Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Akting yang hebat


__ADS_3

Kembali lagi saat dimana Jacob sedang berdiri didepan jendela, pria itu sedang memikirkan sesuatu untuk mengikat Alice Walker.


Dokumen kerja sama diantara mereka sudah dia tandatangani, oleh sebab itu dia tidak punya alasan lagi untuk dekat dengan Alice dan dia tidak bisa menunda proyek itu terlalu lama.


Alice pasti tidak mau menemuinya lagi dan gadis seperti Alice semakin dikejar maka akan semakin lari, jadi Jacob memutar otaknya Mencari sebuah rencana bagus untuk membuat gadis itu tidak menjauh darinya.


Bagaimanapun dia ingin dekat dengan Alice Walker dan apapun caranya dia harus mendapatkan gadis itu.


Tapi jangan panggil dia Jacob Smith jika dia tidak bisa mendapatkan sebuah ide gila dikepalanya dalam waktu sekejap saja, kalau tidak dia akan mempermalukan ayahnya.


Jacob memanggil Andrew, memerintahkan asisten pribadinya itu untuk menyiapkan seorang penembak.


Tentu saja berpura-pura untuk menembak Alice Walker dan dia akan muncul jadi pahlawan yang menolong gadis itu sehingga nantinya Alice akan merasa bersalah.


Sesuai perintah bosnya, Andrew menjalankan rencana itu dan menahan Alice Walker supaya tidak keluar dari tempat itu.


Jacob bahkan berpura-pura menjadi dingin terhadap Alice, dia tidak mau rencana yang telah dia susun dengan baik akan terbongkar oleh polisi cantik itu.


Jacob keluar dari sana, pura-pura berdiri didepan bangunan miliknya dan berbicara pada asisten pribadinya.


Dan beruntungnya Alice juga berdiri didekatnya belum juga beranjak dari sana, hal itu membuat rencananya semakin berjalan dengan mulus.


Saat orang suruhannya datang dengan sebuah senjata Jacob berpura-pura berteriak dan berlari kearah Alice, pria itu bahkan berpura-pura menerima timah panas itu menggantikan Alice.


Yah sebenarnya bukan beneran sih, dia juga tidak segila itu memerintahkan anak buahnya untuk menembaknya dan bermain-main dengan nyawanya.


Senjata yang ditembakkan kearahnya berisi peluru kosong saja sehingga saat senjata itu ditembakkan hanya menimbulkan suara saja tapi tidak ada isinya.


Soal darah? Ya sudah pasti itu bohongan. Darah palsu itu memang sudah ada dibahunya, dengan jas hitam yang dipakainya maka tidak akan terlihat, segala sesuatu sudah dia rencanakan sebelum keluar dari gedung itu, ya siapa dulu dong, Jacob Smith.


Jika penembakan itu benar terjadi maka sudah dipastikan penembak itu tidak akan bisa pergi, apalagi asisten pribadinya seorang penembak jitu. Jika itu adalah kejadian yang sebenarnya mungkin mobil tadi sudah meledak dan terbakar saat itu juga.


Alice masih memeluknya dan menangis, sesuai perintah bosnya Andrew berdiri didepan gadis itu untuk meminta pertanggung jawaban gadis malang itu.


"Ms Alice, kau harus bertanggung jawab." ujar Andrew.


"Hah?" Alice tidak mengerti.


Kenapa memintanya bertanggung jawab? Kenapa tidak langsung membawa Jacob kerumah sakit? Apa ada yang salah?

__ADS_1


"Sir, apa maksudnya? Cepat bawa dia kerumah sakit." pinta Alice pula.


Gadis itu kembali mengusap air matanya yang mengalir, jangan sampai Jacob mati didalam pelukannya dan gara-gara melindunginya karena dia tidak akan bisa melihat orang yang dia kenal mati didepan matanya, hal itu bisa menghantuinya untuk seumur hidupnya.


Dia tidak mau hidup dibayang-bayangi rasa bersalah,jika sampai itu terjadi lebih baik dia mati saja.


"Ms Alice, master jadi seperti ini karena melindungimu. Jika dibawa kerumah sakit maka habislah riwayatmu!" ancam asisten pribadi Jacob.


"Apa maksudnya?Aku tidak memintanya menahan peluru itu untukku." teriak Alice frustasi.


Kenapa mereka begitu santai sedangkan dia panik sendiri, padahal sebuah nyawa sedang dipertaruhkan saat itu.


Alice ingin meraih ponselnya, untuk memanggil ambulance tapi langsung Jacob tahan.


"Sebaiknya jangan kau lakukan sayang, jika sampai ayah dan ibuku tahu maka habislah kau." tipunya.


"Jacob, apa maksdumu?" Alice semakin panik.


"Ms Alice, jika sampai tuan besar tahu permasalahan ini maka sudah dipastikan kau juga akan hancur. Perusahaan kecilmu itu akan tinggal nama dan karirmu akan habis, kau juga bisa masuk penjara." jelas Andrew lagi.


Wajah Alice langsung pucat, jika dia dipenjara maka impiannya untuk jadi FBI akan sirna. Keluarganya yang berada dialam sana pasti akan kecewa dan bagaimana dengan nasib Marry?


Jacob tersenyum lebar, pria itu pura-pura batuk dan semakin mengencangkan pelukannya ditubuh Alice.


"Jacob, apa kau baik-baik saja?" Alice semakin panik.


"Jangan kawatir sayang, aku sangat senang bisa mati didalam pelukanmu."


"Jangan asal bicara kau!!" kata Alice kesal.


Alice kembali menyentuh bahu Jacob dan masih basah, sepertinya darah pria itu belum juga berhenti mengalir.


"Cepat bawa dia kerumahku dan panggil seorang dokter." kata Alice dengan cepat.


Senyum Jacob semakin lebar, inilah yang Jacob harapkan membuat gadis itu membawanya masuk kerumahnya dan setelah itu jangan harap dia akan pergi dengan mudah.


Andrew langsung mengangguk dan memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan mobil.


Andrew pura-pura memapah tubuh Jacob untuk masuk kedalam mobil itu, Alice benar-benar kawatir. Dia takut Jacob kehabisan darah dan mati saat itu juga.

__ADS_1


Selama diperjalanan gadis itu terus memeluk Jacob sedangkan pria itu, ya senyum terus menghiasi wajahnya.


"Jacob, apa kau baik-baik saja." Alice kembali bertanya karena dia benar-benar kawatir.


"Aku baik-baik saja sayang."


"Kenapa kau menahan peluru itu untukku?"


"Alice, aku tidak akan membiarkanmu terluka."


Alice semakin memeluk pria itu dengan erat.


"Bodoh." Alice kembali menangis.


Jacob memejamkan matanya dan pada saat itu Alice semakin panik.


"Jacob, tetaplah bersamaku. Jangan mati!" pintanya.


Tapi Jacob ya diam saja, dia hanya memejamkan matanya menikmati kehangatan tubuh gadis itu tanpa ada maksud apa-apa tapi sepertinya Alice salah paham mengira dia sekarat jadi situasi itu semakin dia manfaatkan.


"Jacob jawab aku, aku akan melakukan apapun tapi jangan mati!"


Jacob langsung membuka matanya.


"Benarkah?" tanyanya.


"Benar, aku tidak ingin melihat orang yang aku kenal mati didepanku jadi jangan mati, aku akan melakukan apapun jadi tolong jangan mati." pinta Alice putus asa.


"Seperti keinginanmu sayang aku tidak akan mati." jawab Jacob pula.


Jacob mengusap air mata Alice dan mencium pipinya.


"Tapi ingat perkataanmu, kau akan melakukan apapun juga." bisiknya.


Alice mengangguk dengan cepat, dia tidak curiga sama sekali.


Jacob mengecup bibirnya dan me**matnya dengan lembut, Alice memejamkan matanya membalas ciuman pria itu.


"Apapun yang terjadi pokoknya Jacob tidak boleh mati didepanku, jika mau mati, mati saja ditempat lain." itu yang ada didalam pikiran Alice.

__ADS_1


Jacob melepaskan ciumannya dan memeluk gadis itu dengan erat, senyum kembali menghiasi wajahnya, sepertinya dia pantas mendapatkan piala oscar atas akting hebatnya.


__ADS_2