Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Didalam danau


__ADS_3

Saat itu Alice tampak sedang duduk disebuah lempengan batu dipinggir sebuah danau. Setelah pergi dari restoran fastfood Alice langsung menuju kesebuah danau untuk menenangkan pikirannya.


Alice menuju ke Tenaya Lake.


Tenaya Lake adalah danau Alpine di Taman Nasional Yosemite, terletak diantara lembah Yosemite dan Tuolumne Meadows.


Alice memejamkan matanya menikmati hembusan angin sejuk yang menerpa wajahnya, padahal hari ini dia berencana mengirimkan surat pengunduran dirinya dan pergi mencari Becca tapi gara-gara Jacob membuat rencananya berantakan.


Saat Alice sedang menikmati hembusan angin disana tiba-tiba Jacob duduk disampingnya, saat menyadari kehadiran pria itu membuat Alice jadi kesal.


"Sayang apa yang kau lakukan disini?" Jacob melihat pemandangan danau yang indah didepan sana.


"Kau tidak perlu tahu!" Alice menjawab dengan ketus.


Jacob hanya terkekeh dan memegangi tangan Alice.


"Kenapa kau datang sendiri dan tidak mengajakku?"


Alice memicingkan matanya, melirik Jacob dengan tajam. Tidak perlu diajak pria itu sudah datang sendiri.


"Kenapa kau selalu mengikutiku Jacob? Bukankah tadi kau sedang bersama dengan seorang wanita? Maka kejarlah wanita itu dan jangan mengejarku!"


"Sayang, apa kau cemburu?"


"Tidak!" Alice membuang pandangannya.


Jacob tersenyum dan mengusap kepala Alice.


"Alice sayang, kenapa kau menghindariku?" Jacob menatap Alice dengan serius.


Alice hanya diam saja dan menyelipkan anak rambutnya yang tertiup oleh angin dibelakang telinganya, hal itu membuat Jacob semakin suka melihat wajah gadis itu dan ingin rasanya dia menciumi Alice saat itu juga.


"Jacob, bukankah kau sudah punya pacar?" Alice mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ya, kau benar." jawab Jacob.


"Jadi baik-baiklah dengan pacarmu yang lebih tua itu!"


"Ya aku sedang?" Jacob menghentikan ucapannya.


Yang lebih tua? Jangan bilang yang dimaksud oleh Alice adalah aunty Silvia?


"Hei jangan bilang kau menghindariku gara-gara wanita itu ya?"


"Tidak juga, tapi anggap saja demikian." jawab Alice asal.


Senyum Jacob mengembang diwajahnya, pria itu mulai mendekatkan wajahnya, menciumi pipi Alice dan berbisik ditelinganya.


"Sayang, aku tahu kau sedang cemburu." bisiknya.


"Aku tidak!!" Alice langsung memundurkan tubuhnya agar menjauh dari Jacob.


"Alice sayang, kau tidak bisa menipuku! Apa kau pikir aku tidak tahu bahwa kau yang melempar wanita tadi?"


Wajah Alice merah padam, sepertinya Jacob sangat menyadari hal itu.

__ADS_1


Jacob kembali meraih tangan Alice dan mengusap punggung tangan gadis itu, mereka berdua hanya diam saja sambil menikmati danau yang tenang didepan mereka.


"Alice."


"Hm?"


"Apa kau membenciku?"


"Tidak."


"Jika tidak kenapa waktu itu kau mengatakan jika kau membenciku?"


"Sialan aku lupa." maki Alice dalam hati.


Alice bangkit berdiri berjalan kesisi danau dan berdiri disana, saat melihat itu Jacob mengikuti Alice dan berdiri disampingnya.


"Jacob, sebaiknya kau tidak mendekatiku lagi dan baik-baiklah dengan pacarmu."


"Kenapa kau berkata demikian? Aku tidak punya pacar karena yang aku inginkan cuma dirimu!"


Alice memalingkan wajahnya, menatap Jacob dengan tatapan tidak percaya. Jika tidak punya pacar lalu siapa wanita yang dia lihat bersama dengan Jacob dikantornya kemarin?


"Jangan menipuku? Wanita tua yang aku lihat waktu itu pasti pacarmu."


"Siapa? Aunty Silvia?"


Mata Alice membulat, aunty? Jangan katakan? Eajah Alice kembali memerah, gara-gara wanita itu dia jadi salah paham dan ingin menjauhi Jacob.


Senyum kembali menghiasi wajah Jacob saat melihat wajah Alice yang memerah, dengan cepat Jacob menangkap pinggang Alice dan memeluknya.


"Sialan, ternyata aku cemburu pada tantenya!" sesal Alice dalam hati.


Tapi bukan itu saja yang membuatnya menjauhi Jacob, gadis itu segera melepaskan diri dan kembali melangkah mendekati danau.


"Jacob, aku tidak ingin melibatkanmu dalam permasalahanku dan aku tidak ingin membuatmu berakhir seperti keluargaku jadi sebelum kita terlibat lebih jauh lebih baik berhenti mendekatiku." Alice melihat air danau yang tenang didepannya.


"Hei, apa maksud dari ucapanmu itu?"


"Tidakkah kau mengerti? Aku tidak mau kau mati karena terlibat denganku jadi jauhi aku!"


"Alice,apa selama ini kau tidak percaya padaku? Aku telah bersumpah untuk menjagamu tapi kau menjauhiku hanya karena alasan konyol seperti itu?"


Jacob mendekati Alice dan menatap gadis itu dengan tajam, sekarang dia sangat marah pada gadis itu.


"Apa kau meremehkan aku selama ini? Aku Jacob Smith bukan orang yang gampang dibunuh, tapi kau takut aku mati karena terlibat denganmu?"


"Aku akan membantumu mencari pembunuh keluargamu bahkan aku akan menyingkirkan siapapun yang berani melukaimu, apa kau pikir aku tidak bisa menjaga diriku?"


Jacob memegangi kedua bahu gadis itu, tapi matanya masih menatap Alice dengan tajam.


"Sekarang jawab pertanyaanku Alice apa kau benar-benar tidak percaya padaku?" tanyanya dengan dingin.


Alice memalingkan wajahnya, bukannya dia tidak percaya tapi dia hanya takut kehilangan pria itu.


"Oke baiklah!" Jacob sangat kesal karena Alice tidak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Tanpa Alice duga Jacob langsung mengangkat tubuhnya dan berjalan dipinggir danau, tanpa Alice duga juga Jacob langsung melempar tubuh Alice didalam danau.


"Byurrr!!" suara air danau saat tubuh Alice tercebur kedalamnya.


Alice sangat kaget dan langsung menimbulkan dirinya diatas permukaaan air, hidungnya sangat sakit karena kemasukan air danau.


"Jacob, apa kau sudah gila!" makinya.


"Jernihkan pikiranmu disana!" ujar Jacob kesal.


Alice menatap Jacob yang berdiri dilempengan batu dengan tajam, beraninya melemparnya kedalam danau!


"Jacob tarik aku, aku takut ada ular." Alice mengulurkan tangannya.


"Tidak, sebelum kau renungkan kebodohanmu disana."


Alice menggigit bibirnya, jika dia tidak bisa membalas perbuatan Jacob jangan panggil dia Alice Walker.


"Jacob, kakiku dililit sesuatu jadi cepat tarik aku!!" Alice pura-pura panik.


Saat melihat itu Jacob kira jika Alice bersungguh-sungguh, dengan cepat Jacob mengulurkan tangannya tapi pada saat itu juga Alice langsung menarik tangan Jacob hingga pria itu ikut tercebur kedalam danau.


"Alice Walker, awas kau ya!" maki Jacob saat sudah timbul dipermukaan.


Alice hanya tertawa, rasanya sangat puas dapat membalas perbuatan Jacob, saat melihat itu Jacob hanya tersenyum dan mendekati Alice.


"Sayang, apa kita sudah berbaikan?" Jacob memeluk pinggang Alice dengan erat.


"Sudahlah, kau menyebalkan!" Alice mengalungkan tangannya keleher Jacob dan menciumi bibirnya.


Jacob terbelalak tapi dengan cepat pria itu membalas ciuman Alice dan me*mat bibir gadis itu.


"I love you Alice, jadi jangan mengabaikanku lagi dan percayalah padaku."


Alice tersenyum dan menciumi wajah Jacob.


"Maaf Jacob, maaf telah mengabaikanmu." bisiknya.


"Sayangku, beberapa hari ini aku benar-benar sangat rindu padamu."


"Aku juga, aku juga sangat merindukanmu Jacob." Alice berkata demikian dengan wajah yang merona.


"Oh my, habiskan kau!!" Jacob kembali me**mat bibir Alice.


Diair danau yang dingin, mereka melepaskan kerinduan mereka dan terus berciuman dengan mesra.


Sedangkan tidak jauh dari mereka, seorang pria sedang memperhatikan mereka, pria itu sedang berdiri disisi mobil dan melihat kedua orang itu.


Pria itu adalah Andrew, pria yang belum punya pacar.


"Sepertinya asyik!" gumamnya saat melihat kemesraan bosnya.


Andrew segera masuk kedalam mobil untuk menunggu bosnya.


"Sialan, seharusnya aku meminta nomor ponsel wanita tadi!!" gerutunya kesal sebelum menutup pintu mobil itu.

__ADS_1


__ADS_2