
Setelah melihat matahari terbenam, mereka kembali ke Resort mereka karena sebentar lagi Jacob akan mengajak istrinya makan malam romantis.
Tentu dia sudah menyiapkan semuanya untuk istrinya, selama berada dipulau itu Jacob akan memanjakan istrinya sebisa mungkin, apapun akan dia lakukan supaya Alice senang.
Dia ingin mereka menikmati setiap waktu yang ada selama disana sebelum mereka kembali ke California karena saat mereka kembali, mereka akan disibukkan dengan pekerjaan yang mereka tinggalkan selama beberapa minggu.
Malam ini malam spesial untuk mereka karena Jacob akan mengajak Alice makan malam romantis dengan para ikan,ya dengan para ikan.
Disana banyak tempat bagus dan menawan jadi makan malam dengan para ikan adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.
Disana ada sebuah restoran yang sediakan oleh sebuah resort yang menawarkan pengalaman seperti itu dan tentu saja yang ingin merasakan sensasi romantis seperti itu harus mengeluarkan uang yang banyak tapi itu bukan masalah untuk Jacob, selama hal itu bisa membuat Alice senang dia tidak akan memperdulikan masalah seperti itu.
Jacob sedang mandi saat itu sedangkan Alice sedang berada didekat kolam renang untuk melakukan Video call dengan Marry, dia rindu dengan Marry dan ingin melihat wajahnya. Tentu dia juga ingin tahu apakah Marry bersenang-senang di Paris?
"Mommy." Marry tampak begitu senang saat sambungan ponsel mereka sudah tersambung.
"Oh Merry, mommy sangat merindukanmu."
"Mommy kenapa kau tidak ikut dengan kami? Kata kakek mommy turun dari kapal dengan daddy."
Eh iya, waktu mereka pergi dia lupa mengatakan pada Marry.
"Sory sayang, mommy lupa mengatakannya padamu. Tapi apa kau bersenang-senang dengan yang lainnya?"
"Yes mom, look." Marry memperlihatkan barang-barang yang dibelikan oleh Samantha untuknya.
"Nenek memberikan aku banyak barang." ujarnya dengan gembira.
"Are you happy my dear?"
"Yes mom, i'm very happy."
"Oh my, mommy juga sangat senang mendengarnya maka dari itu jadilah anak baik, okey?"
"Yes mom, kakek dan nenek sangat sayang padaku. Aku tidur dengan mereka dan terkadang sebelum tidur nenek membacakan cerita untukku."
Air mata Alice langsung mengalir dari kedua matanya, Marry tidak pernah terlihat begitu gembira sejak kejadian malam itu dimana seluruh keluarganya terbunuh dan lihatlah, Marry benar-benar begitu tampak senang dengan kakek dan nenek barunya.
Alice mengusap air matanya, keluarga Jacob benar-benar penuh kasih sayang bahkan mereka begitu menyayangi Marry walaupun Marry adalah putri kakaknya.
"Mommy, kenapa mommy menangis?"
__ADS_1
"Oh tidak, mommy hanya rindu denganmu saja."
"Mommy jangan menangis, nanti Marry jadi sedih." wajah Marry sudah tampak sedih.
"I'm sorry my dear, mommy tidak akan menangis lagi. Jadi katakan pada mommy apa yang kau lakukan saat ini?"
"Aku ingin tidur, tapi kakek dan nenek sedang keluar."
Saat itu waktu di Paris lebih cepat tiga jam dari pada waktu di Maldive Island.
"Apa kau takut tidur sendiri?"
"Tidak, aku menunggu nenek kembali untuk membacakan sebuah cerita untukku barulah aku tidur."
"Dasar, kenapa kau jadi manja?"
"Ah mommy, nenek sudah kembali, Marry matikan ya ponselnya." ujar Marry dengan gembira saat Semantha masuk kedalam kamar.
"Oke bye, i love you."
"Bye mom."
Alice tersenyum saat itu, walaupun mereka kehilangan keluarga mereka tapi mereka telah menemukan keluarga yang penuh kasih sayang dan hangat tentu hal itu membuatnya benar-benar bahagia.
Dia dan Marry benar-benar beruntung dapat bertemu dengan keluarga yang hangat dan penuh cinta dan dia benar-benar beruntung dapat bertemu dengan Jacob karena pria itu memberikan banyak cinta untuknya.
"My honey, kenapa kau berdiri disini? Udara malam sangat dingin." Jacob memeluki istrinya dari belakang.
"Jac-Jac, thank you."
"Hei, for what?"
Jacob memutar tubuh istrinya dan mengusap wajah Alice yang terasa dingin karena hembusan angin malam, dia juga mengusap air mata Alice yang masih tersisa diujung matanya.
"Are you crying my honey?'
"No." Alice melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.
"Jadi, apa ada ikan hiu melompat kedalam kolam renang dan menyipratkan air kolam diwajahmu?"
"Hm aku rasa bukan hiu tapi lumba-lumba."
__ADS_1
Jacob menciumi wajah Alice sambil terkekeh, entah apa yang dipikirkan oleh istrinya saat ini tapi dia tidak mau Alice menangis lagi.
"So honey, ceritakan padaku kenapa kau menangis?"
"Jac-Jac, aku hanya merasa begitu bahagia karena aku dan Marry bisa menjadi bagian dari keluargamu. Thank you Jac-Jac karena kalian begitu baik dan begitu mencintai Marry."
"Stt...my honey, saat aku mengenalmu saat itu juga aku sudah menerima Marry dan keluargaku tidak ada yang mempermasalahkan hal ini apalagi ayah dan ibuku. Mereka sangat mengerti, Marry hanya anak kecil yang menjadi korban dan membutuhkan banyak kasih sayang."
"Kau benar Jac-Jac, aku sangat menyesal mengabaikannya saat aku jadi polisi tapi sekarang aku akan selalu meluangkan waktu untuknya."
"Itu baru benar sayang, jadi jangan menangis lagi dan bersiap-siaplah karena kita akan pergi makan malam."
Alice mengangguk dalam pelukan suaminya, sebelum mereka bersiap-siap Jacob menciumi bibir istrinya dengan mesra.
Mereka pergi kesuatu tempat setelah siap, selama diperjalanan Jacob memegangi tangan Alice dan tidak melepaskannya sama sekali.
Sesuai perkataan Jacob mereka akan makan malam dengan para ikan, Alice benar-benar senang dengan kejutan yang diberikan oleh suaminya.
Sebuah restoran dengan ribuan ikan berenang diatas dan sisi restoran dan ini benar-benar pengalaman indah yang tidak akan pernah mereka lupakan dan mereka dapat melihat para ikan itu karena pembatas yang terbuat dari kaca.
Direstoran itu tidak saja menikmati makanan yang terhidang tapi mereka akan melihat ribuan para ikan yang berenang disamping mereka dan terumbu karang buatan yang ada, ini sungguh-sungguh indah.
Tidak perlu khawatir karena gelap, restoran itu akan dicahayai lampu sehingga para ikan yang ada akan terlihat dengan jelas, sebenarnya siang hari adalah waktu yang pas untuk mengunjungi restoran itu tapi pada saat malam, banyak pasangan yang ingin menghabiskan makan malam romantis disana.
"Jac-Jac." mata Alice berkaca-kaca, bagaimana caranya dia mengungkapkan semua kebahagiaan yang dia rasakan saat ini?
"Do you like it my honey?"
"Yes, thank you Jac-Jac, I like it very much."
"So."
Jacob membawa istrinya kesebuah meja yang ada, disana tidak hanya ada mereka saja tapi terdapat beberapa pasangan lainnya tapi siapa yang perduli? Mereka sibuk dengan pasangan mereka masing-masing.
Makan malam romantis yang ditemani dengan ribuan ikan yang berenang disamping mereka, ini benar-benar makan malam yang paling romantis.
Yang pastinya mereka akan melewati waktu romantis dipulau itu selama mereka berada disana dan tidak akan mereka sia-siakan waktu yang ada untuk membuat kenangan demi kenangan manis di Maldive Island.
#Penampakan saat siang.#
__ADS_1