
Jacob segera berlari masuk kedalam rumah orang tuanya dengan cepat, dia sangat penasaran kemana kakek dan neneknya pergi.
Tidak mungkinkan ada yang mau menculik dua orang tua yang sudah tidak bisa apa-apa?
Saat masuk kedalam sana, ayah dan ibunya tampak panik, sedangkan Oilvia terlihat biasa saja. Mereka tidak sedang mengerjainya bukan?
"Mom, dad, memangnya kemana kakek pergi?"
"Ya ampun Jacob, jika kami tahu kami tidak akan panik seperti ini!" jawab ibunya kesal.
"Dad, memangnya pelayan disana tidak tahu kemana kakek dan nenek pergi?"
"Hei boy, justru mereka yang menghubungiku dan mengatakan kakek dan nenekmu pergi tanpa memakai supir pribadi mereka."
"Apa kalian sudah mencoba menghubungi mereka?"
"Tentu saja sudah."
Jacob berpikir sejenak, kakek dan neneknya sudah tua memangnya kemana mereka bisa pergi? Apalagi tanpa supir.
"Apa mereka kembali ke Autralia?" tanya Jacob lagi.
"Tidak mungkin! Untuk apa mereka kembali kesana sedangkan rumah disana sudah dijual!" jawab ayahnya.
"China?"
"Jacob, aku sudah menghubungi penjaga dan mereka berkata tidak ada yang memakai pesawat hari ini." Jhon mulai kesal.
"Apa kakek dan nenek tidak ada dirumah aunty Silvia?"
"Boy, kau kira aku tidak menghubungi Silvia, saat ini Edward sedang berada disana dan mereka bilang kakek dan nenekmu tidak ada disana." ujar Jhon frustasi.
Kemana ayah dan ibunya yang sudah tua pergi, jika ketemu dia akan membawa mereka tinggal bersamanya. Tapi dimana mereka sekarang?
"Jhon tenanglah, mereka sudah tua dan aku yakin mereka tidak akan pergi jauh." Samantha mencoba menghibur suaminya.
"Aku harap begitu baby."
Jacob menarik nafasnya dengan berat, besok hari pernikahan kakaknya jadi dia yakin jika kakek dan neneknya tidak akan pergi jauh.
"Baiklah aku akan memerintahkan Andrew untuk mencari mereka jadi kalian jangan khawatir."
Jacob segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Andrew sedangkan Olivia diam saja, dia tahu dimana kakek dan neneknya berada tapi dia tidak mau mengatakan pada keluarganya, itu balasan karena mereka telah menjodohkannya.
Biarkan saja mereka panik untuk sesaat, lagi pula kakek dan neneknya saat ini sedang menuju kesuatu tempat dan baik-baik saja.
Semalam neneknya menghubunginya dan menanyakan sesuatu padanya, dia yakin saat ini kakek dan neneknya itu pasti sedang berada dirumah seseorang.
__ADS_1
Jadi dia akan diam saja untuk beberapa saat, ini balasan untuk kakaknya karena dia yakin perjodohan yang harus dia terima pasti ide dari kakaknya.
Setelah sekian lama menunggu Jhon semakin tambah frustasi karena belum ada kabar akan ayah dan ibunya.
Dia telah memerintahkan beberapa orang untuk mencari keberadaan ayah dan ibunya, dia juga memerintahkan pelayan dirumah ayahnya untuk pergi mencari kedua orang tuanya disetiap tempat yang biasa dikunjungi oleh kedua orang tuanya.
Dia takut terjadi sesuatu dengan kedua orang tuanya dan dia sendiri sudah bosan menungu.
Hanya duduk diam saja tidak menyelesaikan masalah, apalagi ayah dan ibunya sudah tua,dia juga khawatir mereka akan pergi terlalu jauh dan lupa untuk kembali karena mereka sudah sedikit pikun.
Jhon segera bangkit berdiri, lebih baik dia pergi mencari ayah dan ibunya disetiap rumah sahabat ayahnya, siapa tahu mereka sedang ada disana?
"Jacob, ikut aku." ajaknya.
"Mau kemana dad?"
"Tentu untuk mencari kakek dan nenekmu, aku tidak bisa berdiam diri seperti ini."
"Baiklah." Jacob juga bangkit berdiri.
"Jhon jika sudah ketemu kabari aku." pinta Samantha, dia juga khawatir akan keberadaan ayah dan ibu mertuanya.
"Tentu saja baby."
Jhon dan Jacob hendak melangkah pergi tapi Olivia menahan ayah dan kakaknya itu.
"Mencari kakek dan nenekmu." jawab ayahnya.
"Dad, jangan dicari." cegah Olivia dengan cepat.
"Maksudmu?"
Semua mata menatap kearah Olivia.
"Itu?" Olivia ragu mengatakannya, tapi jika dia tidak mengatakannya maka kota itu akan diobrak abrik oleh kakak dan ayahnya.
"Olivia, cepat kau katakan jika kau tahu?" Jacob mulai kesal.
"Kak Jacob, kakek dan nenek pergi kerumah Alice." teriak Olivia.
"What?" ucap Jhon,Samantha dan Jacob secara bersamaan.
Apa-apaan? Untuk apa kakek dan neneknya pergi kesana?
"Olivia kenapa tidak kau katakan sedari tadi!!" Jacob mendekati adiknya itu dan menjepit lehernya.
"Maaf kak, aku hanya ingin mengisengi kalian saja." teriak Olivia.
__ADS_1
"Olivia kau ya!!" Jhon jadi kesal dengan keisengan putrinya.
Olivia menelan ludahnya saat melihat tatapan tajam kedua orang tuanya, padahal dia iseng saja.
"Setelah pernikahan kakakmu kau harus segera menemui Lewis Simone." ujar Ayahnya.
"Dad, tidak mau!!"
"Kau tidak bisa menolak sekarang."
"Mom." Olivia mencoba mencari pertolongan.
"Aku tidak dengar." Samantha menutup kedua telinganya.
Dia juga kesal dengan putrinya, disaat semua orang sedang panik masih saja berbuat iseng. Padahal dia tahu keberadaan kakek dan neneknya tapi kenapa diam saja sedari tadi? Bemenar-benar! Samantha sudah kehabisan kata-kata.
"Rasakan." ujar Jacob kesal.
Olivia tertunduk lemas, sepertinya dia tidak bisa menghindari perjodohan itu lagi.
"Kalau begitu ayo jemput kakekmu."
Mereka segera pergi dari sana untuk menjemput si tua Smith yang telah membuat semua orang panik.
Sedangkan saat itu dikediaman Alice, tampak dua orang tua sedang berdiri didepan pintu rumah itu.
Ya kedua orang tua itu adalah Michael Smith dan istrinya Xiau Yu, mereka datang kesana untuk menemui cucunya Jacob.
Karena Edward mengatakan kepada mereka jika Jacob sudah punya pacar jadi mereka datang kesana untuk menemui cucunya dan tentu saja ingin melihat pacar cucunya, mereka memutuskan datang kesana karena bosan.
Tentu mereka tahu tempat itu dan tahu jika Jacob tinggal disana dari Olivia, jadi mereka memutuskan untuk menemui cucunya secara langsung untuk mengintrogasi cucunya itu karena sudah tidak mengatakan kepada mereka jika sudah punya pacar.
Tanpa sepengetahuan pelayan mereka pergi untuk menemui cucunya, lagi pula tidak akan ada yang mencari mereka. Itu yang ada dipikiran kedua orang tua itu, mereka tidak tahu putra dan cucunya sedang panik mencari keberadaan mereka.
Sementara didalam rumah itu, Alice sedang sibuk membersihkan kamar Marry. Karena bibi Carol berhenti mendadak jadi dia harus membersihkan rumahnya sendiri sekarang.
Alice sedang merapikan buku-buku pelajaran Marry dan meletakkan buku-buku itu didalam lemari, supaya tidak bosan Alice hendak mengambil ponselnya untuk mendengarkan musik tapi saat dia hendak mengambil ponsel didalam kamarnya pintu rumahnya diketuk dari luar sana.
Alice memutar langkahnya berjalan kearah pintu untuk membuka pintu rumahnya, siapa yang datang?
Saat dia membuka pintu rumahnya Alice dibuat kaget saat melihat dua orang tua sedang berdiri disana.
Pria tua bermata biru dan wanita tua yang dilihat bagaimanapun orang asia, Alice mengernyitkan dahinya, siapa?
"Apa cucuku ada didalam?" tanya pria tua yang sedang berdiri dengan sebuah tongkat ditangannya.
Saat mendengarnya, Alice semakin dibuat bingung. Cucu? Siapa yang mereka maksud?
__ADS_1