Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Kita bertemu lagi


__ADS_3

Alice terperanjat kaget saat mendengar suara ponselnya yang terus berbunyi sedari tadi, dengan cepat Alice bangun dari tidurnya dan merapikan rambutnya yang berantakan.


Sudah jam berapa sekarang? Kenapa dia malah tertidur?


Alice segera meraih ponselnya dan menjawab panggilan yang masuk diponselnya.


"Alice sayang, akhirnya kau bangun juga."


"Jacob?"


"Yes."


"Oh tidak, dimana kau dan jam berapa sekarang?"


"Ini sudah siang sayang dan aku sudah berada dikantor, bukankah kau mau pergi dengan Marry?"


"Oh tidak! Jacob kenapa kau tidak membangunkan aku sebelum pergi?"


Alice segera turun dari atas ranjang, tapi saat itu ujung matanya menangkap dokumen yang harus dia kerjakan sudah tersusun rapi diatas meja.


"Oh tidak! Pekerjaanku!!" gerutunya.


Jacob terkekeh disebrang sana, dia tahu kekasihnya itu pasti akan panik saat sudah terbangun dari tidurnya dan melihat pekerjaannya.


"Kau tidak perlu kawatir sayang, semua sudah aku kerjakan." katanya.


"Benarkah?"


"Tentu."


"Terima kasih Jacob, aku akan memberimu hadiah nanti malam." godanya.


"Oh my, apa itu?" Jacob bertanya dengan penuh semangat.


"Tunggulah nanti malam Jacob, tapi sekarang aku sudah harus pergi kalau tidak aku akan terlambat."


"Baiklah sayang, aku harap hadiah darimu memuaskanku. Aku sudah meninggalkan sebuah kartu diatas dokumenmu, kau pakailah kartu itu dan gunakan sesuka hatimu."


"Itu tidak perlu Jacob." Alice mendekati dokumennya dan benar saja sebuah kartu terletak diatas dokumentnya.


"Alice sayang,kau ini pacarku jadi kau bisa gunakan uangku sesuka hatimu."


"Benarkah?"


"Yes."


"Kalau begitu aku akan pergi membeli sebuah pulau." godanya


"Wow, aku suka itu." gumam Jacob disebrang sana.


Alice hanya tertawa, dia sangat senang karena Jacob sangat memanjakannya walaupun sebenarnya dia tidak butuh uang pria itu.


"Baiklah Jacob, aku harus pergi."


"My honey, berhati-hatilah."


"Tentu saja bye."

__ADS_1


Senyum mengembang diwajah Alice begitu juga dengan Jacob, pria itu sudah tidak sabar menanti malam karena dia penasaran hadiah apa yang mau diberikan oleh Alice untuknya?


Alice segera membuka bajunya dan menggantinya, ini sudah siang dan sebentar lagi Marry akan pulang sekolah


Dia tidak boleh terlambat untuk menjemput Marry, untunglah Jacob membangunkan tidurnya kalau tidak Marry akan menunggunya dan sudah bisa dipastikan gadis itu akan kecewa padanya.


Alice segera meraih tasnya dan keluar dari kamarnya, dia sudah membuat janji dengan Olivia untuk bertemu disebuah restoran untuk makan siang.


Dia ingin mengajak serta sahabatnya itu untuk menghabiskan waktu hari ini, jalan-jalan untuk membeli pernak pernik natal seperti keinginan Marry.


Setelah makan siang mereka akan pergi menuju sebuah mall yang ada dikota itu, mall Wesfield Culver City. Mereka akan menghabiskan waktu di mall itu untuk berbelanja.


Alice menaiki sebuah taxi menuju kesekolah Marry, dia datang tepat waktu karena saat itu Marry tampak keluar dari sekolahnya.


Saat melihat dirinya, Marry tampak begitu senang. Gadis manis itu segera berlari kearah Alice dan memeluknya.


"Mommy Alice, apa kau sudah lama menunggu Marry?" tanya Marry dengan ceria.


"Tidak sayang, aku baru saja tiba."


Alice tersenyum dan mengusap kepala Marry, mereka segera pergi dari sana untuk menuju kesebuah restoran fastfood untuk menunggu Olivia, tentu saja untuk mengisi perut mereka yang kosong.


Alice sedang mengantri untuk memesan makanan, dia tahu Olivia pasti akan terlambat jadi lebih baik dia dan Marry menunggu sahabatnya itu dengan santai.


Pada saat Alice sudah mendapat makanannya dan hendak kembali kemejanya dengan makanan ditangannya, tampak Marry sedang berbicara dengan seorang pria.


Alice mengernyitkan dahinya, siapa pria yang sedang berbicara dengan Marry?


Saat sudah tiba dimejanya mata Alice membulat saat melihat pria yang pernah dia temui dua kali itu, kenapa bisa ada disana?


"Hai nona manis, kita bertemu lagi." Lucas tersenyum saat melihat Kedatangannya.


"Ya?"


"Apa kau mengikutiku?" tanya Alice kesal.


"Wah nona manis, jangan asal menuduh. Ini restoran dan kebetulan aku juga makan siang disini." Lucas tersenyum pada Alice.


Dia memang sudah ada direstoran itu sedari tadi, saat Alice masuk kedalam restoran itu bersama dengan seorang gadis manis, Lucas segera mendekati mereka tapi pada saat itu Alice sudah pergi untuk mengantri makanan.


Alice menatap Lucas penuh dengan kebencian,brasanya dia sangat ingin memukul Lucas saat itu juga tapi disana ada Marry.


"Marry ayo kita pindah."


Alice segera menarik tangan Marry dan membawa gadis itu pindah ketempat duduk lain, dia tidak sudi semeja dengan pria aneh itu.


"Mom,vkenapa?" Marry melihatnya dengan heran.


"Marry, apa kau lupa? Jangan berbicara dengan orang asing."


"Tapi uncle itu bilang dia sahabat mommy Alice."


"Marry, jangan mudah percaya dengan orang lain. Itu tidak baik!"


Marry menggangguk mengerti, mereka duduk disebuah tempat kosong. Alice kira Lucas akan pergi tapi pria itu lagi-lagi mendekati mereka bahkan duduk didepan mereka.


"Kenapa kau pergi?" tanya Lucas basa basi.

__ADS_1


"Hei tolong jangan ganggu kami,kita tidak seakrab itu."


"Aku tahu, tapi aku ingin dekat denganmu."


Alice melolot pada Lucas, bagaimana caranya agar pria itu tidak mengganggunya lagi?


"Terima kasih tapi aku tidak mau dekat denganmu dan lagi pula aku sudah punya pacar." kata Alice tanpa basa basi.


"Wah, aku suka. Aku suka merebut milik orang lain karena itu sangat menantang." jawab Lucas dengan santai.


Alice menahan kekesalan dihatinya, kenapa ada pria tidak tahu malu seperti ini?


"Jangan bermimpi, aku tidak mau denganmu."


"Siapapun pacarmu aku pasti akan merebutmu darinya." kata Lucas penuh percaya diri.


"Kau tidak akan bisa kecuali kau bisa membelikan pulau untukku!" Alice bangkit berdiri dan menuangkan cola diatas kepala Lucas.


"Wow." gumam Lucas.


"Go to hell!" katanya kesal.


"Wow i like it." gumam Lucas lagi sambil mengusap rambutnya yang basah karena cola.


"Seharusnya aku memesan kopi panas tadi." kata Alice kesal.


Lucas terkekeh dan bangkit berdiri,vsebelum melangkah pergi pria itu berkata:


"Kita akan bertemu lagi gadis manis."


Sebelum Lucas melangkah pergi Olivia sudah masuk kedalam restoran itu, Olivia melihat Alice dengan seorang pria dengan heran, siapa? Dia kira kakaknya akan ikut.


Lucas melewati Olivia begitu saja sedangkan Olivia melihat pria itu dengan seksama, terus terang dia tidak suka dengan tampang Lucas.


"Alice, maaf aku terlambat." Olivia segera duduk didepan Alice.


"Tidak apa-apa Olivia, sudah biasa." jawab Alice santai.


"Hei siapa ini?" Olivia melihat kearah Marry.


"Hai kakak." sapa Marry dengan ceria.


"Oh my, Alice. Jangan bilang ini anakmu dengan kak Jacob." guraunya.


"Olivia jangan mengada-ada." gerutu Alice kesal.


Olivia tertawa kecil.


"Alice siapa pria tadi?"


"Entahlah, aku tidak tahu." jawab Alice asal.


"Oh, aku kira selingkuhanmu."


"Olivia!" Alice menekan perkataannya.


"Aku hanya bercanda kakak ipar." kata Olivia sambil tertawa.

__ADS_1


Sebelum mereka pergi ke Wesfield Culver City, mereka menghabiskan makanan yang telah Alice pesan terlebih dahulu.


Setelah itu mereka menaiki sebuah taxi untuk menuju ke Wesfield Culver City,selama diperjalanan Alice berharap dalam hati, berharap Lucas tidak mengganggunya lagi.


__ADS_2