
Alice sedang berdiri didepan sebuah rumah mewah yang dicat serba putih, tanpa ragu Alice masuk kedalam pekarangan rumah itu, dia harus segera menemui orang tua Jacob dan meminta mereka menjemput putranya karena dia sudah terlambat untuk pergi bekerja.
Alice sudah pernah bertemu dengan ibu Jocab dan wanita itu sangat ramah jadi Alice yakin ayah Jacob pasti orang yang ramah pula.
Alice menghampiri pintu rumah itu dan mulai mengetuknya, tidak lama kemudian seorang pelayan tampak membuka pintu rumah itu.
"Excuse me, can i meet Mr Smith or Mrs Smith?" tanya Alice dengan sopan.
Pelayan itu mengangguk dan segera mempersilahkan Alice masuk kedalam rumah itu.
Pelayan itu menuntun Alice masuk kedalam dan membawa Alice menuju kesebuah ruangan, rumah itu tampak sepi tapi didalam ruangan itu tampak seorang pria sedang duduk sambil membaca Sebuah majalah.
Setelah Alice tiba disana pelayan yang membawa Alicepun segera berlalu pergi, Alice menelan ludahnya dan berjalan menghampiri pria itu.
Bisa dia tebak pria itu pasti ayah Jacob dan Olivia jadi bisa dia tebak pula pria itu pasti ramah seperti istrinya.
"Good morning Mr Smith." Alice menyapa pria itu tanpa ragu.
Saat mendengar sapaan Alice, Jhon segera menurunkan majalah yang dipegangnya dan menyimpannya diatas meja. Jhon melihat gadis yang disukai oleh putranya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki dan, aktingpun dimulai.
"Alice Walker?" tanyanya.
Alice mengangguk dengan cepat.
"Sit down!" perintah Jhon.
"Thank you Mr Smith, but?"
"I say, sit down!" perintah Jhon lagi.
Alice kembali menelan ludahnya dengan kasar, ada apa ini?
Tapi walau begitu, gadis malang yang tidak tahu apa-apa itu segera duduk dihadapan Jhon.
"Berapa usiamu?" Jhon kembali memperhatikan gadis itu.
"Dua puluh empat tahun." Alice jadi heran.
"Bagus masih muda."
Alice benar-benar heran sekarang.
"Apa kau sudah pernah berpacaran?"
"Mr Smith?"
"Jawab!!" Jhon menggebrak meja didepannya dengan kencang dan melotot pada Alice, hal itu membuat nyali Alice tiba-tiba menjadi ciut.
"Belum pernah." Jawab Alice dengan cepat.
"Bagus, kau benar-benar memenuhi syarat."
"Hah? Maksudnya?" tanya Alice dalam hati.
__ADS_1
Kenapa dia jadi seperti sedang mengikuti sebuah interview untuk pencarian calon menantu.
"Mr Smith kedatanganku kemari bukan untuk interview menjadi menantumu." ujar Alice.
"Jadi?" Jhon mengambil kopinya dan menyeruputnya tapi matanya tidak lepas dari putri Adam Walker.
Dia tidak menyangka jika putranya bisa berhubungan dengan putri Adam Walker bahkan sedang berusaha menjeratnya saat ini.
Ya kembali lagi saat Jacob menghubungi ayahnya.
"Daddy, i need your help." pinta Jacob.
Saat mendengar itu Jhon jadi penasaran, apa yang ingin diminta oleh putranya?
"Katakan padaku boy, apa yang kau ingin aku lakukan?"
"Dad, sebentar lagi calon menantumu akan datang kerumah untuk menemuimu dan mommy."
"Wow, apa dia mau melamarmu?"
Jacob terkekeh, apa tidak terbalik?
"Tidak secepat itu dad, tapi jika kau ingin segera memiliki seorang menantu maka kau harus membantuku."
"Katakan padaku boy apa yang harus aku lakukan?"
"Dad, dia ingin menemuimu dan mommy untuk meminta kalian menjemputku pulang karena aku sedang sakit."
"No dad, hanya masuk angin.jadi daddy tahukan apa yang harus daddy lakukan?"
"Tenang saja ini keahlianku."
Jacob tersenyum licik begitu juga dengan ayahnya.
"Tapi siapa gadis ini?" tanya Jhon penasaran.
"Daddy masih ingat Adam Walker?"
"Tentu saja, dia sudah mati lalu ada apa dengannya?"
"Dad, sekarang aku sedang menjerat putrinya Alice Walker dan saat ini gadis itu sedang menuju kerumah."
"Jacob, aku sudah katakan padamu untuk tidak terlibat dengan Adam Walker!!" Jhon menekan perkataannya.
"Oh my dad, aku tidak pernah terlibat dengan orang mati jadi kau tidak perlu kawatir." jawab Jacob pula.
"Oke baiklah, masuk akal. Jadi kau ingin aku dan mommymu tidak mengikuti permintaan Alice Walker, begitu?"
"Yes, dan pastikan juga dia mau bertanggung jawab."
"Baiklah." setelah menutup panggilan dari putranya Jhon segera meminta putrinya membawa istrinya untuk pergi agar aktingnya dapat berjalan dengan mulus.
Ini keahliannya dan tentunya istrinya tidak boleh tahu akan hal ini.
__ADS_1
Alice memperhatikan pria itu yang hanya melotot padanya sedari tadi, Alice jadi merasa dirinya seperti seorang kriminal yang sedang diintrogasi.
"Mr Smith putramu ada dirumahku dan sedang sakit, bisa kau jemput dia?" pintanya dengan sopan.
"Tidak bisa aku sibuk." tolak Jhon dengan cepat.
"Hei Mr Smith dia itu putramu." Alice tidak percaya mendengarnya.
"Ms Alice Walker, bukankah saat ini putraku ada dirumahmu?"
"Ya, benar."
"Jadi kau harus bertanggung jawab sampai sakitnya sembuh dan menjaganya dengan baik."
"Hei, hello. Kenapa ayah dan anak berbicara hal yang sama dan memintaku untuk bertanggung jawab?" Alice sangat ingin mengatakan itu tapi dia tidak berani.
"Mr Smith, aku tidak punya waktu untuk menjaga putramu karena aku harus bekerja." tolak Alice pula.
"Sayang sekali aku juga tidak punya waktu karena saat ini aku harus menyusul istriku di Australia."
Jhon langsung bangkit berdiri dan hendak melangkah pergi tapi sebelum itu Jhon mengancam gadis malang itu.
"Kau harus ingat Alice Walker, jika terjadi sesuatu pada putraku maka habislah riwayatmu!" ancamnya.
Alice menelan ludahnya, sepertinya dia memang sudah salah terlibat dengan keluarga itu.
"Permisi Mr Smith."
Alice segera bangkit berdiri dan melangkah pergi dari rumah itu.
Sepertinya dia sudah salah datang kesana, jika dia tahu akan seperti ini mungkin lebih baik dia tinggalkan saja Jacob dirumah dan pergi bekerja. Lagi pula pria itu tidak mungkin mati hanya gara-gara demam saja.
"Si**an Jacob, akan kubalas kau!!" makinya.
Tidak lama kepergian Alice dari rumah itu, Samantha dan Olivia kembali sambil membawa belanjaan mereka.
Olivia mendekati ayahnya dan bertanya sambil berbisik supaya ibunya tidak mendengar.
"Daddy, bagaimana?"
"Menipu seorang gadis itu hal mudah." jawab ayahnya.
Kenapa Olivia bisa tahu? Karena saat Jhon meminta putrinya membawa ibunya pergi, Jhon telah menceritakan hal itu pada putrinya.
Untuk membantu kakaknya, Olivia menyetujui permintaan ayahnya untuk mengajak ibunya pergi berbelanja.
Sementara itu Alice, sedang menghubungi atasannya untuk meminta cuti kembali dengan berbohong jika penyakitnya belum sembuh bahkan penyakitnya semakin parah dan terserang penyakit tifus, dia terpaksa mengatakan hal itu karena tidak mau mendapat makian dari atasannya.
Alice kembali kerumahnya sambil memaki, kesal dengan Jacob dan tentu saja dengan ayahnya juga.
"Keluarga Smith, aku sungguh bisa gila berhadapan dengan kalian." makinya.
Saat melihat gadis itu kembali, senyum Jacob mengembang diwajahnya, walaupun Alice melihatnya penuh dengan kamarahan tapi yah, Jacob cuek saja.
__ADS_1