Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Ini sudah waktunya untuk kembali


__ADS_3

Saat itu disebuah desa di Inggris, desa itu bernama Castleton Derbyshire, didesa inilah Alice dan Marry berada.


Castleton adalah sebuah desa kecil yang terletak di distrik High Peak di kabupaten Derbyshire provinsi East Midlands Inggris.


Desa ini berada diantara dataran tinggi Dark Peak dan High Peak diujung barat Hope Valey dan dikelilingi tiga bukit diketiga sisinya.


Sesuai perkataan Marcos, desa Castleton memang sangat pas untuk menenangkan hati karena pemandangannya yang asri, udara segar dari perbukitan dan jauh dari hiruk pikuk keramaian kota benar-benar membuat Alice dan Marry betah tinggal disana.


Didesa ini Alice tinggal dengan kakak Marcos aunty Clara, dia membantu aunty Clara disebuah panti asuhan dengan mengajar anak-anak bermain piano.


Aunty Clara adalah kepala biarawati disebuah gereja didesa itu, tidak hanya itu aunty Clara juga kepala yayasan sebuah panti asuhan yang berada disamping gereja karena bangunan itu menyatu.


Tentu disana dia mengintropeksi dirinya dan mencoba berdamai dengan hatinya, pertama kali dia datang dia tenggelam dalam kesedihan dan rasa bersalah yang teramat dalam terhadap Jac-Jac.


Terkadang Alice menyembunyikan dirinya, menangis diam-diam. Tidak saja tenggelam dalam perasaan bersalahnya tapi dia juga menahan rindu terhadap Jac-Jac.


Dia juga berusaha menenangkan Marry didesa itu, menenangkan trauma Marry karena sejak kejadian itu, Marry menjadi lebih pendiam dan takut saat melihat pria bertato atau pria berambut gondrong.


Karena melihat keadaan Alice dan Marry, aunty Clara mengajak Alice untuk membantunya dipanti asuhan, setidaknya hal itu dapat membuat Alice tidak terlihat murung dan sedih sepanjang hari.


Dipanti asuhan itu juga Marry dapat belajar dan memiliki teman sampai dia mulai terlihat ceria dan mulai berani saat bertemu dengan pria bertato atau yang berambut gondrong.


Tapi bukan berarti Marry mau kembali, sudah berkali-kali Alice mengajaknya kembali tapi Marry tidak mau karena dia bilang,dia takut diculik saat mereka kembali.


Alice tidak bisa berbuat apa-apa karena dia sudah berjanji untuk menjaga Marry, dia selalu bersabar menanti sampai Marry mau kembali ke California walaupun dia sudah sangat merindukan Jac-Jac.


Waktupun terus berlalu dan tanpa terasa dia berada di Inggris di desa Castleton Derbyshire hampir satu tahun.


Alice melihat perbukitan yang ada didepannya dan menghembuskan nafasnya dengan berat. Selama setahun belakangan ini apa yang Jac-Jac lakukan?

__ADS_1


Apa Jac-Jac masih setia menunggunya? Oadahal dia sudah berjanji pada Jac-Jac agar tidak lama tapi nyatanya? Ini sudah hampir satu tahun dan dia berharap Jac-Jac mau memaafkan dirinya nanti jika mereka bertemu.


Saat itu aunty Clara menyentuh bahu Alice dan duduk disampingnya.


"Alice, kau tampak begitu murung ada apa?"


Alice tersenyum pada aunty Clara tapi setelah itu dia kembali melihat perbukitan yang ada didepannya.


"Aunty, aku hanya sedang merindukan seseorang."


"Apa kau sedang merindukan kekasihmu?"


Kurang lebih aunty Clara tahu kenapa kakaknya menitipkan Alice disana, lagi pula sewaktu Alice berada disana dia terlihat murung dan sedih sepanjang waktu dan aunty Clara menanyakan permasalah Alice, untungnya Alice mau menceritakan permasalahannya jadi dia bisa tahu apa yang sedang dialami gadis itu.


"Aku sangat merindukannya aunty, aku sudah sangat ingin kembali padanya tapi Marry? Dia belum mau kembali kesana sampai saat ini." air matanya mulai mengalir.


"Padahal aku sudah berjanji untuk kembali padanya dan aku sudah berjanji tidak akan lama, tapi ini sudah hampir satu tahun apa dia akan memaafkan aku jika aku kembali padanya?"


"Dengarkan aunty." Clara masih membelai rambut Alice untuk menghiburnya.


"Apa kau pernah menghubunginya selama kau berada disini?"


"Tidak."


"Kenapa? Seharusnya kau mengabarinya bukan?"


"Aku belum siap aunty, jujur saja aku belum siap bertemu dengannya lagi dan keluarganya sampai saat ini. Aku masih belum bisa memaafkan diriku sampai saat ini tapi aku telah berjanji padanya untuk kembali."


"Alice sayang dengarkan aku, tidak ada manusia sempurna didunia ini, tidak ada! Jadi jangan menghakimi dirimu sendiri dan berdamailah dengan dirimu. Jangan terlalu lama tenggelam dalam kesedihanmu dan segera temui dia, jangan membuatnya menunggu terlalu lama lagi setidaknya kau juga harus memikirkan perasaannya."

__ADS_1


"Tapi aunty, gara-gara aku?"


"Ssttt..sudahlah, mau sampai kapan kau hidup dalam perasaan bersalah. Bujuklah Marry, ajak dia kembali dan temui kekasihmu. Aku yakin mereka akan memaafkanmu jika kau meminta maaf dengan tulus tapi jika tidak?" aunty Clara melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Alice dengan lembut.


"Jika mereka tidak mau memaafkanmu kembalilah kemari, kau bisa jadi seorang biarawati disini denganku."


Alice mengusap air matanya yang tersisa menggunakan punggung tangannya, benar mungkin ini sudah waktunya dia kembali pada Jac-Jac. Dia berharap Marry mau kembali dan dia akan membujuknya nanti, dia akan memastikan kepada Marry jika tidak akan ada yang menculiknya lagi disana.


"Terima kasih aunty, aku akan segera membujuk Marry, jika mereka tidak mau memaafkan aku maka aku akan kembali kesini dan menjadi biarawati."


"Itu sangat bagus." aunty Clara segera bangkit berdiri.


"Aku menantikan kau kembali dan menjadi biarawati disini." goda aunty Clara.


Alice tertawa kecil, sepertinya menjadi biarawati tidaklah buruk. Mungkin akan dia lakukan jika Jac-Jac tidak mau memaafkan dirinya dan jika keluarga Jac-Jac menolaknya.


Dia tahu kesalahannya sangat fatal, tidak mungkin keluarga Jac-Jac mau memaafkannya dengan mudah jika mereka tahu, bahwa dialah yang hampir membunuh Jac-Jac.


Tapi dia akan meminta maaf pada mereka saat dia kembali nanti dan sepertinya dia harus menyiapkan hati untuk menghadapi keluarga besar Jac-Jac. Apapun nanti hasilnya dia akan terima tapi yang jadi penghalangnya selama ini adalah Marry.


"Tapi jangan lupa acara yang akan diadakan beberapa hari lagi, kau harus mewakili anak-anak yang ada dipanti asuhan ini dan kau boleh pergi setelah acara itu selesai, okay?" ujar aunty Clara sebelum dia melangkah pergi meninggalkan Alice


Acara? Dia hampir melupakan itu.


"Tentu aunty, aku akan melakukan yang terbaik diacara nanti, anggap ini balas budiku pada aunty dan semua yang ada disini. Aku pasti tidak akan mengecewakan kalian."


"Itu bagus, lebih baik kau segera membujuk Marry." setelah berkata demikian aunty Clara meninggalkan Alice dan masuk kedalam panti asuhan.


Alice kembali memandangi perbukitan yang ada didepannya sambil berkata:

__ADS_1


"Jac-Jac, semoga saat kita bertemu kau tidak membenciku karena telah membuatmu lama menunggu dan aku berharap keluargamu mau memaafkan kesalahanku."


Alice segera bangkit berdiri dan segera melangkah memasuki panti asuhan untuk membujuk Marry, semoga Marry mau mendengarkannya dan mau kembali.


__ADS_2