Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Tragedi


__ADS_3

Kembali Ke Alice sebelum Jacob menghubunginya.


Saat siang dia pergi kesekolah Marry, sesuai dengan janjinya hari ini dia akan menjemput Marry pulang sekolah dan mengajak gadis itu untuk makan siang bersama dengan Olvia.


Setelah merapikan rumahnya Alice langsung menuju kesekolah Marry, dia sengaja datang lebih cepat supaya Marry tidak menunggunya.


Alice tampak sedang menunggu Marry didepan sekolahnya tapi tidak butuh lama suara lonceng sekolah berbunyi, itu tanda jika anak-anak yang bersekolah disana sudah boleh pulang.


Alice berjalan mendekati gerbang, saat melihat Marry dia langsung melambaikan tangannya supaya gadis itu dapat melihatnya.


Semua orang tua dan para murid melihat kearahnya, bagaimana tidak, saat itu dua orang pria berbadan besar sedang berdiri dibelakangnya. Dua orang itu adalah bodyguard yang diperintahkan Jacob untuk mengawal Alice hari ini.


Alice cuek saja tapi wajah Marry langsung pucat saat melihat kedua orang itu, dia langsung memeluk kaki Alice dan ketakutan.


"Mommy, siapa mereka?"


"Abaikan sayang, mereka orang baik kok." Alice mengusap kepala Marry dengan lembut.


Marry hanya mengangguk dan melihat kedua orang pria yang berdiri dibelakang Alice dengan tampang menyeramkan.


Alice segera menggandeng tangan Marry dan menuju kemobil, mobil itu juga yang disediakan Jac-Jac untuknya.


Mereka menuju kesebuah restoran fastfood, disanalah dia dan Olivia akan bertemu.


Alice membawa Marry masuk kedalam restoran itu dan tentu saja dua bodyguard yang mengawal mereka juga berjalan dibelakang mereka sehingga lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian.


Dengan kesal, Alice melotot pada dua bodyguard itu dan memarahi mereka.


"Hei bisakah kalian mununggu diluar!"pintanya.


"Maaf nona." jawab salah seorang bodyguard dengan datar.


"Sial! Aku sudah seperti putri seorang presiden!" gerutu Alice kesal.


Mau tidak mau Alice menarik sebuah kursi untuk Marry dan membiarkan kedua orang itu berjaga dibelakang mereka, dia segera pergi untuk memesan makanan untuknya karena Marry sudah terlihat lapar.


Setelah mendapatkan makanannya, Alice kembali ketempatnya tadi, tidak saja memesan makanan untuknya tapi dia juga memesan makanan untuk dua bodyguard itu.


Selagi mereka menikmati makanan mereka Olivia masuk kedalam dan berjalan dengan cepat menghampiri mereka.


"Sory Alice, aku terlambat."


"Sudah biasa." jawab Alice.


"Hei siapa mereka?" Olivia melihat dua bodyguard yang berdiri didelakang Alice.


"Itu orang kakakmu." gerutu Alice kesal, dia kesal karena dia jadi pusat perhatiin sedari tadi.


"Ya ampun, kakak terlalu berlebihan."


Olivia bangkit berdiri berjalan kearah dua bodyguard yang sedang berdiri dibelakang Alice.


"Hei kalian pulang sana." perintahnya.

__ADS_1


"Maaf nona, tapi perintah bos?"


"Sudah sana aku yang akan tanggung jawab." Olivia melotot kepada anak buah kakaknya.


Dia ingin curhat pada Alice hari ini lagi pula mana enak sih harus jadi pusat perhatian disana?


"Tapi nona?"


"Sudah sana, aku akan menghubungi kak Jacob jadi kalian tidak perlu khawatir."


Kedua bodyguard itu mengangguk, sesuai perintah Olivia mereka pergi dari sana. Sedangkan Olivia berpikir jika kakaknya terlalu protektif terhadap Alice karena dia memang tidak tahu kenapa kakaknya menempatkan dua orang bodyguar itu untuk menjaga Alice?


Dia kembali duduk didepan Alice sambil tersenyum.


"Apa kau merasa nyaman diikuti mereka sedari tadi?"


"Tidak! Tapi apa tidak apa-apa kau mengusir mereka, padahal ini perintah dari kakakmu."


"Tidak apa-apa, sepertinya kak Jacob terlalu berlebihan, apa dia tidak tahu betapa tidak nyamannya diikuti seperti itu?" ucap Olivia karena dia tidak tahu jika sahabatnya itu punya musuh dan mereka berdua juga tidak tahu bahwa bahaya sudah mengintai.


"Kau benar, dia bahkan memintaku untuk menunggunya dirumah orang tuamu."


"Benarkah?"


Alice mengangguk dan mengelap saus tomat yang berada dibibir Marry.


"Hei bagaimana jika kalian menginap dirumahku?" ajak Olivia.


"Tidak mau!" tolak Alice.


"Hei bukan seperti itu." sangkal Alice dengan wajah memerah.


"Lalu?"


"Aku tidak enak hati dengan kedua orang tuamu."


"Ayolah, sebentar lagi aku tidak bisa menemuimu lagi."


Olivia menyomot kentang goreng yang berada diatas piring dan memakannya sedangkan Alice melihat sahabat baiknya itu dengan heran, apa maksud perkataan Olivia?


"Memangnya kau mau kemana?" tanyanya.


Sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya, Olivia menarik nafasnya dengan berat.


"Aku dijodohkan."


"Wow, coba kau ceritakan padaku?"


"Aku dijodohkan oleh kakek dan aku sudah sepakat untuk tinggal dengan pria itu selama satu bulan, jadi aku tidak tahu apa aku bisa menemuimu lagi untuk satu bulan kedepan? Jadi bagaimana jika kau menginap, kita bisa menggobrol sampai pagi."


Alice tampak berpikir sejenak, sepertinya menginap bukanlah ide buruk.


"Marry apa kau mau menginap dirumah kakak Olivia?" Alice menatap kearah Marry yang sedang menyantap makanan yang ada.

__ADS_1


"Tentu saja mom." jawab Marry,dia sangat senang tinggal disana.


"Baiklah, aku akan menginap tapi aku harus pulang untuk mengambil baju dan buku pelajaran Marry."


"Tidak masalah, setelah ini kita bisa pulang kerumahmu."


Mereka kembali memakan makanan yang telah Alice pesan, setelah selesai mereka segera keluar dari sana.


Mereka menggunakan mobil Olivia sedangkan mobil yang digunakan Alice tadi sudah dibawa oleh dua bodyguard yang diperintahkan oleh Olivia untuk pulang.


Tanpa curiga sedikitpun mereka menuju rumah Alice dan pada saat sudah tidak jauh lagi dari rumahnya, Alice meminta supir Olivia untuk menghentikan mobilnya.


"Olivia, aku ingin membeli kue untuk orang tuamu jadi ini kunci rumahku, kau masuk saja ya." Alice memberikan kunci rumahnya pada Olivia.


"Baiklah, nanti aku akan meminta pak Steve menjemputmu."


"Tidak perlu, jaraknya sudah dekat aku bisa jalan kaki."


Olivia mengangguk sedangkan Alice turun dari mobil itu, sebelum turun dia berpesan pada Marry:


"Marry, rapikan buku dan bajumu ya."


"Yes mom." jawab Marry.


Alice melihat kepergian mobil Olivia dan entah kenapa saat itu perasaannya tidak enak tapi dengan cepat dia menepisnya. Alice berjalan kearah toko kue dan pada saat itu ponselnya berbunyi.


"Jac-Jac?"


"Alice sayang, apa yang sedang kau lakukan?"


"Aku ingin membeli kue untuk kedua orang tuamu." jawabnya.


"Itu bagus, tunggu dirumah orang tuaku aku akan segera kembali."


"Baiklah."


Setelah mematikan ponselnya Alice masuk kedalam toko kue, dia membeli beberapa kue untuk dibawa kerumah Jacob nanti,blagi pula dia tidak enak jika tidak membawa apa-apa.


Setelah mendapatkan kue yang diinginkannya, Alice segera keluar dari toko kue itu. Dia berjalan kaki untuk sampai dirumahnya karena memang jaraknya yang sudah tidak terlalu jauh lagi.


Selagi dia berjalan tiba-tiba saja terdengar suara ledakan yang begitu kencang yang membuatnya kaget.


"Duaaarrrrr!!!" itu suara ledakkan yang dia dengar sedangkan asap hitam mengepul diatas sana.


Alice segera berlari dengan cepat sedangkan hatinya semakin was-was, apa yang meledak?


Saat rumahnya sudah kelihatan lutut Alice langsung lemas, bagaimana tidak,brumahnya hancur dan sedang terbakar. Orang-orang tampak sedang berkerumun untuk memadamkan api yang sedang membakar rumahnya.


"Oh tidak Olivia, Marry?" Alice berteriak sedangkan kue yang dia bawa langsung jatuh dari tangannya.


Wajah Alice langsung pucat, dia takut terjadi sesuatu dengan Olivia dan Marry.


Alice hendak berlari mendekati rumahnya tapi pada saat itu tangannya ditarik oleh seseorang dan membawanya masuk kedalam sebuah mobil Van hitam yang tiba-tiba berhenti didekatnya.

__ADS_1


Alice begitu kaget dan hendak memberontak tapi sebelum dia dapat melihat orang yang menangkapnya kesadarannya mulai hilang karena salah seorang menempelkan sesuatu dihidungnya.


Alice tidak sadarkan diri dan langsung dibawa pergi, tidak ada yang menyadari itu karena orang-orang sibuk memadamkan api yang membakar rumah Alice dan menonton rumahnya yang sedang terbakar.


__ADS_2