
Maria dan Dio salah tingkah, mereka cepat cepat bangun dari posisinya.Karena saking malunya Maria dengan cepat masuk ke kamar.Dio melihat dengan sedikit terkikik kelakuan Maria.
"Udah belum tuan mesra mesranya.... saya capek bawa barang sebanyak ini".
Adam masih dalam keadaan membalikkan badan ke arah luar.Dia merasa canggung dengan polusi mata yang baru dilihatnya.
"Udah masuk...mesra apanya?...jawab Dio sewot.
"Ya mesra sama istri lah tuan"
Adam meletakkan barang belanjaan dan masih dalam keadaan berdiri untuk menerima perintah atasannya.
"Ada yang bisa dibantu lagi tuan?".
"Tidak ada...kau pulanglah".
"Baik tuan saya tidak akan menggangu waktu romantis Anda dan nyonya, saya permisi"...
Dengan langkah cepat Adam menuju pintu... tiba tiba Dio berteriak....
"Adaaammmmm.........."
seketika Adam membuka pintu dan berlari meninggalkan Dio yang sedang kesal dengan dirinya.
"Awas kau Adam....dasar lelaki jomblo akut, dipikirannya ngeres Mulu".gerutu Dio yang perlahan menuju kamar pribadinya.
sesampainya dikamar Dio melepaskan jas dan dasinya.Dilepaskan satu persatu kancing bajunya dan menuju kamar mandi.
"Sial kenapa junior ku harus bangun saat kita terjatuh tadi,aku harus cepat menidurkan nya dengan air dingin,bisa bisa aku tersiksa kalo gini terus".
Dengan guyuran shower diharap akan menjernihkan pikirannya,dan dapat menidurkan "dedek junior" miliknya.
"Kenapa aku merasa nyaman berada di bawahnya,dan tatapan matanya membuatku mengingat akan tatapan Sania"
"Aaaaaaaaa....".
Dengan kasar Dio mengusap wajahnya.Dio mulai memikirkan Maria...dari awal jumpa saat keadaan Maria masih buta, hingga sekarang Maria menjadi istrinya.
"sikapnya selalu baik, bahkan sebelum dia bisa melihatku dan sebelum tau siapa keluargaku".
__ADS_1
"Apa aku mulai mencintai nya"....
"Sial....sial....sial...."
Dio memukul mukul dinding kamar mandi dan memaki dirinya sendiri.
beberapa menit berlalu Dio selesai mandi dan berganti pakaian.Dia menuruni tangga dan melihat Maria tertidur di sofa ruang tengah.dengan lekat Dio memandang wajah cantik Maria.
"Kenapa kamu tidur masih cantik".lirih Dio yang mulai terpana kecantikan wanita didepannya.Dio menuju kamarnya dan mengambil selimut untuk dipakaikan ketubuh Maria.
"sepertinya aku mulai mencintaimu .... '
"aku akan berusaha menerima dirimu''
"kuharap kau bisa menerima ku juga".
Dio mengutarakan isi hatinya, walaupun wanita yang di ajak bicara tidak merespon nya karena tertidur, setidaknya dia lega dengan perasaan nya.
"Mulai besok aku akan merubah sikapku terhadapmu, aku akan berlaku layaknya suami terhadap istri,bukan selayaknya sesama manusia saja." Dio mengecup kening istrinya untuk kedua kalinya...yang pertama ia lakukan setelah prosesi ijab kabul,dan setelah nya baru kali ini dia lakukan.
Dengan langkah tegas Dio menuruni tangga dan melihat Maria masih sibuk di dapur, dilihatnya Maria masih memotong motong bahan sayuran.
"Sayang kamu masak apa?". tanya Dio mesra dan membuat kaget Maria.
"Aduh.... sakit".
Jari Maria teriris pisau dan dengan sigap Dio berlari dan meraih jari telunjuk yang mengeluarkan darah,dan dengan cepat Dio menghisap darah di jari Maria di mulutnya.
Maria bingung dengan kelakuan suaminya.
"kenapa kamu gak ati ati".seru Dio khawatir.
"kamu ngagetin aku, panggil panggil sayang...buat aku gak fokus,demen banget sih buat orang GR". gerutu Maria mulai sebel dengan suaminya.
"Udah aku mau ke kamar dulu ambil plaster".Maria hendak meninggalkan Dio tapi belum sempat berbalik pinggang nya diraih Dio kedalam pelukannya.
__ADS_1
"lepasin..."Maria mulai meronta... begitupun Dio malah semakin erat dengan pelukan nya.
"kamu mau ngapain?lepasin aku".
"Mau peluk kamu mau cium kamu juga". Dengan PD Dio menjawab pertanyaan Maria yang mulai kesal dengan dirinya.
"Kamu jangan macem macem ya... lepasin"
"gak macem macem,kamu kan istri sah aku,jadi gak papa dong aku peluk peluk kamu".
Maria menatap mata suaminya, melihat lebih dalam sebenarnya apa yang sedang dilakukan suaminya saat ini.
"Dengerin aku dulu".Dio mulai mendudukkan Maria di kursi makan dan Dio dengan posisi setengah berjongkok dihadapan Maria.
"I love you"... seru Dio serius dengan kata-kata nya yang membuat Maria jadi salah tingkah dan termenung untuk beberapa saat.
"aku mencintaimu".Di ulangi lagi kata kata Dio terhadap Maria.
Dan seketika air mata marai mengalir deras pipi Maria.dan dengan sigap Dio mengusap air mata Maria yang tak kunjung berhenti.
"Kamu kenapa nangis?". tanya Dio ....
"Aku...aku gak salah denger kan?aku gak sedang mimpi".jawab Maria dengan suara bergetar dalam keadaan menangis.
"Awww ....sakit".
Dio memencet hidung mancung Maria,agar tersadar bahwa sekarang dirinya tidak sedang bermimpi.
ini nyata Maria, bukan mimpi.seru Dio menjelaskan.
"Makasih kamu udah mau mencintai aku". dengan suara serak di tengah tangisannya,Maria mengucapkan kata-kata yang ingin di ucapkan selama ini.
Dio memeluk istrinya dengan erat,dan pelukan nya juga dibalas Maria.
"Apakah kamu juga mencintai ku "Dio berharap Maria juga mempunyai perasaan yang sama terhadap nya.
"Jangan tanya....aku sudah lama mencintaimu bahkan sebelum kita dijodohkan".ujar Maria yang mengeratkan pelukannya terhadap suaminya.
"Syukurlah..."
__ADS_1
cup...cup...kecupan hangat di dahi Maria yang membuat keduanya dihampiri perasaan bahagia ......