Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Kecemburuan Alice


__ADS_3

Saat itu Alice turun dari mobil taxi yang ditumpanginya dan masuk kedalam sebuah restoran fastfood yang ada untuk mengisi perutnya.


Alice memesan sebuah burger dan kentang goreng dan duduk sendiri disana, tapi pada saat itu Jacob dan Andrew masuk kedalam restoran fastfood itu dan duduk tidak jauh darinya.


Alice melihat kedua pria itu tidak percaya, kenapa Jacob mengikutinya? Tapi kedua pria itu hanya duduk disana tanpa mendekatinya.


Andrew bangkit berdiri untuk memesan makanan, sedangkan Jacob duduk membelakangi Alice dan memainkan ponselnya tapi tidak lama kemudian Andrew kembali lagi dengan makanan ditangannya.


Saat itu dua orang wanita masuk kedalam restoran itu dan pada saat melihat Jacob dan Andrew kedua wanita itu langsung menghampiri kedua pria tampan itu.


"Hai, boleh kami bergabung?" tanya salah seorang wanita itu.


"Boleh saja."bjawab Jacob dengan malas.


Tidak menunggu lagi kedua wanita itu langsung duduk, yang satunya duduk disebelah Jacob dan yang satunya lagi disebelah Andrew.


Saat melihat itu membuat hati Alice menjadi panas, Alice menggenggam gelas colanya dengan erat sampai air cola yang berada didalam gelas itu tumpah ditangannya.


Hatinya semakin panas saat melihat wanita yang duduk disamping Jacob menempel pada pria itu sedangkan Jacob diam saja.


Alice benar-benar kesal, waktu itu Jacob menempel dengan seorang tante-tante tapi sekarang malah menempel dengan seorang wanita yang baru dikenalnya.


"Dasar playboy!! Maki Alice kesal.


Dalam hatinya mengutuki Jacob, beberapa saat lalu pria itu bilang jika dia adalah miliknya tapi sekarang, pria itu malah begitu dekat dengan wanita yang baru dikenalnya dengan mudah.


Alice membuang pandangannya kesamping melihat jalanan diluar sana, tapi walau begitu gadis itu tampak tidak tenang.


Dengan ujung matanya, Alice melirik kearah Jacob yang masih membiarkan wanita yang duduk disebelahnya menempel padanya.


"Jangan sentuh dia, ja**ng!!" maki Alice pelan.


Entah kenapa dia sangat ingin melempar wanita itu dan menarik wanita itu menjauhi Jacob.


Alice segera meraih roti burger yang belum disentuhnya dan menggenggam roti itu hingga membentuk sebuah bola.


Dia ingin melempar wanita itu dengan roti burger yang telah membentuk sebuah bola ditangannya, Alice mulai mengarahkan roti burger itu kearah kepala wanita itu, dia yakin lemparannya tidak akan meleset apalagi jarak mereka tidak jauh.


Alice melemparnya dan?

__ADS_1


"Auuu!!" wanita itu memegangi kepalanya karena terkena lemparan dari Alice.


"Apa-apaan ini?" wanita itu melihat sebuah bola roti yang jatuh disisinya.


Jacob memalingkan wajahnya melihat kearah Alice tapi Alice sudah membuang pandangannya melihat keluar sana, dia berpura-pura jika bukan dialah pelakunya.


Senyum Jacob mengembang diwajahnya, dia tahu siapa yang melakukan itu apalagi saat melihat roti yang berada diatas burger yang dipesan oleh Alice sudah tampak hilang.


"Hei, are you oke?" Jacob pura-pura tampak kawatir dan mengusap kepala wanita itu.


Mata Alice melotot melihatnya, beraninya Jacob melakukan itu didepannya?


"Tidak apa-apa, sepertinya ada yang iri padaku karena dekat dengan pria tampan sepertimu." jawab wanita itu dengan manja.


Jacob hanya terkekeh, dia sangat ingin melihat reaksi Alice lebih lanjut. Sesuai saran aunty Silvia, dia harus jual mahal walaupun dia tidak suka didekati wanita itu.


"Sepertinya memang ada yang iri karena aku dekat dengan wanita cantik sepertimu." godanya.


Alice tidak tahan mendengarnya, gadis itu mengeluarkan headset dari dalam tasnya, memasangkan benda itu diponselnya dan mendengarkan musik dari ponselnya.


Wanita itu semakin bertingkah manja sampai membuat Alice geram saat melihatnya. Alice mengeluarkan surat pengunduran dirinya dari map yang diletakkannya diatas meja, hatinya benar-benar kesal karena Jacob membiarkan wanita itu menempel padanya dan yang lebih membuat hatinya kesal saat melihat Jacob menyentuh kepala wanita itu didepannya.


Karena begitu emosi membuat Alice lupa jika itu adalah surat pengunduran dirinya yang hendak dia kirimkan hari ini.


Alice menggumpal kertas itu dengan erat agar gumpalan itu menjadi padat supaya saat bola kertas itu mengenai wanita yang sedang berada disamping Jacob, wanita itu akan merasakan sakit, walaupun tidak begitu sakit yang penting dia puas.


Setelah dirasa cukup, Alice kembali mengarahkan bola kertas kearah kepala wanita itu dan bersiap melemparkan bola kertas yang berada ditangannya dan bergumam:


"Jangan sentuh dia!"


Alice kembali melempar wanita itu dengan gumpalan kertas yang telah dibentuk menjadi sebuah bola padat dan?


"Bhuk!!" lemparannya tepat sasaran.


Setelah melempar itu Alice langsung membuang pandangannya keluar jendela dan lagi-lagi berpura-pura jika bukan dialah pelakunya.


"What the f*ck!!" wanita itu mulai kesal dan bangkit berdiri. Kali ini yang dia lihat sebuah gumpalan kertas yang jatuh disisinya.


Pasti ada seseorang yang sengaja melemparnya karena tidak mungkin disana ada hantu usil yang akan melempar pengunjung yang sedang berduaan. Tapi wanita itu tidak tahu dia memang dilempar oleh seorang gadis yang sedang cemburu padanya.

__ADS_1


Wanita itu benar-benar marah, wanita itu melihat kearah belakang dan tampak Alice duduk tidak jauh dari mereka dan memang hanya ada gadis itu dibelakang mereka.


Dengan cepat wanita itu berjalan kearah Alice dan menggebrak meja dengan kencang.


"Hei kau!!"


Alice memalingkan wajahnya, melepaskan headset dari telinganya dan menatap wanita itu dengan tajam.


"Ya?" Alice pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi.


"Apa kau yang melemparku?" tanya wanita itu kesal.


"Mana aku tahu!" jawab Alice pura-pura.


Alice mulai meraih ponselnya dan memasukkan benda itu kedalam tas.


"Jangan pura-pura kau, hanya kau yang duduk dibelakang kami!" wanita itu semakin kesal.


"Nona jangan menuduh orang sembarangan, apa kau punya bukti?" tanya Alice pula.


Wanita itu mengepalkan tangannya, memang dia tidak punya bukti tapi dia sangat yakin gadis itulah yang melemparnya.


Alice segera bangkit berdiri dan meraih tasnya, dia juga mengambil mapnya yang telah kosong diatas meja.


Alice segera melewati wanita itu tapi sebelum itu Alice menghentikan langkahnya dan menatap wanita itu dengan tajam.


"Aku peringatkan padamu,jangan mendekati atau menyentuh milik orang sembarangan." ancamnya.


"What?" wanita itu benar-benar tidak mengerti.


Setelah berkata demikian Alice segera melangkah pergi, melewati Jacob begitu saja.


Senyum Jacob semakin lebar, sepertinya rencananya tidak sia-sia membiarkan wanita itu mendekatinya.


"Andrew, ayo pergi." ajaknya.


Jacob bangkit berdiri begitu juga Andrew, mereka segera keluar dari restoran fastfood itu.


Sedangkan wanita yang sedang sial itu,menatap kepergian kedua pria itu dengan heran begitu juga dengan sahabatnya.

__ADS_1


Sepertinya hari ini mereka sedang sial!


__ADS_2