati anak pemilik rumah.Dan dibalas senyuman oleh Dio.Dio datang didampingi asisten pribadi nya.Adam turun untuk membuka pintu mobil bagian belakang.Dio turun dengan elegan, memakai setelan jas berwarna abu tua dengan dalaman kemeja putih serta berkaca mata hitam menambah daya tarik ketampanan nya.


Asisten rumah tangga berbaris dan menunduk saat kedatangan Dio di kediaman orangtuanya.Ya dirumah orangtuanya ada pegawai sedikitnya lima belas orang yang terdiri dari dua satpam,dua tukang kebun,dua supir pribadi dan sembilan asisten rumah tangga yang bertugas mengurus keperluan seluruh anggota keluarga.


Dio disambut orangtuanya serta adik dan iparnya.mereka sudah berkumpul di ruang keluarga dan bersiap untuk menuju restoran mewah tempat undangan makan malam teman bisnis papanya.


Dio lalu menggendong dan mengajak sang keponakan untuk duduk dipangkuan nya,yang sebelumnya Dio sudah menyapa orangtuanya dengan mencium punggung tangan kedua nya.

__ADS_1


"Tuh pa... liat anak kita..udah pantes kan punya anak".Ujar mama Safira yang menyenggol lengan suaminya.


"Iya ma...udah pantes banget...!.sambung Naura adik perempuan Dio yang sebenarnya tinggal di Singapura.Tapi kebetulan pas berkunjung ke Indonesia untuk menikmati hari libur panjang suaminya.


"Apaan sih dek....".sambil mengusap usap rambut adiknya Dio berusaha menyangkal.


"ih ...kakak apaan sih rambut aku jadi berantakan kan".Naura merapikan rambutnya dan memajukan bibir bawahnya tanda sebel dengan kakaknya.


"Kalian itu kalo ketemu udah kaya tom and Jerry aja sih".pekik papa Hendra melihat kedua putra putrinya yang selalu berdebat bila bertemu.

__ADS_1


"Udah siap semua kan ayo kita berangkat takutnya nanti telat kita ke restoran".ajak mama Safira ke seluruh anggota keluarga nya.


Mereka pun berangkat dengan tiga mobil berbeda.mobil pertama di isi Papa Hendra dan mama Safira.mobil kedua berisi Naura dan suaminya.mobil terakhir diisi Dio dan keponakannya yang berusia tiga tahun.


__ADS_2