Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Lagi-lagi gara-gara Jacob


__ADS_3

Hari itu, Alice hanya keluar masuk Kamarnya dengan gelisah, sesuai dengan perkataan Jacob, ini sudah tiga hari pria itu tidak datang kerumahnya.


Entah kenapa Alice merasa rumahnya jadi sepi, apalagi Marry sedang pergi kesekolah dan dia belum juga mendapat surat kepindahannya.


Kantor tempatnya bekerja sedang diperbaiki dan sedang diselidiki, para rekannya yang mati karena terkena ledakan sedang di indentivikasi.


Alice kembali masuk kedalam kamarnya, menjatuhkan diri diatas ranjang. Sebelum Jacob tinggal dirumahnya, apa yang dia lakukan?


Dia jadi lupa dan sepertinya apapun yang dia lakukan saat ini jadi tidak menarik sama sekali. Alice meraih ponselnya, membuka layarnya dan melihatnya.


Selama tiga hari Jacob tidak menghubunginya juga tidak mengirimkan satu pesanpun untuknya, apa yang Jacob lalukan saat ini? Entah kenapa dia jadi penasaran.


Dia sangat ingin menghubungi Jacob tapi dia gengsi, jika sampai itu terjadi maka Jacob akan terus menggodanya. Tapi bukankah ini yang dia harapkan?


Bukankah dia berharap pria itu pergi dari rumahnya?


Alice bangun dari tidurnya, mengacak rambutnya frustasi!


"Jacob sialan! Awas saja jika berani kembali lagi!!" makinya.


Walaupun dia berkata demikian,tapi entah kenapa dia jadi ingin bertemu dengan pria itu. Rasanya dia sangat ingin melihat wajah Jacob saat ini.


Alice menyentuh bibirnya, rasa ciuman Jacob kembali terngiang dikepalanya. Rasanya?


"Aku sudah gila!!!" teriaknya frsutasi.


Alice bangkit berdiri, keluar dari kamarnya. Gadis itu berjalan mendekati pianonya dan duduk didepan alat musik itu.


Alice membuka penutup pianonya dan mulai memainkan sebuah lagu cinta disana, tapi lagu itu membuat perasaannya semakin tidak menentu.


Alice menghentikan jarinya dan bangkit berdiri, sepertinya dia benar-benar sudah gila.


Gadis itu masuk kedalam dapurnya, sebaiknya dia menenangkan pikirannya dengan segelas kopi.


Alice membuat kopi itu sambil termenung, tapi tangannya sibuk mengaduk kopi yang berada didalam gelas.


Setelah selesai Alice mengangkat gelas kopinya berjalan kearah meja makan, dia duduk disana dan meletakkan gelas kopinya diatas meja.


Kenapa rumahnya benar-benar terasa sepi? Biasanya Jacob duduk didepannya dan minum kopi bersamanya, bahkan dia masih ingat tiga hari lalu pria itu duduk disana.


Alice meraih kopinya dan menyeruputnya, tapi?


"Auch...sialan! Panas!!" Alice meletakkan kopinya kembali dan bangkit berdiri, dia berjalan kearah kulkas untuk mengambil air dingin disana.


Alice menghela nafasnya, sepertinya dia benar-benar sudah gila.


"Semua ini gara-gara Jacob! Awas saja akan aku tendang bokongmu!" makinya.


Alice kembali kedalam kamarnya, mengambil ponselnya yang dia tinggalkan diatas ranjang tadi.

__ADS_1


Alice mencari nomor ponsel seseorang dan mengirimkan pesan disana.


"Olivia, apa aku mengganggumu?" Alice mengirim pesan itu untuk sahabatnya.


"Tidak Alice, apa kau tidak bekerja?" tanya Olivia pula.


"Tidak, aku ada dirumah. Apa kita bisa bertemu?"


"Maaf Alice, aku sedang pergi dengan ibuku. Mungkin besok aku bisa."


"Oh maaf menganggumu."


"Tidak apa-apa." jawab Olivia.


Setelah membaca balasan pesan dari Olivia, Alice kembali menulis dilayar ponselnya tapi setelah dia menulis, Alice menghapus tulisannya.


Alice kembali menulis dan lagi-lagi dia hapus tulisannya, rasanya dia benar-benar frsutasi.


"Olivia, apa kakakmu ada?" itu tulisan terakhirnya.


Setelah merasa tulisan itu tidak terlalu berlebihan Alice segera mengirimkan pesan itu pada Olivia, saat membaca pesan dari sahabatnya Olivia tersenyum usil.


"Kakakku yang mana?" tanyanya.


"Eh, memangnya kakakmu ada berapa?" Alice balik bertanya.


Alice menelan ludahnya, semoga Olivia tidak menertawakannya.


"Yang menyebalkan, akukan hanya kenal kakakmu yang itu."


Saat membaca pesan Alice, senyum Olivia kembali mengembang.


"Apa kau rindu dengan kak Jacob?"


Alice langsung terbelalak membaca pesan dari sahabatnya.


"Tidak, aku hanya ingin memberikan bajunya yang ketinggalan." elaknya.


Rindu dengan Jacob? Tidak mungkin!


"Alice, jika kau rindu dengan kak Jacob kau bisa mencarinya dikantor, kak Jacob ada disana."


"Baiklah, terima kasih Olivia."


"Jangan sungkan kakak ipar." goda Olivia, gadis itu tersenyum paus. Rasanya sangat menyenangkan menggoda Alice.


Saat membaca pesan terakhir dari sahabatnya, Alice mengerutu tapi senyum malah mengembang diwajahnya.


Tapi saat menyadari itu, Alice langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Kenapa dia jadi senang seperti itu?

__ADS_1


Alice bangkit berdiri, menyambar tasnya. Sebaiknya dia pergi menemui Jacob dan tentu saja untuk menendang pria itu karena telah membuat perasaannya tidak menentu.


Alice segera keluar dari rumahnya, dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan saat bertemu dengan Jacob tapi yang penting dia bisa bertemu dengan pria itu.


Alice menaiki sebuah taxi untuk tiba diperusahaan Smith, dia berkata pada resepsionis jika dia telah membuat janji dengan Jacob.


Alice segera melangkah menuju lift, rasanya dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jacob.


Saat tiba didepan ruangan pria itu, tampak Andrew berdiri disana dan menyambutnya.


"Ms Alice, apa kau ingin mencari Master?"


"Ya, apa dia ada?"


Andrew mengangguk dan membukakan pintu ruangan itu untuk Alice.


Alice tersenyum pada Andrew dan masuk kedalam ruangan itu, tapi matanya terbelalak kaget saat melihat Jacob dengan seorang wanita, saat melihatnya hati Alice langsung kecewa.


Saat Jacob melihat kedatangan Alice, dia sungguh tidak percaya, kenapa gadis itu datang ketempatnya? Apa Alice merindukannya?


"Hei sayang, kenapa kau datang kemari, apa kau merindukanku?" godanya.


Wanita yang sedang berdiri disamping Jacob melihat kedua orang itu, wanita itu tersenyum usil dan mendekat pada Jacob, wanita itu bahkan mendekatkan wajahnya dan berbisik ditelinganya.


"Jacob sayang, lihatlah. Kau sangat tampan seperti ayahmu." wanita itu memeluk Jacob sedangkan Jacob diam saja.


Alice benar-benar marah melihatnya dan gadis itu segera berjalan kearah Jacob dan melemparkan tasnya kearah Jacob.


"Dasar kau ba**ngan!!" teriaknya marah.


Jacob menangkap tas Alice sedangkan wanita tadi menjauh dari Jacob.


"Hei girl, apa kau pacarnya?" tanya wanita itu.


Wajah Alice merah padam, kenapa dia marah melihat Jacob dengan wanita lain? Jangan bilang dia sedang cemburu!


"Bukan!!" Alice segera memutar langkahnya dan berlari dari ruangan itu.


"Alice." Jacob hendak mengejarnya tapi wanita itu menangkap tangan Jacob.


Alice berlari sambil memaki!dia memang bukan pacar Jacob lalu kenapa dia marah seperti ini?


"Jacob si*lan, playboy! Tidak puas dengan yang muda sekarang menjerat wanita yang lebih tua, awas kau!!" makinya.


Alice keluar dari tempat itu dengan perasaan kesal, Alice hendak menyetop sebuah taxi tapi pada saat itu seseorang menangkap tangannya dari belakang.


Alice menghentikan Langkahnya, melihat kearah orang yang sedang memegangi tangannya.


"Kau!" Saat melihat orang itu perasaan Alice semakin kesal sedangkan orang itu tersenyum dengan licik.

__ADS_1


__ADS_2