Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 3


__ADS_3

Dio sampai di Rumah sakit Internasional setelah menempuh perjalanan satu jam.Langsung menuju lif untuk naik ke lantai empat.Ting suara pintu terbuka, Dio berjalan menuju kamar 234.Disana terbaring lemah seorang gadis cantik dengan infus ditangan dan bantuan oksigen.Sania gadis cantik kekasih Dio,sudah tiga bulan koma akibat terjatuh dari ketinggian saat lomba paralayang.Sania memang menggemari olahraga paralayang,namun naas saat Sania terakhir kalinya terbang,tiba tiba ada angin besar yang menerjang nya hingga terbawa angin dan terjatuh di jurang.


"Sayang aku dateng,aku bawa bunga kesukaanmu."seru Dio yang meletakkan bunga di nakas samping ranjang Sania.


Dio dengan sabar menunggu kekasihnya siuman.Entah berapa lama lagi Sania akan siuman, karena dokter sudah pasrah dan keluarga disuruh ikhlas atas keadaan Sania yang kapanpun bisa pergi selama lamanya.Hanya keajaiban yang dapat menyadarkan Sania dari koma yang dialaminya.Dengan lembut Dio mencium kening Sania, merapikan rambut yang terurai serta menggenggam tangannya.Setiap pagi sebelum ke kantor Dio rajin berkunjung untuk sekedar bercerita kepada Sania.Karena hanya itulah yang bisa Dio lakukan saat ini.


Tak terasa waktu sudah menjelang siang.Dio pamit pergi ke kantor.


"Sayang aku kerja dulu ya,besok aku kesini lagi".Seraya mencium kening dan bibir mungil Sania.Tak terasa air bening mengalir di ekor mata Sania,tapi tak disadari Dio yang sudah berlalu membuka pintu kamar rawat Sania.


_


_

__ADS_1


_


_


Toko bunga.....


Maria duduk di meja kasir toko bunga miliknya,hari ini Maria tampak berbeda.Dia senyam-senyum dari tadi sepeninggal Dio di tokonya.


"ehem,suara Tia membunyarkan lamunan Maria".


"Kamu jatuh cinta kan sama Dio,ngaku deh."seru Tia menyudutkan Maria.aku tau Dio itu gantengnya kebangeten ,udah tinggi, badannya gede,kalo diliat liat kayanya tajir juga.Tia asyik dengan argumen nya sendiri.


klotak...suara pulpen dilempar Maria ke arah Tia tapi malah terkena pot yang ada disebelahnya.

__ADS_1


"Apaan sih ya... aku aja baru ketemu sekali,itupun karena tragedi.Masa iya langsung jatuh cinta".Maria memonyongkan bibirnya seolah yang dikatakan Tia salah.


"Masa....?Tia seolah meledek Maria dengan ucapannya.


"Kan bisa aja cinta pada pandangan pertama".Ujar Tia yang masih kekeh menggoda Maria.


"Kamu kan tau aku buta ya, gimana ceritanya cinta pada pandangan pertama".Maria makin kesel sama Tia yang terus memojokkan perkataan nya.


"Ups sorry.... bukan maksud aku menghina kamu Maria,suwer".sambil menunjukkan dua jarinya ke arah Maria,Tia merasa tidak enak hati jika menyinggung perasaan Maria.


"Enggak papa Tia,,aku B aja kok.kamu gak usah lebay deh.Lagipula aku buta sementara, semoga entah kapan akan ada donor mata yang cocok buat aku.Biar aku bisa liat lagi dan bisa kuliah lagi."Seru Maria menyemangati dirinya sendiri.


"Iya iya sayang aku doakan kamu segera dapet donor mata,biar kita bisa pergi liburan bareng.aku udah gak sabar pengen pergi ke Bali sama kamu".Tia melingkar kan tangannya ke lengan Maria dan kepalanya bersandar di bahu Maria.

__ADS_1


"Sayang sayang lebay deh".Ujar Maria sambil mencoba melepas kan tangan Tia yang melingkar di lengannya.


"Emang kamu sayang nya aku,,aku tuh udah anggep kamu kaya adek aku sendiri,ngegemesin". Tia memencet hidung Tia yang mancung dan langsung berlari kecil meninggal kan Maria.


__ADS_2