Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Sunset


__ADS_3

Matahari mulai condong kearah barat menandakan jika hari sudah beranjak sore, saat itu sudah pukul tiga sore.


Alice sedang menyisir rambut panjangnya dan mengikatnya keatas, sebentar lagi dia akan menikmati pemandangan matahari terbenam di Maldive island dengan suaminya sedangkan Jacob berada didekat kolam renang memandangi laut biru yang indah dan tenang.


Alice tampak sudah siap dengan baju santainya, dia memakai kaus dipadukan dengan celana pendek karena mereka akan berjalan-jalan disepanjang pasir putih yang ada dipulau itu untuk menikmati matahari terbenam dipulau yang indah.


Setelah selesai Alice melangkah keluar untuk mencari suaminya,dia langsung memeluk suaminya dari belakang dan memasukkan kepalanya dibawah lengan suaminya.


"Jac-Jac."


"Yes honey." Jacob memandangi istrinya sambil tersenyum.


"Aku sudah siap."


Jacob memutar tubuhnya dan memeluk Alice, dia suka dengan penampilan Alice yang tidak terbuka dan terlihat sopan.


"My honey, you look so beautiful." bisiknya sementara bibirnya sudah mendarat dipipi istrinya.


Alice benar-benar bahagia, Jacob selalu memperlakukannya dengan manis sampai dia sendiri bingung bagaimana membalas perlakuan Jacob terhadapnya.


Mereka berpelukan cukup lama disana menikmati semilir angin yang menerpa mereka.


"Jac-Jac, aku jadi rindu dengan Marry, apa yang dia lakukan saat ini?"


"Dont worry honey, Marry sedang berada di Paris dengan yang lainnya dan Marry sedang bersenang-senang dengan semuanya."


"Are you serious?"


"Yes honey, jika kau rindu dengannya kau bisa video call dengannya."


"Baiklah, aku akan melakukannya nanti malam."


"Itu bagus." Jacob membelai rambut panjang Alice dan menciumi wajahnya kembali, sepertinya sudah waktunya mereka pergi untuk menikmati matahari terbenam.


"Kalau begitu ayo kita pergi honey, setelah itu aku akan membawamu makan malam romantis dengan para ikan."


Alice melepaskan pelukannya dan melihat suaminya, makan dengan para ikan? Apa mereka akan menyelam dilaut untuk melihat terumbu karang?


Atau ada sebuah restoran dibawah laut? Dia jadi sangat penasaran.


"Apa kita akan menyelam Jac-Jac?" tanyanya.


Jacob langsung terkekeh,dia juga menarik hidung istrinya dengan gemas.


"No my honey, wait tonight, this is a surprise for you."


"Oh yeah?"

__ADS_1


"Yes, so let's go honey."


Jacob mangandeng tangan istrinya, sebelum mereka keluar dari kamar Alice menyambar tasnya.


Mereka berdua berjalan diatas jembatan yang terbuat dari papan sambil bergandengan tangan, walaupun matahari masih bersinar dengan terang tapi angin laut yang menerpa mereka terasa begitu sejuk.



Terkadang mereka berhenti dan duduk disisi jembatan untuk melihat dasar laut yang dangkal, karena air laut Maldive island begitu jernih membuat mereka bisa menikmati pemandangan yang ada dibawah sana.


Alice menggoyangkan kedua kakinya sedangkan Jacob memeluk pinggangnya dengan erat, mereka benar-benar menikmatinya, menikmati kebersamaan mereka.


Setelah dirasa cukup, mereka berdua bangkit berdiri dan kembali berjalan diatas jembatan untuk menuju pulau kecil yang indah.


Jacob merangkul pinggang istrinya begitu juga dengan Alice, dia juga merangkul pinggang suaminya.


Mereka berjalan sambil bercanda, sesekali Alice tampak tertawa karena candaan yang dilemparkan oleh suaminya. Mereka berdua tampak begitu bahagia dan waktu seperti itu tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.


Saat sudah tiba dipulau kecil nan indah, mereka mencari tempat disana untuk menunggu matahari terbenam.


Dipinggir pantai banyak terdapat gazebo yang terbuat dari kayu dan beratapkan daun, disanalah mereka akan duduk sambil menunggu matahari terbenam.


Saat mereka hendak duduk digazebo Alice melihat suatu tempat yang tidak jauh dari mereka, dia jadi mengurungkan niatnya dan turun dari gazebo.


"Jac-Jac, tunggu disini aku ingin membeli sesuatu."


"Aku ingin membeli buah kelapa untuk kita."


"Biar aku yang lakukan honey,kau diam saja disini."


"Tidak apa-apa Jac-Jac, aku juga ingin membeli es cream."


Sebelum Jacob mengatakan sesuatu Alice sudah berlari kecil,bJacob melihat kepergian istrinya dengan senyum mengembang diwajahnya.


Matanya terus mengekori Alice sampai Alice masuk kesuatu tempat tapi pada saat itu dua orang wanita melihat kearahnya dan berjalan kearahnya.


Seorang pria tampan sendirian dipulau eksotis? Sungguh tidak perlu dilewatkan.


Kedua wanita itu mendekati Jacob dan menyapanya:


"Hallo, apa kau sendirian saja? Boleh kami bergabung?"


Jacob melihat kedua wanita itu dengan malas,bdia juga menjawab dengan cepat:


"Tidak!"


"Oh ayolah, kau sedang sendirian bukan?"

__ADS_1


Tanpa permisi kedua wanita itu naik kegazebo dan duduk disana, hal itu benar-benar membuat Jacob kesal. Bagaimana jika Alice melihatnya dan salah paham?


"Ck kalian benar-benar! Sebaiknya segera pergi sebelum kalian dilempar dengan buah kelapa!"


Kedua wanita itu langsung tertawa, boleh juga. Siapa yang akan melemparnya?


Mereka terus menggoda Jacob sampai Jacob kesal, jika bukan sedang di Maldive island sudah dia habisi kedua wanita yang terus menempelinya itu.


Jacob segera turun dari gazebo, lebih baik dia menyusul Alice tapi kedua wanita itu mengikutinya dan memegangi tangannya. Mereka ingin mengajak Jacob menikmati cocktail malam ini disebuah bar, lebih menyenangkan bukan jika ditemani seorang pria tampan.


Jacob semakin kesal, ini benar-benar menguji kesabarannya! Rasanya sangat ingin dia pukul kedua wanita itu dan jujur saja tangannya sudah gatal ingin melakukan hal itu.


Sementara itu Alice,dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia segera kembali kegazebo tadi dengan dua es cream ditangannya, dia tidak mau membuat suaminya menunggu lama.


Alice berjalan mendekati gazebo dan langkahnya langsung terhenti saat melihat Jacob sedang digoda oleh dua orang wanita.


Baru saja ditinggal sebentar tapi sudah menarik perhatian? Sepertinya wajah Jac-Jac harus diberi lumpur.


Alice mendekati suaminya dengan kesal, saat Jacob melihat kedatangan Alice dia diam saja, tapi kenapa Alice tidak membawa buah kelapa? Dia harap kedua wanita itu dilempar menggunakan buah kelapa.


Saat sudah mendekati suaminya tanpa ragu Alice melemparkan es cream yang dipegangnya kearah kepala kedua wanita yang telah berani menggoda suaminya, jika dia tahu seharusnya dia membawa sendiri buah kelapa yang dia beli untuk melempar kedua wanita itu.


"Aduh!" kedua wanita itu langsung memegangi kepalanya yang dilempar Alice.


Alice langsung memutar langkahnya sedangkan Jacob mengejar istrinya.


"My honey, tunggu!" Jacob langsung meraih tangan Alice dan menarik istrinya kedalam pelukannya.


"Apa kau marah honey?"


"Aku tidak marah, aku hanya kesal!"


Jacob langung terkekeh, apa bedanya?


"Hei kau bilang ingin membeli buah kelapa? Mana? Padahal aku berharap kau melempar mereka dengan buah kelapa."


"Jika aku tahu sudah aku bawa sendiri buah kelapanya dan sudah aku lempar mereka dengan buah itu!"


Jacob kembali terkekeh, dia sangat senang istrinya cemburu. Dia segera merangkul pinggang Alice dan berkata:


"Ayo kita beli ec cream lagi."


Mereka berjalan bersama untuk membeli es cream, setelah mendapatkan es creamnya mereka berdua berjalan bersama diatas pasir putih sambil berpegangan tangan.


Mereka sudah melupakan buah kelapa yang mereka beli, mereka terus menyelusuri pasir putih yang indah dan pada saat matahari mulai terbenam, mereka menghentikan langkah mereka untuk memandangi sunset yang indah.


Jacob berdiri dibelakang Alice dan memeluki istrinya sedangkan Alice bersandar pada bahu suaminya, mereka berdua menikmati pemandangan sunset yang begitu indah berdua di pulau yang indah.

__ADS_1



__ADS_2