Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Aku akan membuatmu hamil


__ADS_3

Saat tengah malam, Jacob masih berada diruang tamu rumah Alice, dia benar-benar depresi kenapa Alice belum juga kembali.


Ini sudah sangat larut malam,jika Alice selamat dari peledakan itu kenapa belum juga kembali? Tapi dia tetap berharap Alice selamat saat ini.


Jacob meraih ponselnya, mencoba menghubungi Alice kembali tapi lagi-lagi tidak ada jawaban karena ponsel Alice sedang nonaktif.


Jacob mengusap wajahnya, frustasi!bagaimana jika sampai Alice benar-benar mati terkena ledakan bom disana?


Apa yang harus dia katakan pada Marry? Dan bagaimana nasib Marry nantinya jika tidak ada Alice?


Jacob bangkit berdiri, ini sudah sangat larut dan dia juga sudah mengantuk. Jacob berjalan kearah kamar Alice hendak masuk kedalam sana.


Dia akan menunggu Alice didalam sana dan dia berharap Alice segera kembali supaya hatinya bisa tenang.


Jacob mulai melangkah mendekati kamar Alice tapi saat dia sudah berdiri didepan pintu kamar Alice, terdengar suara pintu diluar sana dibuka oleh seseorang, Jacob langsung menghentikan langkahnya saat mendengar itu.


"Sialan, hari yang sangat melelahkan!" gerutu Alice kesal.


Alice menutup pintu rumahnya kembali dan membuka sepatu yang dipakainya.


Saat mendengar suara Alice diluar sana, Jacob langsung memutar langkahnya dan berjalan dengan cepat untuk menemui gadis yang sudah membuatnya kawatir setengah mati.


Jacob melihat Alice yang sedang meletakkan sepatunya dirak sepatu dan langsung mendekati gadis itu, rahangnya mengeras dan perasaannya campur aduk, kesal dan senang menjadi satu.


Jacob kesal karena Alice mematikan ponselnya sehingga membuatnya khawatir setengah mati dan senang karena Alice telah kembali dalam keadaan baik-baik saja.


Alice sangat heran melihat Jacob yang berjalan kearahnya dengan cepat, ada apa dengan pria itu?


"Jacob."


Tanpa basa basi, Jacob langsung memeluk Alice dengan erat. Sekarang dia sangat lega melihat Alice telah kembali dalam keadaan baik-baik saja.


"Jacob ada apa denganmu?" Alice sangat heran.


"Diam!" untuk pertama kalinya Jacob membentak Alice dan itu sungguh membuat Alice tambah heran.


"Hei aku cuma bertanya padamu, kenapa kau marah seperti ini?" Alice tidak terima.


Kenapa Jacob malah membentaknya? Memangnya kesalahan apa yang telah diperbuatnya?


"Kau benar-benar bisa membuatku mati muda!" kata Jacob kesal.


"Apa maksudmu Jacob?" Alice sungguh tidak mengerti.

__ADS_1


"Alice sayang, aku sangat kawatir padamu, apa kau tidak tahu?"


Alice mengernyitkan dahinya, pelukan Jacob begitu erat dan tampak kekawatiran dari wajahnya.


"Jacob, apa maksudnya?" Alice kembali mengulangi pertanyaannya.


"Alice, apa kau tidak tahu bagaimana perasaanku saat melihat tempatmu bekerja telah meledak dan terbakar?"


"Dari mana kau tahu Jacob?"


"Tentu saja aku tahu!!" Jacob kembali membentak.


Jacob menyembunyikan wajahnya dibahu Alice, dia tidak akan membiarkan gadis itu melihat bagaimana wajahnya saat ini.


"Kau gadis bodoh, aku kira kau telah mati meledak disana! Aku telah menghubungimu puluhan kali tapi beraninya kau mematikan ponselmu."


"Aku menunggu disini dengan cemas dengan berjuta pertanyaan dalam hatiku apa kau masih hidup atau tidak!!" Jacob menarik nafasnya, berusaha menenangkan dirinya.


"Aku sungguh-sungguh takut kau telah mati meledak disana Alice!"


"Maaf Jacob."


Alice mulai mengerti kenapa Jacob terlihat seperti itu, Alice mengangkat kedua tangannya untuk memeluk Jacob dan membelai kepala pria itu.


Jacob mengangkat kepalanya, melihat wajah Alice yang tampak kelelahan dan menciuminya.


"Katakan padaku, dimana kau berada saat tempatmu bekerja diledakkan?"


Alice tersenyum padanya, dengan pelan Alice mengusap wajah Jacob yang tampak menghawatirkan dirinya dan menciumi wajah pria itu.


"Saat itu aku sedang bertugas Jacob, bukankah saat aku mengirimkan pesan aku sudah katakan padamu jangan mengangguku yang sedang bertugas!"


"Hei kau cuma bilang jangan mengangguku yang sedang bekerja!" sela Jacob dengan cepat.


Ya,saat kantor kepolisian tempat Alice bekerja meledak, sebelumnya gadis itu bersama dengan seorang rekannya mendapat tugas untuk pergi menangkap seorang kriminal yang sedang menyembunyikan diri disuatu tempat.


Saat mendapat perintah, Alice dan rekannya langsung pergi untuk melakukan pengintaian untuk menangkap sikriminal.


Dan pada saat Jacob mengirimkan pesan menanyakan keadaannya, saat itu Alice sedang berangkat ketempat persembunyian kriminal itu berada dengan rekannya.


Karena tidak mau diganggu dengan suara ponselnya sehingga bisa menggagalkan misi pengintaiannya dengan rekannya jadi Alice mematikan ponselnya.


Bahkan pada saat itu dia tidak tahu jika kantor kepolisian tempatnya bekerja telah dibom oleh seseorang.

__ADS_1


Saat hari telah sore, Alice kembali dengan rekannya dan begitu shock mendapati tempat mereka bekerja telah hancur dan terbakar.


Karena tempat itu telah terbakar jadi Alice dan para kepolisian yang ada mulai memindahkan para tahanan yang ada kepenjara lain.


Dia juga membawa kriminal yang ditangkapnya dan membawa serta kriminal itu bersama kriminal yang ada untuk dipindahkan.


Mereka bekerja mengevakuasi para tahanan dan tentu saja mengumpulkan barang bukti serta cctv yang telah terbakar oleh kobaran api.


Bahkan banyak petugas yang mati didalam kepolisian itu sehingga tidak ada saksi, mereka bekerja sampai tengah malam makanya dia baru bisa kembali setelah pekerjaannya selesai dan dia juga lupa untuk menyalakan ponselnya kembali.


Alice kembali memeluk tubuh Jacob dengan erat, dia tahu pria itu sangat menghawatirkannya, seharusnya dia memberi kabar pada pria itu.


"Aku minta maaf Jacob, maaf telah membuatmu kawatir dan maaf tidak memberimu kabar." Alice membenamkan wajahnya didada bidang Jacob.


"Begitu aku kembali dari tugasku, aku harus membantu rekanku untuk mengevakuasi para tahanan yang ada disana." jelasnya.


Jacob memejamkan matanya dan memeluk gadis itu dengan erat.


"Sudahlah sayang, tapi mulai sekarang berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan mematikan ponselmu lagi dan apapun yang terjadi diluar sana kau harus memberi tahuku."


Alice memandangi Jacob dan mengusap wajah tampannya.


"Aku berjanji padamu."


Senyum mulai mengembang diwajah Jacob, pria itu mulai menunduk dan mengecup bibir Alice dengan lembut.


Untuk sesaat mereka saling pandang, Alice mulai berjinjit, melingkarkan tangannya keleher Jacob dan menciumi bibir pria itu.


Hal itu tidak disia-siakan oleh Jacob, dia langsung menyambut bibir Alice dan me**atnya.


Mereka melepaskan ciuman mereka saat sudah hampir kehabisan nafas tapi Jacob kembali menciumi pipi Alice dan berbisik ditelinganya.


"Sayang, aku akan membuatmu hamil supaya kau berhenti dari pekerjaanmu."


"Apa?"


Tidak menunggu lagi, Jacob langsung menggendong tubuh Alice dan membawa gadis itu menuju kamarnya.


"Jacob, jangan bercanda."


"Aku tidak bercanda sayang jadi bersiaplah!" Jacob langsung membungkam bibir Alice, dia tidak memperdulikan Alice yang memberontak didalam gendongannya.


Jacob membawa Alice masuk kedalam kamar gadis itu, dia akan berusaha mengikat gadis itu bagaimanapun caranya.

__ADS_1


__ADS_2