
Alice masih melihat kedua orang tua yang berdiri depan rumahnya dengan heran, dua orang tua yang mencari cucu mereka.
Kenapa kedua orang tua itu mencari cucunya dirumahnya, Alice berpikir sejenak, jangan-jangan kedua orang tua itu adalah kerabat kakak iparnya dan datang kesana untuk mengambil Marry darinya.
Jika sampai itu terjadi maka tidak akan dia biarkan, sekalipun orang tua akan dia lawan.
"Kakek, nenek, sepertinya kalian salah alamat." kata Alice tidak enak hati.
"Tidak mungkin kami salah alamat,ini rumah Alice Walker bukan?"Michael Smith bertanya lagi.
"Benar, tapi siapa cucu kakek?" Alice tambah heran.
"Jadi kau Alice Walker?" Xiau Yu menghampiri Alice dan memegangi tangannya.
"Benar." Alice semakin dibuat bingung.
Jangan bilang kedua orang tua itu adalah kakek dan neneknya karena seingatnya kakek dan neneknya sudah mati.
"Ya ampun sayang, kau sangat cocok dengan cucuku tapi apa kau mau membiarkan orang tua seperti kami berdiri seharian diluar sini?" tanya Xiau Yu padanya.
"Oh maaf, ayo kakek dan nenek masuklah."
Alice mempersilahkan kedua orang tua yang entah siapa masuk kedalam rumahnya, dia hanya iba dengan kedua orang tua itu. Mungkin mereka hanya orang tua pikun yang kabur dari panti jompo untuk menemui cucunya dan tersesat.
Tapi kenapa bisa tahu namanya? Alice menggeleng, nama banyak yang sama dan dia yakin kedua orang tua itu hanya tersesat saja.
Alice mempersilahkan kedua orang tua itu untuk duduk, begitu juga dengan Alice, dia duduk dihadapan kedua orang tua yang sedang tersenyum kearahnya.
"Kakek, nenek, apa kalian kabur dari panti jompo?" tanyanya.
"Tidak, kami datang untuk menemui cucu kami." jelas Xiau Yu.
"Nenek, dirumah ini hanya ada aku dan keponakanku, tidak ada cucu nenek disini."
"Benarkah? Aku dengar cucuku tinggal disini sekarang."
"Nenek dengar dari mana?" Alice benar-benar penasaran dan iba pada kedua orang tua itu.
Siapa yang telah tega menipu kedua orang tua yang tidak berdaya dan mengatakan jika cucunya tinggal dirumahnya?
"Dari cucu kami yang lainnya."
Alice sangat kaget mendengarnya dan mengumpat dalam hati:
"Dasar cucu kurang ajar, menipu kakek dan neneknya." umpatnya.
"Baiklah, aku akan membantu nenek dan kakek untuk mencari cucu kalian tapi bisakah kakek dan nenek memberi tahu aku siapa nama cucu kakek dan nenek?"
Michael Smith dan istrinya saling pandang, jadi gadis itu belum tahu siapa yang mereka maksud. Apa cucunya tidak pernah menceritakan jika dia masih punya kakek dan nenek?
"Tidak perlu sayang, nanti cucu kami juga akan datang." jawab Xiau yu.
"Nenek katakanlah mungkin aku bisa membantu."
"Aku tidak ingin merepotkan calon istri cucuku jadi tunggulah cucuku datang."
Alice memandangi kedua orang tua itu secara bergantian, memangnya siapa cucu yang mereka maksud? Dia jadi sangat penasaran.
__ADS_1
Mungkin dia harus menghubungi 911 untuk bertanya apakah ada orang tua yang melarikan diri dari panti jompo?
Alice berusaha tersenyum pada dua orang tua itu, mungkin akan dia lakukan nanti tapi dia ingin lihat apakah cucu kedua orang tua itu akan datang untuk menjemput kakek dan neneknya?
"Kakek, nenek, tunggulah aku akan membuatkan minuman untuk kalian."
"Tidak perlu repot sayang."
"Tidak apa-apa nek." Alice bangkit berdiri untuk membuat minuman.
Selama membuat minuman Alice masih berpikir siapa sih cucu yang dimaksud oleh kakek dan nenek diluar sana?
Setelah selesai membuat minuman dia segera kembali untuk menemani kedua orang tua yang berada diluar sana.
Alice meletakkan minuman diatas meja dan duduk disamping Xiau Yu, dia juga meraih tangan Xiau Yu yang sudah berkeriput dan mengusapnya dengan pelan.
"Nenek, coba katakan padaku, siapa cucu nenek? Aku akan membantu nenek mencarinya."
"Alice sayang, jangan khawatir. Sebentar lagi cucu kami akan segera datang."
"Nenek, bagaimana jika cucu nenek tidak datang? Aku mantan polisi jadi katakan padaku, aku pasti bisa mencari cucu nenek dan kakek." Alice masih berusaha meyakinkan kedua orang tua itu.
"Tidak perlu sayang, aku yakin sebentar lagi dia akan datang."
Alice hanya mengangguk dan memperhatikan kedua orang tua itu kembali, jika cucu mereka tidak datang maka dia akan benar-benar menghubungi 911.
Mau tidak mau Alice menemani kedua orang tua itu sambil menunggu cucu yang dimaksud mereka datang.
Setelah sekian lama, Jacob dan kedua orang tuanya tiba dirumah Alice dan masuk kedalam rumah Alice dengan cepat.
Alice langsung bangkit berdiri saat melihat kedatangan mereka dengan heran, kenapa Jacob membawa kedua orang tuanya datang kerumahnya?
"Untuk apa kau datang?" ayahnya bertanya dengan ketus.
"Dad, kalian membuat kami semua panik tahu!!" Jhon dan Samantha mendekati orang tuanya dan duduk disamping mereka.
"Aku dan ibumu hanya ingin bertemu dengan Jac-Jac dan pacarnya."
"Kakek jangan memanggilku Jac-Jac lagi! Aku ini sudah besar." Jacob menghampiri Alice yang tampak linglung.
"Alice sayang, maaf telah membuatmu bingung."
"Hei, jadi dia kakek dan nenekmu?" tanya Alice tidak percaya.
"Alice sayang, maaf merepotkanmu." ujar Samantha pula.
Alice kembali terduduk, untung saja dia belum menghubungi 911, jika sampai itu terjadi maka habislah sudah.
"Kakek, nenek, kenapa kalian mencariku disini?" Jacob segera duduk disamping Alice.
"Tentu ingin bertemu denganmu! Beraninya kau tidak mengatakan pada kami Jika kau sudah punya pacar!!" jawab kakeknya kesal.
"Aduh kakek, aku bisa membawanya menemui kalian tanpa perlu kalian datang kemari."
"Tidak bisa, kami datang kemari karena kami ingin menanyakan kapan kalian akan menikah?" sela neneknya dengan cepat.
"Nenek, Alice belum mau." jawab Jacob dengan cepat.
__ADS_1
"Apa benar itu sayang?" Xiau Yu memegangi tangan Alice dan menatapnya dengan penuh harapan.
"Nek, aku belum siap menikah." jawab Alice pula.
"Kenapa? Sebelum aku mati aku sangat ingin melihat cucuku menikah."
Alice melihat kearah Jacob tapi Jacob hanya mengangkat kedua bahunya.
"Bukankah kakak Jacob akan segera menikah? Lalu apa maksudnya?" kata Alice dalam hati.
"Maaf nenek, tapi sekarang aku benar-benar belum siap." kata Alice dengan sopan. Jangan sampai perkataannya mengecewakan kedua orang tua itu.
"Oh tidak! Jantungku!" Xiau Yu memegangi dadanya sedangkan tangan satunya memegang bahu Alice.
"Nenek." Alice mulai panik saat melihat nenek Jacob tampak kesakitan dan memegangi dadanya.
"Nenek apa kau baik-baik saja?"
"Tidak sampai kau berjanji akan segera menikah dengan cucuku." pinta Xiau Yu.
"Jac, cepat bawa nenekmu kerumah sakit." pinta Alice sambil memeluki nenek Jacob.
Alice semakin panik, jangan sampai nenek Jacob mati didepan matanya hanya karena dia belum mau menikah dengan Jacob.
"Alice sayang, berjanjilah kau akan segera menikah dengan cucuku supaya aku bisa mati dengan tenang."
"Nenek jangan asal bicara!"
"Ukh, berjanjilah sayang." pinta Xiau Yu dengan suara lemah.
"Aku berjanji nek, aku berjanji akan segera menikah dengannya jadi jangan mati." Alice menangis sambil memeluk nenek Jacob dengan erat.
Kenapa semua diam saja sedangkan dia panik sendiri, apa mereka akan membiarkan orang tua itu mati?
Senyum Jacob langsung mengembang diwajahnya saat mendengar itu sendangkan Samantha memijit pelipisnya, gadis malang yang menjadi korban seperti dirinya dulu.
"Mom sudah cukup bukan? Kau membuatnya ketakutan." ujar Jhon dengan santai.
"Kau dengar itu Jac-Jac, setelah kakakmu menikah sebaiknya kau segera menikah." sela Michael.
"Ya ampun aku sangat senang bisa mengerjai seseorang sebelum aku mati." jawab Xiau Yu pula.
"Hah?" Alice melepaskan pelukannya dan melihat nenek Jacob yang tampak baik-baik saja.
Bukannya tadi dia bilang sakit jantung? Tapi kenapa sekarang terlihat baik-baik saja. Apa tidak jadi mati?
"Oke sekarang giliranku yang mengatakan ini." ujar Samantha.
"Welcome to my crazy family." katanya lagi.
"Baby kau!!"
Samantha hanya tertawa, dia ingat betul bagaimana waktu dia diposisi Alice, sedangkan Alice hanya seperti orang bodoh, apa-apaan keluarga ini?
Jadi mereka hanya menipunya supaya dia mau segera menikah dengan Jacob?
Seharusnya dia curiga saat melihat semua yang ada disana diam saja sedangkan dia panik sendiri, Alice menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dan memaki dalam hati:
__ADS_1
"Benar-benar keluarga gila!"