Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 6


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu Maria tiba.Dia sudah di ijinkan pulang.Sementara Maria bersiap siap untuk kepulangan nya.Ayah Maria menyelesaikan administrasi Rumah sakit.Dan Bu Safira sudah menelfon asisten rumah tangga nya untuk menyiapkan kamar Maria.


Semua urusan Rumah sakit sudah selesai.Maria pulang dengan perasaan bahagia.Maria naik mobil yang dikemudikan Supri,supir dan termasuk orang kepercayaan keluarga Maria.Di dalam mobil Maria bersama mama dan papanya.Maria menatap keluar arah jendela mobil.Melihat gedung gedung tinggi, pohon pohon.Maria menarik nafas dan menghembuskan merasa semua seperti mimpi.Setelah beberapa bulan Maria menjadi gadis tuna netra Maria banyak belajar untuk menghargai penglihatan nya.


Mobil memasuki halaman rumah Maria.Maria masuk bersama mama papanya.Tanpa disadari ternyata orang orang rumah membuat pesta kejutan untuk nona muda mereka.Setelah pintu dibuka nampak dua asisten rumah tangga,tukang kebun dan penjaga rumah serta Tia dan Santi teman dan karyawan toko bunga miliknya meniup terompet dan membawa cake coklat kesukaan Maria.


Preeeettt.... Preeeettt.....kejutan......


seru seisi rumah Maria.

__ADS_1


Maria terharu dikelilingi orang orang yang menyayangi nya.mereka berpelukan.Memberi ucapan selamat kepada Maria karena sudah melewati masa masa tersulit dalam hidupnya.


Malam itu menjadi malam terindah yang pernah Maria rasakan, dikelilingi orang terkasih dan mendapatkan kejutan yang bahkan tidak dia duga sebelumnya.


Pagi menjelang,Maria sudah bersiap untuk sarapan bersama mama papanya.Bi Surti telah memasak aneka makanan kesukaan Maria.semur jengkol,oseng Peda,sayur daun singkong,serta ayam goreng krispi.Ya selera Maria bisa dikatakan selera kampung.Jika dipikir kakeknya adalah warga Jerman aneh rasanya jika Maria malah penyuka masakan kampung.Tapi memang itulah Maria.Dalam keheningan di meja makan yang hanya ada suara sendok dan garpu beradu dengan piring,Maria mulai dengan membuka perbincangan.


"Ma...Pa... hari ini Maria mau ke toko bunga ya."Pinta Maria kepada kedua orangtuanya.


"Ma... aku tu bosen, udah seminggu lebih gak ke toko,aku kangen sama Tia, kangen sama bunga bunga aku, kangen sama pelanggan aku juga,ya ma please...".Maria merapatkan kedua telapak tangan nya tanda meminta agar diijinkan ke toko.

__ADS_1


"yaudah iya boleh,tapi janji cuma sebentar !mama gak mau kamu kecapekan".ujar Bu Safira dengan tegas dengan menunjukkan satu jari telunjuk ke arah wajah Maria.


Cup... kecupan singkat dipipi Bu Tari di daratkan Maria."Terimakasih mamaku yang paling cantik".


Maria naik ke lantai dua untuk mengganti pakaian.Dia memakai dress selutut berwarna peach dipadukan dengan flatshoes.Dan memakai tas kecil warna senada.Rambutnya dibiarkan terurai.Tak lupa Maria memoles dengan sedikit bedak tipis dan lipstik berwarna nude.Wajahnya terlihat fresh dan cantik.


Maria menghampiri kedua orang tuanya di ruang keluarga."Ma..pa.. Maria pamit sekarang ya". Dengan mencium punggung tangan kedua orang tua nya.


"Iya sayang ati ati...".seru Bu Safira dengan sedikit berteriak karena Maria sudah berlalu dengan berlari kecil keluar rumah.

__ADS_1


Maria berjalan kaki ke toko bunga.Karena memang sudah terbiasa dan jaraknya juga tidak terlalu jauh.Dengan senyum lebar Maria yang ramah kepada tetangga dan orang yang ditemuinya di perjalanan.Maria sudah tidak sabar bertemu dengan Tia untuk sekedar bercerita dan tujuan utamanya untuk bertemu Dio,Lelaki yang belum pernah dilihat wajahnya selama mereka berteman.


__ADS_2