Gadis Penjual Bunga

Gadis Penjual Bunga
bab 4


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


_


_


_


_


Setiap hari selama sebulan Dio mampir ke toko bunga milik Maria.Dan selama itu pula kedekatan mereka mulai terjalin.Dio merasa senang bisa berteman dengan Maria.Tapi beda dengan Maria yang didalam hatinya sudah tertanam perasaan cinta terhadap Dio.


Seperti biasa Dio membeli seikat bunga untuk dibawa ke Rumah sakit tempat kekasih nya dirawat.Maria dengan telaten melayani permintaan Dio.Karena dipikirannya Dio membeli bunga untuk temannya.Buktinya Dio selalu membeli bunga Krisan,yang menurut Maria bunga Krisan adalah bunga lambang persahabatan.


Maria tidak berfikir jikalau Dio sudah memiliki kekasih.Yang difikirkan nya Dio adalah lelaki yang baik dan mungkin juga suka padanya karena setiap hari mampir ke tokonya bukan hanya membeli seikat bunga.Tapi juga menemani Maria ngobrol di pagi hari sambil minum teh.Dengan bercerita ringan yang membuat perasaan Maria semakin dalam kepada Dio.


Rumah sakit Internasional....


_


_

__ADS_1


_


_


seperti biasa Dio langsung menemui kekasihnya yang masih terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit.


Tapi pagi itu berbeda ,kamar Sania sudah dipenuhi dokter dan perawat.Serta keluarga Sania sudah berkumpul di depan kamar Sania.Perasaan campur aduk sudah berkecamuk di dada Dio.Dengan langkah yang panjang sedikit berlari Dio menghampiri ayah dan ibu Sania.Tak lupa Dio mencium punggung tangan kedua orang tua Sania.


"Ada apa ini Tante om?."Dio mencoba bertanya kepada kedua orang tua Sania,tapi bukannya dijawab malah ibu Sania memeluk Dio dan menangis sesenggukan.sedangkan Ayah Sania menepuk bahu Dio tanpa berkata sepatah kata pun.


Dio mencoba memahami keadaan.Dio melihat dari kaca kecil di pintu kamar Sania.


bug bug bug... suara pukulan terdengar ditembok.Tak terasa darah segar mengalir di jari jari Dio.


Aaarrrrrgggg....Dio berteriak melampiaskan kekesalannya.


Ceklek..suara pintu kamar Sania dibuka.Dokter dan perawat keluar kamar memberi informasi bahwa nyawa Sania tidak dapat tertolong.


Seketika ayah dan ibu Sania langsung masuk dan memeluk putri kesayangannya.Ibunya menangis bahkan ayah Sania pun menangis.Tidak terima dengan keadaan yang dihadapi nya.


Dio terduduk lemas di lantai luar kamar rawat Sania.mengacak ngacak rambutnya dan menagis.Dio tidak peduli dengan orang orang yang memperhatikan kelakuan nya.Orang orang merasa tak percaya seorang lelaki berbadan besar berotot dan tinggi bisa menangis dan berteriak heboh di Rumah sakit.

__ADS_1


Setelah berasa agak tenang Dio masuk keruang rawat Sania yang sudah tidak bernyawa.Dio langsung memeluknya dan manangis.


"Sayang kenapa kamu tinggalin aku,aku sayang kamu,aku cinta kamu".hiks hiks ....


Dio terus menangis dan terus berucap kepada Sania yang sudah pergi menghadap Tuhan.


Ayah Sania menepuk bahu Dio seraya berkata "Sabar nak, ikhlas kan Sania.mungkin ini jalan terbaik buat Sania,biar dia tidak merasakan sakit lagi."


Dokter mendekat dan berkata ..


"Maaf saya bisa bicara dengan salah satu keluarga Sania".


"Iya dok silahkan mau bicara apa".Seru ayah Sania kepada dokter.


"Maaf sebelumnya, pasien sebelum nya pernah ke Rumah sakit ini jauh sebelum kecelakaan ini terjadi.Dan pasien pernah menandatangani surat yang menyatakan bahwa bila sewaktu-waktu nyawanya tidak tertolong dia mau mendonorkan organ nya kepada pasien yang membutuhkan.Seru dokter sambil menyerahkan isi surat yang sudah ditandatangani Sania serta dibubuhi stempel Rumah sakit dan materai.


Deg.. seketika ayah dan ibu Sania tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya.Tapi dengan tegas Ayah Sania mempersilahkan dokter untuk menjalani operasi pengangkatan organ tubuh Sania.


"Kalau itu sudah kehendak Sania kami ikhlas dok".seru ayah Sania sambil memandang wajah putri cantiknya.


"Hatimu seperti malaikat nak,,dari masih hidup kau selalu membantu orang yang membutuhkan, bahkan sampai kamu meninggal pun kamu masih ingat sesama".seru ibu Sania sambil mengecup kening putri kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2