
Selama Alice makan masakan neneknya, tak henti-hentinya Jacob melotot kearah istrinya, Alice tidak sadar dia sedang diincar oleh suaminya sendiri.
Lagi pula siapa suruh meminta suaminya memakai kostum superhero? Tidak hanya itu saja, para lelaki juga harus terkena imbasnya.
Saat mereka sudah melepaskan pakaian super memalukan itu, mereka langsung pulang kerumah, jangan sampai ada permintaan memalukan lainnya lagi.
Walaupun begitu, kejadian yang menimpa mereka tidak akan mereka lupakan untuk seumur hidup mereka.
Pada saat itu juga Edward langsung mengajak Amanda pulang ke Colorado, dia tidak mau berlama-lama lagi disana untuk mengalami kejadian yang sama lagi.
Sepertinya para wanita memang bekerja sama untuk mengerjai mereka, seharusnya dia tinggal dirumah saja menjaga Henry dan lain kali dia tidak mau ikut lagi, kapok!
Bukan saja Edwrad yang kapok,tapi yang lainya juga kapok. Begitu juga dengan Jacob, lain kali jika istrinya ingin meminta sesuatu padanya maka dia akan menanyakan permintaan istrinya dengan rinci terlebih dahulu barulah dia akan mengabulkan permintaan istrinya.
Jangan sampai kejadian yang memalukan menimpanya lagi untuk kedua kalinya karena dia tidak akan pernah mau lagi melakukannya.
Setelah kepergian keluarganya,Alice membuka makanan yang dibawakan untuknya, makanan itu ada diatas meja makan.
Dia memang sudah lapar jadi dia menyiapkan makanan untuknya dan juga untuk suaminya, dia tidak tahu suaminya mengincarnya dengan tatapan tajamnya selama mereka makan.
Alice tersenyum pada suaminya dengan manis, hari ini dia benar-benar senang karena keinginannya dikabulkan.
Dia tahu suaminya masih marah tapi nanti dia akan membujuk suaminya baik-baik supaya suaminya tidak marah dengannya lagi.
Jacob melihat wajah istrinya yang tampak begitu senang dan berkata dalam hati:
"Lihat saja nanti karena setelah ini aku akan menghukummu dan tidak akan melepaskanmu!"
"Jac, apa kau mau nambah?" Alice bertanya saat melihat piring suaminya yang sudah kosong.
Jacob hanya menggelengkan kepalanya, dia sudah selesai dan dia sudah tidak sabar ingin memberi istrinya hukuman.
Karena mereka sudah selesai makan maka Alice bangkit berdiri, dia mengambil makanan yang masih tersisa banyak dan memasukkan kedalam kulkas, besok dia masih bisa memanaskan makanan itu lagi karena neneknya membawakan begitu banyak makanan untuknya. Tidak mungkin bukan dia menghabiskan makanan itu sekaligus?
Mata tajam Jacob mengikuti pergerakan istrinya, dia sudah seperti elang jantan yang mengincar mangsanya dipadang.
Alice melihat suaminya dan mendekatinya, dia tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh suaminya.
"Hei kenapa melihatku seperti itu?" Alice mendekati Jacob dan menutup kedua mata suaminya dengan kedua tangannya.
"Apa kau sudah selesai honey?"
"Ya, begitulah."
Jacob menyingkirkan tangan istrinya dari matanya dan tersenyum, sekaranglah saatnya pembalasannya.
"Kalau begitu apa kau mau mengabulkan permintaanku honey."
"Yes,baku akan mengabulkan apapun yang kau minta Jac."
"Bagus!"vJacob segera bangkit berdiri, dia segera menggendong Alice dan membawanya menuju kamar mereka.
"Jac aku belum mencuci piring."
"Jangan dipikirkan honey, pelayan yang akan membersihkannya."
"Tapi Jac."
"Stts!!"
Setelah berada didalam kamar Jacob menurunkan Alice dan dia mulai berjalan kearah lemari, Alice melihat suaminya dengan tanda tanya besar dihatinya, apa yang ingin diminta oleh suaminya?
Tidak lama kemudian, Jacob kembali dengan dua buah dasi ditangannya, saat itu pikiran mesum sudah memenuhi kepalanya dan akan dia ajari istrinya baik-baik hari ini.
"Jac, kau mau apa dengan dasi itu?"
__ADS_1
"Kita akan bermain honey."
Jacob menggigit dasi yang dipegangnya sedangkan tangannya mulai mengangkat baju yang dipakai oleh Alice dan membukanya.
"Jac, aku belum mandi." Alice belum tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya.
"Setelah kita bermain kita akan mandi bersama."
Dia mulai mengambil satu dasinya untuk mengikat kedua tangan Alice sedangkan Alice tambah bingung, mau main apa sih?
Tidak hanya itu Jacob juga mengambil dasi lainnya untuk menutup kedua mata istrinya,Alice semakin bingung sekarang, permainan apa yang ingin dimainkan dengan kedua tangan diikat dan mata tertutup?
"Jac, kau ingin mengajakku main polisi dan pencuri ya?"
Jacob terkekeh saat mendengarnya, tangan nakalnya sudah mulai membuka resleting celana yang dipakai oleh Alice dan menurunkan celananya.
"Anggap saja begitu honey,aku seorang pencuri yang sedang menghukum polisi cantik yang menangkapku." godanya.
"Jac, jangan seperti ini, aku?"
"Stt..terimalah hukuman dariku sayang."
Jacob segera menciumi bibir istrinya dan me**matnya, tangannya tidak tinggal diam, tangannya sudah membuka penghalang kedua buah kesukaannya.
Alice benar-benar tidak bisa apa-apa dengan tangan yang terikat dan mata yang tertutup, dia hanya bisa menikmati setiap sentuhan suaminya.
Saat Jacob mengangkatnya keatas ranjang dia benar-benar panik sedangkan jantungnya berdetak tidak karuan. Apa yang akan dilakukan oleh suaminya setelah ini?
"Jac?"
Dia mulai mencari karena tidak merasakan suaminya disana tapi tidak lama kemudian,vdia merasakan suaminya memeluknya dari belakang.
"Jac, buka penutup mataku!" pintanya.
"No honey,bini balasan karena kau telah memintaku memakai kostum sialan itu."
"Tidak, aku sudah mengabulkan permintaanmu jadi sekarang kau harus mengambulkan permintaanku."
"Tapi Jac!"
Jacob hanya diam saja, dia mulai menciumi leher istrinya sedangkan tangannya me**mas buah kesukaannya.
"Ng..Jac, please. Buka penutup matanya." pinta Alice lagi.
"No, sebaiknya kau nikmati saja!"
Tangan silebah jantan mulai beraksi, menyentuh sana sini,Alice terus mengerang karena sentuhan suaminya dan jujur saja dia tidak suka keadaannya saat ini.
Ini hukuman yang paling menyebalkan, dia tidak bisa melihat dan juga tidak bisa melakukan apapun dengan kedua tangan yang terikat.
"Jac, stop playing there!" pintanya saat tangan suaminya bermain di?
"Apa kau masih ingin memintaku melakukan hal aneh lagi honey?"
"Tidak, jadi hentikan!" pinta Alice dengan nafas memburu.
"you promise?"
"Nggh yes."
Jacob tersenyum lebar tapi dia tidak juga menghentikan tangannya, tubuh Alice bergetar hebat, dia rasa ini sedikit gila.
"Oh...Jac...please..stop!" pintanya lagi.
"Oh my honey kau benar-benar!"
__ADS_1
Jacob menghentikan tangannya tapi kemudian dia membuka dasi yang menutupi mata istrinya, dia juga membuka ikatan ditangan istrinya, sekaranglah permainan yang sebenarnya.
"Jangan diulangi lagi, okay?"
"Okay, i'm sorry."
Mereka mulai berciuman dengan liar, tangan mereka mulai menyentuh tubuh pasangan mareka.
Saat itu tiba-tiba Alice mendorong Jacob hingga suaminya tertidur diatas ranjang, setelah itu naik keatas tubuh suaminya sambil tersenyum.
"Aku akan menebus perbuatanku Jac."
"Oh ya?"
"Yes."
Alice menunduk dan menciumi bibir suaminya, padahal Jacob ingin mengajari istrinya tapi sepertinya istrinya sudah mulai pandai jadi dia akan menikmati sentuhan istrinya.
Alice terus menyelusuri tubuh suaminya dengan bibirnya sampai bibirnya tiba pada sengatan suaminya yang berbisa, dan pada saat itu? sya..la.la.la.la..!
"Oh my honey, teruskan!" Jacob mengerang nikmat karena permainan istrinya. Seharusnya dia yang menghukum istrinya tapi kenapa keadaan seperti terbalik? Tapi ya sudahlah, nikmati saja.
Alice menghentikan aksinya dan memandangi wajah suaminya sambil bertanya:
"Apa kau sudah memaafkan aku?"
"Oh my honey, belum!"
Setelah berkata demikian Jacob mengambil kendali, dia tidak mau melewatkan setiap jengkal tubuh istrinya, dia menikmati tubuh istrinya dengan lidahnya sampai Alice memohon padanya.
"Oh Jac please."
"Apa kau sudah tidak sabar honey?"
"Yes, i want you, so please."
"As you wish my honey."
Tanpa menunggu lagi suntikan silebah jantan yang berbisapun disuntikkan pada Alice.
Jacob memacu tubuhnya dengan cepat sedangkan Alice terus mengerang dibawahnya, Alice bahkan bergumam:
"Oh my Jac, faster please, faster!"
"Oh my honey, kau semakin nakal!" Jacob menunduk dan menciumi bibir istrinya sedangkan gerakan tubuhnya semakin cepat dan cepat.
Mereka terus mendesah dan erangan penuh kenikmatan terus keluar dari bibir mereka seperti alunan sebuah lagu.
Alice mencengkram tangan kokoh Jacob dan memandangi wajah tampan suaminya, Jacob semakin terlihat tampan dan rupawan dengan keringat yang mengalir didahinya.
"Jac aku mau?"
"Aku juga honey."
Jacob semakin memacu tubuhnya dengan cepat seperti seekor kuda yang hendak sampai digaris finis, dan? Ehem.
Mereka berdua mengerang saat bisa sudah disemprotkan dan tersenyum dengan puas, Jacob melepaskan dirinya dan merebahkan dirinya disamping Alice.
Mereka berdua saling berpelukan dan mengatur nafas mereka berdua supaya kembali normal.
"I love you my honey."
Alice memeluk Jacob dengan erat dan tersenyum, dia benar-benar bahagia dengan cinta yang dia dapatkan dari suaminya.
"I love you too Jac."
__ADS_1
Mereka berdua tersenyum penuh kebahagiaannya sedangkan tangan Jacob mengelus perut istrinya, mengelus anak mereka yang sebentar lagi akan hadir dan melengkapi kebahagiaan mereka berdua.