Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 24


__ADS_3

"Jam berapa ini...kita telat".


Maria mulai melepaskan pelukan suaminya.


"kenapa kamu khawatir, perusahaan itu kan milik aku, terserah mau berangkat jam berapa aja...bahkan sekalian gak berangkat juga gak papa".


Dio enggan melepaskan pelukan istrinya,dan malah memposisikan Maria duduk di atas meja,dan membuat Maria bingung.


wajah Dio mendekat ke wajah Maria,dan bibir mereka hampir bersentuhan...Maria mulai memejamkan mata... seketika bunyi tombol pintu terdengar ...dan membuat keduanya salah tingkah.Maria buru buru turun dari meja . ternyata bik Nah yang dateng, karena tadi pagi Maria menyuruhnya membuang sampah di bawah.


Maria dan Dio duduk di meja makan dan bersiap untuk sarapan.


"Tumben Tuan dan nyonya belum berangkat jam segini". tanya bik Nah sopan.


"Iya bik kita ada perlu jadi sengaja telat berangkat nya".


Dio dan Maria selesai menghabiskan makanannya,dan keduanya bersiap mengambil barang yang ada di kamar masing masing,tapi Dio meraih tangan Maria dan mengajak nya menuju lantai dua kamar pribadinya.Dengan sigap Dio menarik lengan Maria dan membawa nya masuk kedalam kamar.Maria bingung dan pasrah.


"Kamu mau ngapain?" tanya Maria bingung dan mengikuti langkah kaki suaminya.


"Mau ngelakuin yang seharusnya sudah terjadi tadi !".jawab Dio dengan tatapan menggoda.


Keduanya masuk kedalam kamar dan Dio mulai mengunci kamar pribadinya.


Dio sudah tidak sabar dan dengan penuh gairah mulai mendekat kan bibirnya ke bibirku Maria.Maria memejamkan matanya,dan seketika bibir mereka bertemu.


Dengan lembut Dio mengecup bibir seksi Maria, tanpa perlawanan Maria menerima kecupan suaminya,Dio mulai mengecup bibir bawah setelah puas dia berpindah ke bibir atas Maria, Maria juga melakukan hal yang sama terhadap suaminya.kecupan lembut itu semakin panas... dan menuntut lidah Dio men*****,melu**** habis hingga Maria kehabisan oksigen.Dio melepaskan ciumannya dan membiarkan Maria mengambil nafas dan memulai kembali ciuman panas mereka.Tangan Dio mulai bergerilya didalam pakaian Maria, diraba punggung Maria dan berpindah ke area depan tubuhnya,baru mulai memegang gundukan kembar milik Maria.seketika Maria tersadar dan melepaskan ciumannya.


"Kita harus kerja!!!!seru Maria kesal.

__ADS_1


"Kita gak usah masuk.... kepalang tanggung"jawab Dio enteng.


"Kamu enak gak berangkat juga gak ada yang ngomelin,lah aku.....".Maria mulai kesal dengan suaminya.


"iya ..iya.. kita kerja sayang".


Dio mencubit pipi Maria yang berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.Maria hendak keluar dari kamar Dio tapi di depan pintu lengan Maria ditarik Dio.


"Dio...... please lepasin aku".


"aku mau kerja...."


"oke aku lepasin,tapi janji mulai malam ini kamu tidurnya pindah ke kamarku....gak ada tapi tapian.... oke"


Maria hanya tersenyum tanpa menjawab....dan buru buru ganti pakaian untuk kerja dan sedikit memakai make up.


Adam melihat keduanya bergandengan tangan sempat sedikit terkejut.


"ehem.. ehem...".


Adam berdehem,dan sontak membuat Maria dan Dio salah tingkah, Maria mencoba melepas genggaman tangan Dio, sedangkan Dio tak rela melepas tangan Maria dan menggenggam nya semakin erat dan seraya masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan Adam.


Didalam mobil Dio selalu memandang wajah cantik istrinya...dan tangan Maria enggan dilepas nya.Dio meraih tangan Maria dan menciumi punggung tangan Maria.Sontak Maria menjadi malu.Karena didalam mobil ada makhluk lain yang melihat tingkah mereka.


"Dio lepasin,aku malu".seru Maria meronta mencoba melepas genggaman tangan Dio.


"Gak usah malu sayang...kita pasangan sah,apa yang perlu dibuat malu".ujar Dio yang malah mendekat kan tubuhnya didampingi Maria dan meraih kepala Maria disandarkan di bahu kekarnya.


Adam terus melirik kelakuan bucin atasannya dari kaca mobil depan.

__ADS_1


"dasar bucin...".lirih Adam yang ternyata didengar Dio.


"Apa yang kau katakan!". bentak Dio.


"Maaf tuan".


_


_


_


_


Adam melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Aku turun depan aja,aku gak mau orang orang lihat kita satu mobil".ucap Maria yang bersiap turun.


"baiklah sayang..tapi nanti kita pulang bareng, tunggu aku disini juga".


cup... kecupan sayang didahi Maria membuat Maria tersipu malu.


Maria tak lupa mencium punggung tangan suaminya.


"Assalamualaikum".


"Wa'alaikumsalam".


............,.......

__ADS_1


__ADS_2