Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Penutup telinga


__ADS_3

Saat tersadar dari obat bius yang ditembakkan ketubuhnya, Lucas terbangun disuatu tempat, tempat yang dingin dan menyeramkan.


Entah kenapa dia merasa seperti itu, walaupun disana ada beberapa orang yang berjaga tapi dia tahu tempat itu benar-benar mengerikan. Dia tahu dia ada ditempat siapa, tapi selama beberapa hari dia diberi makan dan minum, setidaknya dia masih hidup.


Tapi dia tidak tahu sebentar lagi dia akan mendapat siksaan yang mengerikan, siksaan yang jika dibayangkan saja akan sangat mengerikan sampai membuat bulu roma meremang apalagi jika dirasakan karena saat itu Jacob dan Andrew sudah turun dari mobilnya dan berjalan ketempat itu.


Mereka berjalan masuk kedalam tempat itu dan pada saat anak buahnya yang berada disana melihat kedatangan bosnya mereka menunduk hormat.


Kedua tangan Lucas diikat dengan rantai dan direntangkan begitu juga dengan kakinya, kakinya terikat dengan rantai dan sebuah bola besi menjadi pemberatnya .


Lucas tampak tertunduk, dia tidak tahu akan sampai kapan dia seperti itu tapi pada saat dia menyadari kedatangan Jacob Smith, dia mengangkat kepalanya melihat kearah pria yang menatapnya dengan tatapan membunuhnya.


"Jacob Smith, apa yang ingin kau lakukan padaku?" tanyanya.


"Wah..wah..kau tampak sudah tidak sabar dan itu sangat bagus!"


Jacob berdiri dihadapan Lucas, melihat Lucas dengan tatapan penuh kemarahan. Karena pria itulah yang telah membuat Alice pergi darinya dan hari ini dia akan memberikan pelajaran pada orang yang telah membuat Alice menyalahkan dirinya dan membenci dirinya sendiri, orang yang telah membuat Alice kesepian karena kehilangan keluarganya dan tidak hanya itu, orang yang telah membuat Marry trauma hingga Alice memutuskan untuk pergi meninggalnya demi Marry.


Hari ini tidak akan dia lepaskan sekalipun Lucas memohon dibawah kakinya, tidak akan dia lepaskan!


"Sebaiknya kau nikmati waktumu yang ada karena sebentar lagi siksaan akan segera dimulai."


Andrew memberikan sebuah kursi dan Jacob duduk disana tapi matanya, masih menatap Lucas dengan penuh kebencian.


"Hei Jacob Smith, bunuh aku sekarang!" teriak Lucas.


"Jangan buru-buru Lucas, aku pastikan kematianmu tidak akan lama dan aku pastikan kematianmu tidak akan mudah!"


Lucas menelan Ludahnya dengan kasar, dia sudah sering mendengar kekejaman keluarga Smith dalam mengeksekusi lawannya dan sampai sekarang, belum ada yang tahu bagaimana bentuk kekejaman mereka.


Ada yang bilang mereka melenyapkan musuh mereka tanpa sisa tapi tidak ada yang tahu bagaimana mereka menghabisi musuh-musuh mereka sampai saat ini.


"Apa kau tidak mampu menghabisiku sampai kau menyekapku seperti ini?" Lucas mulai memancing, itu dia lakukan supaya Jacob langsung menghabisinya.


Bisa dia lihat alat penyiksaan yang ada diruangan itu? Semuanya ada dan itu sangat mengerikan.


"Jangan terburu-buru, aku sedang berpikir harus dari mana aku menyiksamu, dari tangan dulu? Atau yang lain?" Jacob bangkit berdiri dan berjalan kearah Lucas, dia berdiri dihadapan Lucas dan menatapnya dengan tajam.


Menyiksa? Lucas tampak berusaha membasahi tenggorokannya yang kering, dia jadi membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Jacob Smith padanya.


"Setelah aku lihat aku tidak suka tato ditanganmu, aku tidak suka dengan orang yang mengabaikan peringatanku dan sepertinya aku juga tidak suka dengan tanganmu yang telah menyentuh milikku. Jadi kita mulai dari jari tanganmu terlebih dahulu!" katanya dengan dingin.

__ADS_1


Andrew menghampiri bosnya dan memberikan sebuah gunting yang begitu tajam kepada bosnya. Jacob mengambil gunting itu dari tangan Andrew dan berjongkok dihadapan Lucas.


"Andrew, kau pergi bakar dua lempengan besi kedalam api dan kalian lepaskan rantai yang mengikat tangannya dan pegang yang kuat!" perintahnya kepada anak buahnya.


"Baik master, tapi bolehkah aku menutup telingaku selama membakar lempengan besi itu?" pinta Andrew.


"Kenapa?"


"Maaf master tapi aku hanya ingin mendengar jeritan istriku saja."


"Kalau begitu tutup telingamu menggunakan batu!"


"Baiklah, tidak jadi!" Andrew segera pergi untuk melakukan tugasnya yang pastinya teriakan menyeramkan akan segera terdengar dari tempat itu.


"Hei Jacob Smith, apa yang mau kau lakukan?"


Pada saat itu tangan kanan Lucas dipegang oleh anak buah Jacob.


"Luruskan jarinya." perintahnya.


Sesuai intruksi, dimulai dari jari telunjuk Lucas, jarinya diluruskan dan dipegang dengan erat olah anak buah Jacob.


"Kau ingin memotong jariku? Aku tidak takut!" teriak Lucas.


Jacob bangkit berdiri, membuang guntingnya tapi kemudian dia memberi perintah kepada anak buahnya.


"Masukkan jarinya kedalam mesin penggiling daging!"


"Apa? Hei apa kau gila!" teriak Lucas.


"Aku memang gila apalagi ada yang berani mengganggu milikku, laksanakan!"


Suara penggiling daging mulai berbunyi sedangkan Lucas mulai ketakutan saat jarinya mulai dimasukkan kedalam mesin itu.


Suara mesin penggiling daging dan teriakan Lucas menjadi satu dan menggema ditempat itu, Andrew sampai merinding mendengarnya begitu juga dengan anak buah Jacob yang ada disana tapi tidak untuk seseorang. Jacob melihat kearah Lucas dengan dingin dan menikmati setiap ekspresi kesakitan dari wajah Lucas.


"Oh sial, seharusnya aku mencari batu kecil diluar sana yang cukup untuk menutup telingaku!" Andrew mengerutu sambil melihat lempengan besi yang tampak sudah membara.


"Oke stop, jangan digiling semua karena aku sudah menyiapkan permainan yang lain untuknya."


Saat mendengar perintah bosnya, tangan Lucas diangkat dari mesin penggiling daging dan mesin itupun dimatikan.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya?" Jacob mengangkat dagu Lucas menggunakan ujung sepatunya.


"Kau gila, kau benar-benar pria gila!" Lucas memegangi tangannya yang terus mengeluarkan darah.


"Terima kasih atas pujianmu."


Andrew mendekati bosnya sambil membawa dua lempengan besi yang telah panas dan tampak membara.


"Master."


"Bagus, pegang dia kuat-kuat dan bakar kedua telinganya secara bersamaan!" perintahnya.


"Ya ampun, semoga setelah ini tidak ada orang bodoh yang berakhir ditempat ini." gerutu Andrew.


Dia berjalan kearah Lucas dengan dua lempengan besi panas ditangannya, Lucas tidak bisa melakukan apapun saat anak buah Jacob memegangi dengan kuat.


Dia hanya bisa melotot melihat besi panas yang mulai mendekati telinganya, ini benar-benar mengerikan.


"Jacob Smith, maafkan aku, maafkan aku!!" teriaknya frustasi.


Sialan, dia benar-benar sudah salah mencari lawan. Seharusnya dia menyadari dengan cepat bahwa milik Jacob Smith yang dia sentuh adalah Alice Walker.


"Tidak ada maaf untukmu dan seharusnya kau tidak melanjutkan membalas dendam terhadap keluarga Walker!"


"Seharusnya kau sudah puas saat kau membunuh keluarga Adam Walker dan melepaskan Alice dan Marry, tapi kau terlalu serakah dengan ambisimu. Harus kau tahu, penjahat seperti kalian memang pantas mati!"


"Andrew, lakukan!" teriaknya.


Saat itu juga Andrew dengan seorang lainnya mendekatkan lempengan besi yang berada ditangan mereka ditelinga Lucas secara bersamaan.


"Aarrrrggghhhh!!!!" teriakan Lucas terdengar begitu mengerikan.


Setelah dirasa cukup Andrew menarik lempengan besi itu dari telinga Lucas begitu juga dengan anak buahnya.


Lucas tergeletak diatas lantai menahan sakit yang luar biasa ditangan dan telinganya yang terbakar.


"Ck, jangan biarkan dia mati karena pertunjukkan ini belum selesai." Jacob melihat kearah Lucas yang sudah tampak tidak berdaya dengan tatapan penuh kebencian.


"Master, apa yang harus aku siapkan?"


"Siapkan sebuah kandang disini, rawat lukanya dan jangan biarkan dia mati. Besok aku ingin menonton pertunjukkan gulat."

__ADS_1


"Siap bos." jawab anak buahnya secara bersamaan.


Jacob segera melangkah pergi begitu juga dengan Andrew, besok dia harus menyiapkan penutup telinga.


__ADS_2