Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Alasan


__ADS_3

Setelah pergi dari pelabuhan, Jacob segera kembali kerumah Alice. Ini sudah jam dua pagi dan dia tidak mau membuat Alice khawatir dan menunggunya.


Jacob memerintahkan Andrew memacu kendaraannya dengan cepat, rasanya sudah tidak sabar untuk tiba dirumah kekasihnya.


Jacob memang sengaja tidak membunuh Lucas, ini hanya sebagai peringatan untuk Lucas saja dan ini hanya awalnya saja.


Dia memang sengaja tidak memberi tahu secara langsung apa miliknya yang tidak boleh disentuh oleh Lucas karena itu sangat berbahaya untuk Alice jika Lucas langsung tahu.


Tapi jika Lucas berani mendekati Alice lagi dan mengabaikan peringatannya maka pada saat itu akan dia habisi Lucas tanpa melepaskannya lagi.


Lagi pula tidak menyenangkan membunuh Lucas dengan tembakan, lebih menyenangkan jika bisa menangkap Lucas hidup-hidup dan menyiksanya sampai mati.


"Master, kenapa tidak kau perintahkan kami untuk mengejar Lucas Marcelo tadi?" Andrew bertanya padanya karena dia penasaran dengan hal ini.


Padahal bosnya itu bisa memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Lucas dan membunuhnya tapi kenapa tidak dilakukan oleh bosnya?


"Andrew."


"Yes master."


"Bukankah kalian sudah lelah? Lagi pula nyawa kalian lebih penting dari pada nyawa Lucas Marcelo, kita bisa membunuhnya lain kali."


Saat mendengar itu, Andrew tertegun. Ternyata itu alasan bosnya membiarkan Lucas pergi, ternyata bosnya sangat memikirkan keadaan anak buahnya.


Sambil membawa mobil bosnya, senyum mengembang diwajah Andrew, dia tidak akan menyesal mengikuti Jacob Smith sampai kapanpun juga.


"Andrew, apa ayahmu sudah sembuh?"


"Sudah master."


"Kalau begitu katakan padanya untuk segera menyelidiki kasus pembunuhan keluarga walker dengan cepat." perintahnya.


"Baik master."


Saat mobil yang dibawa oleh Andrew berhenti didepan rumah Alice, Jacob segera keluar dari mobil dan memerintahkan Andrew untuk pergi.


Dia segera melangkah mendekati pintu rumah kekasihnya dan membukanya dengan cepat, mungkin dia harus meminta Alice untuk pindah dari sana.


Saat masuk kedalam sana, Jacob sangat kaget saat melihat Alice sedang tertidur diatas sofa, bisa dia tebak gadis keras kepala itu pasti sedang menunggunya.


Jacob menghembuskan nafasnya dengan kasar, padahal dia sudah mengatakan pada Alice untuk tidak menunggunya dan lihatnya, gadis keras kepala yang tidak bisa diberi tahu.


Jacob melepaskan jasnya dan melemparkannya begitu saja,dia segera mendekati Alice, duduk disisinya dan mengusap wajah Alice dengan lembut.


Saat merasakan sentuhan tangan Jacob diwajahnya, Alice sangat kaget, sebelum membuka matanya Alice langsung meraih tangan Jacob yang berada diwajahnya, memutar tangan pria itu dan menguncinya dibelakang tubuhnya.


Jacob sangat kaget mendapat serangan tiba-tiba seperti itu, dia kira Alice sedang tidur.

__ADS_1


"Oh my, kau pura-pura tidur ya!"


"Jac, aku kira pencuri." Alice segera melepaskan tangan Jacob.


"Kalau aku pencuri sudah habis kau, saharusnya kau sadar saat aku masuk tadi." gerutu Jacob sambil merenggangkan otot-otot bahunya.


"Maaf." kata Alice pura-pura bersalah.


"Sudahlah, kenapa kau tidur disini? Bukankah aku sudah katakan jangan menungguku?"


"Aku tidak bisa tidur Jac." Alice melingkarkan tangannya kepinggang Jacob dan memeluknya dengan erat.


"Kenapa? Apa karena tidak ada Aku?" godanya.


"Jangan terlalu percaya diri, aku hanya menghawatirkanmu." elak Alice dengan cepat sedangkan wajahnya bersemu merah.


Jacob terkekeh dan mengusap kepala Alice dengan lembut, apapun yang terjadi dia akan melindungi gadis keras kepala ini dan tidak akan melepaskannya begitu saja.


"Kalau begitu ayo kita tidur." Jacob segera menarik Alice untuk bangkit berdiri.


"Apa kau tidak mau mandi?"


"Apa kau mau mandi denganku?" goda Jacob lagi.


"Jangan bermimpi!!" Alice langsung lari masuk kedalam kamarnya sedangkan Jacob mengikutinya dengan senyum mengembang diwajahnya.


Saat masuk kedalam kamar Jacob segera masuk kedalam kamar mandi sedangkan Alice sedang menunggunya diatas ranjang sambil memainkan ponselnya.


Tidak lama kemudian Jacob keluar dari kamar mandi, dia segera mendekati Alice dan naik keatas ranjang.


"Alice sayang, apa yang kau lihat?"


"Tidak ada." Alice segera menyembunyikan ponselnya.


"Hei, coba aku lihat!" Jacob jadi penasaran.


"Jangan."


"Ayo cepat berikan, aku ingin lihat."


"Tidak mau!" Alice menjauhkan ponselnya dari Jacob.


Jacob semakin penasaran, apa sih yang disembunyikan oleh Alice?


Dengan cepat Jacob menerkam Alice untuk merebut ponselnya sedangkan Alice berusaha menyembunyikan benda itu tapi tetap saja, Jacob berhasil merebut ponselnya.


"Jac, jangan lihat." Alice menutup wajahnya yang merona dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Apa sih?" jacob melihat layar ponsel Alice, matanya terbelalak saat melihat foto yang ada dilayar ponsel Alice tapi tidak lama kemudian senyum menghiasi wajahnya.


"Alice sayang, kenapa kau malu? Kau sangat cantik memakai gaun ini." Jacob kembali melihat foto Alice yang sedang memakai gaun pengantin dari layar ponselnya.


"Benarkah?" Alice membuka wajahnya dan menatap Jacob dengan penuh semangat.


"Yes, dan aku sudah tidak sabar melihatmu memakai gaun itu dan berdiri disampingku."


Jacob segera melempar ponsel Alice kesisi ranjang, tangannya mulai menyelusuri wajah cantik kekasihnya sedangkan senyum terus menghiasi wajahnya.


Dia berharap Alice mau segera menikah dengannya, Jacob segera menunduk dan membisikkan sesuatu ditelinga Alice.


"I love you my future wife."


Saat mendengar itu, Alice tampak bahagia. Dia segera memeluk leher Jacob dengan erat.


"I love you too my annoying boyfriend."


"Hei apa-apaan itu!"


Alice tertawa pelan dan menciumi wajah Jacob.


"Aku hanya bercanda saja."


"Oh my!!"


Jacob hendak menciumi bibir Alice tapi langsung Alice tahan.


"Jac, sebaiknya kita segera tidur."


"Baiklah tapi setelah aku merasakan bibir manismu ini."


Tanpa menunggu lagi Jacob segera menciumi bibir Alice dan me**matnya dengan lembut.


Sementara itu ditempat lain Lucas tampak sedang tidak sadarkan diri akibat tembakan yang harus diterimanya, setelah melarikan diri pelayan pribadinya segera membawanya kesebuah rumah sakit untuk mengeluarkan peluru yang bersarang ditangan dan punggungnya.


Beruntungnya peluru itu tidak mengenai bagian vitalnya hingga dia masih bisa bertahan, walaupun dia sempat kehilangan banyak darah tapi dia masih bisa bertahan, sepertinya malaikat maut masih belum mau mengambil nyawanya.


Saat pelayan pribadinya masuk kedalam ruangan dimana dia dirawat, Lucas membuka matanya dan berteriak:


"Jacob Smith!! Akan ku balas kau!!" teriaknya.


Lucas duduk diatas ranjang sambil memegangi luka ditangannya sedangkan matanya memancarkan api kemarahan.


"Senhor, todos os seus homens estão mortos e seu navio está pegando fogo."


(Tuan, semua anak buahmu mati dan kapalmu habis terbakar.) jelas pelayan pribadinya.

__ADS_1


Lucas mengepalkan tangannya dengan erat, kenapa Jacob Smith menjebaknya dan apa maksud perkataan dari Jacob Smith jangan menyentuh miliknya?


Dia tidak merasa sedang menganggu milik pria itu dan sepertinya dia harus mencari tahu, apa milik Jacob Smith yang telah disentuhnya, apa itu orang? Atau itu barang?


__ADS_2