
Beberapa hari berada dirumah orang tua Jacob membuat Alice begitu sibuk, tidak saja dirinya tapi juga semua yang ada.
Mereka sedang mempersiapkan pernikahan dan memilih gaun pengantin, jangan-jangan mereka benar-benar ingin menikah masal!
Setelah mendapatkan gaun yang dia inginkan, Alice kembali kerumah Jacob sedangkan Marry menginap disana.
Siang ini Alice terbangun dari tidurnya, dia tertidur saat memeriksa dokumen yang dibawakan oleh Jane kemarin.
Kenapa dia hanya sendirian? Tadi Jacob menemaninya mengecek dokument yang ada tapi kemana Jacob pergi?
Alice duduk diatas ranjang sambil mengucek matanya, dia melirik kesampingnya dan pada saat itu matanya melihat secarik kertas berada diatas bantal.
Alice segera mengambil kertas itu dan membacanya:
"My honey, maaf aku harus pergi karena ada hal penting yang harus aku lakukan. Jika kau sudah bangun segeralah makan siang, Ben sudah menyiapkan makanan untukmu."
"My honey nanti malam datanglah ke Café Chloe, kita akan makan malam disana berdua. Jangan lupa dandan yang cantik dan pakai baju yang bagus, semua keperluanmu sudah ada didalam lemari dan Ben akan mengantarmu hari ini, i love you so much honey."
Senyum penuh kebahagiaan mengembang diwajahnya saat membaca pesan dari Jacob, dia juga bergumam:
"I love you too Jac-Jac."
Alice segera bangun dari tidurnya, lebih baik dia segera makan siang karena perutnya memang sudah lapar.
Alice keluar dari kamar dan berjalan kearah dapur. Makanan sudah tersedia dia atas meja sedangkan Ben tampak berdiri disamping meja untuk menyambutnya.
"Selamat siang nona Alice, tuan muda memerintahkanku untuk mengantar anda hari ini." ujar Ben.
"Selamat siang Ben, jika aku sudah mau pergi aku akan memanggilmu."
"Baik nona, silahkan makan nanti cari aku didepan.
"Terima kasih."
Ben menarik sebuah kursi untuk Alice sedangkan Alice duduk disana, sesuai perkataannya Ben keluar meninggalkan Alice.
Setelah makan Alice masuk kembali kedalam kamar, untuk menghabiskan waktu Alice kembali mengecek dokumen yang belum selesai dia kerjakan sampai sore.
Setelah selesai Alice segera mandi, lagi pula ini sudah jam enam sore, dia harus segera bersiap-siap untuk pergi keCafé Chloe. Rasanya sudah tidak sabar pergi kecafe itu untuk bertemu dengan Jacob.
Saat sudah mandi Alice membuka lemari pakaian, sesuai perkataan Jacob didalam lemari semua pakaian sudah disiapkan, semua baju yang ada disana berbranded terkenal.
Dan semuanya limited edition keluaran dari desainer ternama, kapan Jacob menyiapkan semua ini untuknya? Semua baju lama sudah tidak ada, mungkin sudah dibuang oleh Jacob tapi dia tahu pria itu selalu menyiapkan yang terbaik untuknya.
Tidak saja baju, ada beberapa tas dan sepatu disana bahkan perhiasan juga ada disana, tentu saja semua itu merek ternama limited edition.
Oke baiklah, ini sedikit gila.dia tidak tahu kenapa Jacob mengerti dengan semua ini, sepertinya dia harus berterima kasih pada Jacob nanti.
Alice mengambil sebuah gaun merah keluaran terbatas dari merk Chanel, dia melihat gaun itu dengan teliti setelah itu dia memakainya, ternyata gaun itu sangat pas dengan tubuhnya.
__ADS_1
Jacob sangat perhatian padanya sampai ukuran bajunya saja dia tahu, setelah memakai bajunya Alice menata rambutnya dan berdandan dengan cantik.
Setelah selesai dia segera keluar dari dalam kamar untuk pergi ke Café Chloe, sesuai perintah Ben mengantarkan Alice menuju ketempat itu dan selama diperjalanan Ben memberi kabar pada bosnya jika mereka sedang menuju Café Chloe.
Café Chloe didirikan di East Village jauh sebelum tempat itu menjadi tempat nongkrong hipster.
Disana menawarkan hidangan tradisional Prancis untuk sarapan, makan siang,dan makan malam, disana sangat cocok untuk pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama dengan romantis.
Karena para pengunjung dapat makan di dalam restoran yang indah atau di meja trotoar seperti orang Paris. Para pengunjung juga dapat mencoba pommes frites dengan trio dips, lavender mimosa, atau croque Madame.
Saat sudah tiba suasana Café Chloe terlihat sangat sepi tapi seorang pelayan menyambut kedatangannya.
Alice mengikuti pelayan yang membawanya kesebuah meja, dimana terdapat seikat bunga mawar merah diatas meja dan lilin yang sudah menyala disana.
Alice duduk disana sambil tersenyum, sepertinya Jacob akan mengajaknya makan malam romantis.
Dia mengambil bunga mawar yang ada diatas meja dan disana terdapat sebuah kartu ucapan. Alice mengambil kartu ucapan itu dan membacanya:
"For my love Alice Walker."
Alice menciumi bunga itu sambil tersenyum, Jac-Jac memang pria paling romantis dan rasanya dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jac-Jac.
Beberapa saat menunggu tiba-tiba lampu ruangan dimatikan, Alice sangat kaget karena ruangan itu hanya disinari cahaya lilin yang ada diatas meja.
Dia bangkit berdiri hendak mencari pelayan tapi tiba-tiba terdengar dentingan piano dibelakangannya, Alice memutar tubuhnya melihat kebelakang dan pada saat itu sebuah lampu menyorot kearah piano.
Jacob tampak memainkan sebuah lagu romantis disana, Alice sungguh tidak percaya, dia segera melangkah mendekati Jacob yang terus memainkan lagu romantis dari piano itu.
Selama Alice pergi Jacob tidak menyerah untuk belajar memainkan piano, walaupun sulit tapi dia serius belajar memainkan benda itu dan lihatlah hasilnya, tidak sia-sia.
"Jac-Jac." Alice menutup mulutnya tidak percaya, kejutan apa lagi yang akan diberikan Jacob untuknya?
Saat pertengahan lagu Jacob menghentikan permainannya dan bangkit berdiri dan pada saat itu seseorang mengambil kendali melanjutkan lagu yang dimainkannya.
Jacob menghampiri Alice dengan senyum menawannya, dia segera berlutut didepan Alice sambil mengulurkan tangannya.
"My love, will you dance with me?"
"Yes." Alice menyambut uluran tangan Jacob dan menggenggamnya dengan erat.
Mereka mulai berdansa mengikuti irama musik dari piano yang dimainkan, Jacob melingkarkan tangannya dipinggang Alice sedangkan Alice memeluki lehernya.
"Jac-Jac, aku tidak menyangka jika kau sudah bisa bermain piano."
"Ini kejutan untukmu sayang."
"Oh ya, malam ini banyak kejutan apa ada yang lain lagi?"
Jacob memutar tubuh Alice sambil terkekeh, dia masih menyimpan kejutan lainnya untuk Alice.
__ADS_1
"Apa kau sudah tidak sabar untuk kejutan selanjutnya?"
"Ya, aku sudah sangat tidak sabar."
"Kalau begitu cium aku dulu."
Mereka menghentikan gerakan tubuh mereka, Alice segera mendekatkan bibirnya ke bibir Jacob, mereka berciuman dengan mesra sedangkan suara music masih terus berbunyi.
Setelah melepaskan bibir Alice, Jacob berbisik ditelinga Alice.
"You look so beautiful tonight honey."
"Bukankah aku selalu cantik?" tanya Alice pula.
"Kau benar." jawab Jacob sambil terkekeh tapi kemudian dia kembali berlutut didepan Alice, memegangi kedua tangannya dan menatap mata Alice dalam-dalam.
"Alice Walker, will you marry me?" tanyanya.
Kedua mata Alice langsung berkaca-kaca, ini lamaran romantis yang sangat dia impikan dan tentu saja dia tidak menolak.
"Yes, i will."
"Oh my honey."
Jacob kembali bangkit berdiri, dia segera memeluk Alice dan menciuminya dengan mesra.
Andrew mendekati bosnya dengan sebuah kotak ditangannya dan memberikan benda itu pada bosnya setelah itu dia melangkah pergi
Jacob membuka kotak itu dan mengeluarkan isinya, sebuah kalung, kalung itu adalah kalung yang waktu itu Andrew dapatkan dari sebuah pelelangan.
Kalung itu bernama The Incomparable. Terdiri dari berlian berwarna cokelat kuning 407 karat dan 91 berlian transparan membuat harga satuannya mencapai US$ 55 juta atau senilai Rp 772 miliar.
Desainnya yang asimetris menyerupai batang pohon menjadi ciri khas tersendiri dan kalung ini menempati kalung termahal kedua didunia setelah A Heritage in Bloom yang diberikan oleh Jhon untuk Samantha.
"For you my honey."
Jacob melemparkan kotak perhiasan itu keatas lantai dan memakaikan kalung berlian itu dileher Alice.
Wajah Alice dipenuhi kebahagiaan bukan karena kalungnya tapi karena perlakuan Jac-Jac padanya.
"Jac-Jac, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Alice melihat kalung berlian yang melingkar indah dilehernya.
"No honey, kau pantas mendapatkannya tapi jika kau tidak puas aku masih punya The Heart of The Kingdom dirumah, kau ingat bukan dengan kalung berlian merah waktu itu? Kalung itu akan menjadi milikmu juga."
"Aku tidak butuh semua ini Jac-Jac, yang aku inginkan hanya dirimu, cukup dirimu saja!"
"I know honey."
"I love you Jac-Jac."
__ADS_1
"Me too."
Mereka kembali berciuman, yang pasti Alice sangat bahagia begitu juga dengan Jacob, mereka akan melewati malam romantis dicafe yang telah dibooking oleh Jacob malam ini.