
kring ..kring... suara telfon rumah Maria terdengar.
"Hallo selamat siang... dengan siapa saya bicara".Bu Safira ibu Maria mengangkat telfon yang berdering.
"Selamat siang saya dari Rumah sakit Internasional memberitahukan bahwa donor mata buat saudara Maria Titania sudah ada,mohon segera ke Rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.Terima kasih".
"Te... Terima kasih hiks hiks Terimakasih sus.saya segera bawa putri saya ke Rumah sakit.Ibu Safira meletakkan gagang telfon yang digenggam nya dan tak lupa mengucapkan kata syukur.
Bu Safira juga menghubungi suaminya yang masih bertugas di kantor, memberi kabar bahagia yang selama ini dinantikan keluarganya.
"Supri...Supri.... panggil Bu Safira kepada supir pribadi keluarga nya.
"iya nyonya".sambil berjalan terburu Supri menghampiri ibu Safira.
"Tolong antarkan saya menjemput Maria."dengan wajah berbinar Bu Safira melangkah ke halaman rumah untuk naik ke mobil.
sebenarnya jarak rumah dan toko tidak terlalu jauh ,hanya sekitar tiga kilometer.Tapi karena Bu Safira ingin langsung membawa Maria ke Rumah sakit,jadi beliau meminta Supri untuk mengantarnya.
Didalam mobil Bu Safira tak henti hentinya mengucapkan rasa Syukur kepada Tuhan.beliau juga merasa berterima kasih kepada keluarga yang sudah mau mendonorkan kornea mata kepada putrinya.
__ADS_1
"Supri... akhirnya anak saya akan segera di operasi,dia sudah mendapatkan donor mata Supri...".seru Bu Safira kepada supir nya yang fokus menyetir.
"Alhamdulillah nyonya,saya ikutan seneng.akhirnya non Maria bakal bisa melihat lagi".Ujar supirnya yang ikut merasa senang karena nona muda nya akan segera mendapat donor mata.
_
_
_
_
mobil berhenti tepat di depan toko bunga milik Bu Safira yang sekarang dikelola putri kesayangannya.Dengan langkah cepat bu Tari keluar dari mobil dan menghampiri putrinya.
"Maria sayang....".Bu Safira memeluk putrinya dan menciumi pipi kanan dan kiri."sayang mama punya kabar baik.mama tadi dapat telfon dari Rumah sakit,donor mata buat kamu udah ada."masih dalam keadaan memeluk putrinya,Bu Safira terus menghujani wajah Maria dengan kecupan .
"Ap..apa ma?ma..mama gak Bo..hong kan?Maria bertanya seakan tidak percaya dengan berita yang baru didengar nya,dia bahkan tergagap tidak bisa mengucapkan dengan lancar kata kata nya.
"Iya sayang mama gak bohong, sekarang kamu siap siap ya,kita langsung ke Rumah sakit.nanti papamu akan menyusul dari kantor.Tadi mama sudah mengabari papamu nak".seru Bu Safira seraya menggandeng putrinya untuk bersiap ke Rumah sakit.
__ADS_1
_
_
_
_
Satu minggu kemudian....
Maria masih dirawat di Rumah sakit untuk pemulihan setelah operasi.Alhamdulillah operasi berjalan lancar.Kini Maria dapat melihat kembali.
"Ma kapan aku boleh pulang,aku udah sehat,mata aku juga udah bisa melihat.Aku bosen di Rumah sakit terus".Maria merajuk kepada mamanya agar segera pulang.
"Sabar sayang nanti sore pemeriksaan kamu yang terakhir.Kalau hasilnya bagus,nanti malam udah di ijin pulang kata dokter".Mama Safira memberi pengertian kepada Maria supaya bersabar.
Dokter pun datang tepat jam empat sore.Dokter memeriksa keadaan mata Maria dan dokter mengatakan bahwa keadaan Maria bagus dan di ijinkan pulang saat itu juga.Maria sangat senang dan tidak sabar untuk bertemu Tia dan teman teman lainnya.Maria juga berharap bisa bertemu Dio dan melihat wajahnya.
Dio Alexander 34th,CEO tampan dan baik hati
__ADS_1