Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Welcome home


__ADS_3

Saat itu Andrew membawakan obat nyeri punggung yang diminta oleh bosnya, setelah mendapatkannya dia segera menuju kerumah bosnya untuk memberikan obat itu.


Dia masuk kerumah itu tanpa ragu dan ternyata Jacob sedang berada diluar menunggunya dengan segelas kopi dan majalah ditangannya.


Ketika Andrew masuk, Jacob segera bangkit berdiri sedangkan Andrew menghampirinya.


"Master, obat yang kau inginkan." Andrew memberikan obat yang dibawanya.


"Apa kau sudah menjalankan perintahku?"


"Tentu master, sedang dikerjakan."


"Bagus, kabari aku jika sudah selesai."


"Siap master."


Andrew segera pergi dari sana untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh bosnya sedangkan Jacob masuk kedalam kamarnya dimana istrinya masih tidur karena kelelahan.


Dia segera menghampiri Alice dan naik keatas ranjang dengan pelan, jangan sampai dia membangunkan istrinya karena bisa dia lihat, Alice benar-benar kelelahan karena ulahnya.


Jacob mengeluarkan obat dari tempatnya, ya itu hanya obat gosok. Dia mulai menggosokkan obat dipunggung dan pinggang istrinya dan pada saat merasakan sentuhan tangannya Alice bergerak tapi kemudian dia tertidur lagi karena dia benar-benar lelah akibat perbuatan suaminya dan butuh istirahat.


Dengan pelan Jacob memijat punggung dan pinggang Alice, dia berusaha pelan-pelan supaya Alice nyaman.


"Ng Jac!"


"Oh my honey, kau tidur saja aku akan memijatkan pinggangmu."


"Thank you Jac." Alice memeluk bantalnya dan membiarkan Jacob memijat pinggangnya, setidaknya nyeri dipinggangnya sudah terasa lebih baik.


Dia tidak tidur lagi, dia hanya memejamkan matanya dengan senyum mengembang diwajahnya menikmati pijitan dari suaminya.


"My honey, apa kepalamu masih sakit?"


"Sudah lebih baik."


"Sebaiknya aku memanggil seorang dokter untuk memeriksa keadaanmu."


"Tidak perlu Jac, inikan gara-gara kau!!"


Jacob terkekeh, yah dia memang sedikit berlebihan, mungkin setelah ini dia harus menguranginya menyengat istrinya.


Dia berharap anak mereka sudah bertumbuh dirahim istrinya dan dia juga berharap anaknya nanti tidak mengalami apa yang dia dan ayahnya alami dalam masalah percintaan.


"My honey."


"Hmm?"


Jacob menghentikan pijitannya dan merebahkan diri disamping Alice setelah itu dia memeluk istrinya sedangkan tangannya bermain diperut Alice.


"Rasanya aku sudah tidak sabar melihat perutmu ini membuncit." bisiknya.


"Oh sebab itu kau menyengatku tanpa ampun!"


Jacob kembali terkekeh dan menciumi pipi istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Yah begitulah tapi asal kau tahu saja honey, kau begitu menggoda dan aku tidak mau melewatkannya."


"Ck, dasar kau!!" Alice masuk kedalam pelukan suaminya.


"My honey, jika kau sudah merasa lebih baik sebaiknya kau segera bersiap-siap, aku ada kejutan untukmu."


"Kejutan? Apa itu?" tanya Alice penasaran.


"Hei jika aku mengatakannya maka tidak akan menjadi kejutan!"


"Kau benar." jawab Alice sambil menciumi bibir suaminya.


"My husband, kau selalu memberikan kejutan untukku dan aku tidak bisa membalas satupun kejutan darimu jadi katakan padaku apa yang kau inginkan dariku?"


Jacob tampak memikirkan sesuatu, dia tidak membutuhkan apapun dari Alice karena yang dia inginkan hanya Alice saja.


Dia tidak butuh hadiah apapun dari istrinya karena yang dia inginkan Alice selalu bersama dengannya, selalu menemaninya dan dia berharap mereka akan selalu bersama sampai mereka tua.


"My honey, aku sudah mendapatkan apa yang sangat aku inginkan selama ini, aku tidak membutuhkan benda apapun yang ada didunia ini karena aku bisa mendapatkan benda-benda itu dengan mudah. Kau tahu honey?"Jacob mengusap wajah istrinya dan memandangnya.


"Selama kau pergi rasanya duniaku sangat sepi dan hampa, selama kau pergi tidak ada satu Wanitapun yang bisa menggantikanmu dihatiku dan tidak akan pernah ada wanita yang bisa menggantikanmu karena yang sangat aku inginkan hanya dirimu dan cintamu, sekarang aku sudah mendapatkanmu jadi aku tidak membutuhkan apapun lagi selain dirimu disisiku untuk selamanya dan aku minta kau tidak meninggalkan aku lagi."


Mata Alice berkaca-kaca saat mendengarnya, dia tahu cinta Jacob selama ini begitu besar dan tulus terhadap dirinya dan itu sangat membuatnya bahagia.


Alice memeluk suaminya dengan erat, dia benar-benar bersyukur bisa menjadi wanita yang paling spesial dihati Jacob.


"Thank you Jac."


"Stt..honey, jadi kau tidak perlu membalas apapun yang aku lakukan padamu, kau cukup berada disisiku, menjadi istriku dan menjadi ibu dari anak-anakku."


"Itu tentu Jac, terima kasih sudah mencintaiku.


"Jadi honey, apa kau siap melihat kejutan yang akan kuberikan untukmu?"


"Tentu saja."


"Kalau begitu ayo kita bersiap."


Jacob bangkit dari atas ranjang dan menggendong istrinya, dia membawa Alice menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari pakaian, dia juga memilihkan baju untuk istrinya.


Saat Alice keluar dari kamar mandi Jacob kembali menghampiri istrinya dan menggendongnya menuju ranjang, tidak hanya itu dia juga memakaikan baju istrinya sampai selesai.


Alice tidak membantah dan membiarkan suaminya melakukan apapun yang dia inginkan, Jacob begitu sayang padanya dan dia tidak akan menolak kasih sayang yang ditunjukkan oleh suaminya untuknya.


Alice duduk disisi ranjang membiarkan Jacob menyisir rambutnya, setelah dirasa cukup Jacob menyimpan sisirnya.


"Kalau begitu ayo honey, kita pergi."


"Kemana?"


"Ini kejutan honey."


Mereka berdua keluar dari dalam kamar dan pergi kesuatu tempat, Jacob tidak mengatakan apapun dan dia juga tidak bertanya walaupun dia sangat penasaran.

__ADS_1


Saat dipertengahan jalan, Jacob menghentikan mobilnya dan memberikan sebuah penutup mata untuk istrinya.


"Pakai ini honey."


"Untuk apa?"


"Pakai saja sayang, ingat jangan mengintip."


Alice mengambil penutup mata yang diberikan oleh suaminya setelah itu dia memakainya, rasanya jantungnya mulai berdebar-debar saat matanya sudah ditutup dan rasa penasarannya begitu tinggi.


Saat merasakan mobil telah berhenti Alice semakin penasaran, dimana mereka sekarang? Rasanya ingin mengintip tapi dia akan mengikuti perkataan suaminya.


"Berikan tanganmu honey."


Alice memberikan tangannya pada suaminya, dia keluar dari mobil dituntun oleh suaminya. Tidak hanya itu, Jacob juga menuntunnya berjalan dan dia tidak tahu mereka ada dimana saat ini.


Dia benar-benar gugup saat mendengar suara pintu dibuka, ingin rasanya dia membuka penutup mata yang dia pakai tapi harus dia tahan.


Saat melihat semua sudah siap, Jacob berbisik ditelinga istrinya.


"Kau sudah boleh membuka penutup matamu honey."


Ini yang dia tunggu jadi Alice membuka penutup matanya tanpa ragu, saat matanya telah terbuka tiba-tiba saja:


"Welcome home!"


Alice sangat kaget melihat semua orang ada disana, dia masih bingung jadi dia melihat sekelilingnya.


Matanya langsung berkaca-kaca saat melihat dimana mereka berada,rumahnya!


"Jac." dia mulai manangis.


"Yes honey, selama kau pergi aku membangun rumah ini seperti semula."


Kejutan inilah yang dia siapkan untuk istrinya, dia bahkan meminta keluarganya untuk datang, disana juga ada Marry, Jane dan Andrew.


"Oh Jac, terima kasih."Alice mengusap air matanya.


"Stt..honey, jangan menangis."


"Terima kasih kalian begitu baik dan sayang padaku."


"Apa yang kau katakan, kita sudah jadi keluarga bukan?"


Samantha mendekati menantunya dan memeluknya.


"Thank you mom."


"Sudahlah, Jacob memang harus melakukan hal ini dan katakan padaku jika dia menyakitimu."


"No mom, Jacob sangat sayang padaku."


"Itu bagus, jika dia berani akan aku tendang dia."


"Mom!!"

__ADS_1


Alice sangat senang, ini benar-benar diluar dugaannya, rumahnya yang sudah hancur dibangun kembali seperti semula bahkan setiap interior yang ada didalam sama seperti rumahnya dulu.


Alice menangis bahagia didalam pelukan ibu mertuanya, tidak saja rumahnya dibangun kembali tapi disana orang-orang yang hangat dan penuh cinta menyambutnya dan mereka adalah keluarganya sekarang.


__ADS_2