Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Dua serigala yang saling memanfaatkan


__ADS_3

Disebuah bar yang ada dikota itu, tampak Lucas sedang menunggu seseorang. Setelah mempertimbangkan hal ini selama berhari-hari akhirnya Lucas memutuskan untuk meminta bantuan pada Jacob Smith.


Bukan tanpa alasan, kali ini dia tidak mau gagal karena barang yang akan dia seludupkan nilainya jutaan dolar.


Jika sampai misinya diketahui oleh pihak kepolisian maka bisa dia pastikan dia akan rugi besar.


Selama berhari-hari pula Lucas sibuk mengatur barang yang hendak dia seludupkan keluar dari California menuju Meksiko.


Sebab itulah dia belum ada waktu untuk mendekati Alice Walker, tapi setelah penyeledupan yang dia lakukan sudah berhasil maka dia akan segera mendekati gadis itu.


Selama beberapa hari juga dia mencari adiknya Becca, tapi adiknya itu benar-benar tidak dia temukan dimanapun.


Sedikit informasi saja tidak dia dapatkan tentang keberadaan adiknya, Lucas jadi penasaran untuk Apa Alice Walker datang keapartemennya waktu itu?


Apa gadis itu mengenal Becca? Tapi tidak mungkin Becca berteman dengan Alice Walker karena dia tahu Becca pasti sangat membenci Alice Walker apalagi Becca sudah tahu bahwa Adam Walkerlah yang telah membunuh George.


Sepertinya dia harus menanyakan hal ini pada Alice Walker, bisa saja gadis itu tahu dimana Becca berada karena dia yakin, waktu itu Alice Walker pasti punya alasan mendatangi apartemennya.


Lucas meneguk minumannya dengan pelan, dia sudah berada disana cukup lama tapi dimana Jacob Smith? Apa pria itu menolak untuk bekerja sama dengannya?


Sedangkan didepan pintu masuk bar itu tampak dua orang pria sedang berjalan memasuki bar, kedua pria tampan itu Jacob Smith dan asistennya Andrew.


Mereka menuju kearah bartender, tanpa basa basi Jacob segera duduk disamping Lucas. Dia sudah tahu pria itu ada disana karena saat dia masuk dia sudah melihat Lucas duduk disana.


Jacob memesan segelas minuman untuknya sedangkan Lucas melihat kearahnya.


"Jacob Smith, maaf telah mengganggu waktumu." kata Lucas basa basi.


"Tidak perlu basa basi Lucas, cepat katakan padaku apa yang ingin kau bicarakan denganku karena aku tidak punya banyak waktu." katanya dengan dingin.


Jacob meneguk minumannya yang sudah datang tanpa melihat kearah Lucas sedikitpun.


"Bukankah kau pernah menawarkan kerja sama denganku?"


"Oh, jadi kau tertarik dengan tawaranku?" Jacob memalingkan wajahnya dan menatap Lucas dengan tatapan tajamnya.


"Tentu saja, aku akan menawarkan 30 persen untukmu jika bisnis kali ini berhasil."


Senyum menyeringgai menghiasi Wajah Jacob, 30 persen? Dia tidak butuh uang dari benda haram yang akan diseludupkan oleh Lucas.


"Aku tidak akan mengambil banyak, cukup lima persen. Anggap saja ini awal kerja sama diantara kita." Jacob meneguk minumannya kembali.


"Wah, kau sangat bermurah hati.tapi aku pasti akan membagi keuntungan itu untukmu."bkata Lucas lagi.


"Katakan padaku Lucas, bantuan apa yang kau butuhkan dariku?"


"Aku ingin kau mengirim anak buahmu menjaga barang-barangku dipelabuhan."


"Lalu?" Jacob hanya memutar-mutar minuman yang berada didalam gelasnya dan melihatnya.

__ADS_1


"Kau tidak perlu turun tangan, cukup anak buahmu saja yang mengawasi barang-barang itu sampai ke Meksiko." jelas Lucas.


Jacob diam saja belum menyetujui permintaan Lucas, menyeludupkan benda haram? Sepertinya dia akan memberikan kejutan yang luar biasa pada Lucas nantinya.


Setelah itu,bdia ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Lucas.


"Bagaimana apa kau tertarik?" tanya Lucas padanya.


"Baiklah, seperti yang kau inginkan."


Senyum licik langsung menghiasi wajah Lucas, akhirnya dia dapat memanfaatkan Jacob Smith dan ini adalah keuntungan terbesar untuknya apalagi pria itu hanya menginginkan 5 persen dari hasilnya nanti.


Sepertinya tidak sia-sia dia menemui Jacob waktu itu walaupun dia masih curiga jika Jacob tahu dimana Becca berada. Setelah kerja sama diantara mereka telah berhasil dia akan menanyakan keberadaan Becca kembali pada Jacob, tapi untuk saat ini dia tidak akan menyinggung pria itu.


"Baiklah Lucas." Jacob bangkit berdiri.


"Setelah ini kau bisa menghubungi Andrew, dia akan membantumu nanti."


Lucas menatap kearah Andrew sedangkan Andrew mengangguk padanya.


"Aku tunggu kabar baik darimu." Jacob segera melangkah pergi sedangkan Andrew meninggalkan uang seratus dolar diatas meja untuk membayar minuman bosnya.


Lucas kembali meneguk minumannya dan menatap kepergian kedua pria itu,tidak sulit ternyata.


Diluar sana, Andrew masih mengikuti bosnya menuju kearah mobilnya. Dia tahu Jacob hanya pura-pura menerima kerja sama dengan Lucas tapi sebenernya apa yang direncanakan pria itu nanti?


Andrew jadi penasaran, rencana apa yang telah disiapkan oleh pria licik itu?


"Daddy ada apa?"


"Dasar kau anak terkutuk, pulang sekarang juga!" teriak Jhon dari sebrang sana.


"Wow, ada apa ini?"


"Jacob, segera pulang!" terdengar suara Jhon yang meninggi karena amarah.


Jacob memandangi ponselnya yang telah dimatikan oleh ayahnya dengan heran, kenapa ayahnya sangat marah?apa yang telah terjadi?


"Andrew, antar aku pulang." perintahnya.


"Siap master, setelah ini boleh aku pulang?" pintanya.


"Untuk apa?"


"Tentu untuk memberikan kue yang diberikan oleh Ms Olivia pada ayahku."


"Sebaiknya kau buang kue itu kalau tidak mau ayahmu masuk rumah sakit."


"Master terlalu berlebihan, aku sudah memakannya dan aku masih tampak segar bugar." kata Andrew tanpa curiga.

__ADS_1


"Terserah, aku sudah memperingatimu dan semoga ayahmu tidak mati karena aku masih membutuhkan tenaganya."


Jacob masuk kedalam mobilnya tanpa berkata apa-apa lagi, dia sedang penasaran kenapa ayahnya marah? Apa terjadi sesuatu dirumah?


Andrew mengantarkan bosnya itu pulang kerumah, setelah itu dia bergegas pulang kerumah orang tuanya untuk memberikan kue gingerbread yang diberikan oleh Olivia.


Ayahnya pasti akan sangat senang apalagi kue itu sangat enak dan lagi pula kue itu dibuat oleh putri mantan majikannya.


Saat telah tiba, Andrew berlari masuk kedalam rumah orang tuanya dengan sebuah tempat makanan ditangannya.


Dia segera masuk kedalam rumah itu dan didalam sana tampak ayahnya sedang santai sambil menikmati segelas kopi.


"Dad, kebetulan."


"Hei, tumben kau pulang." kata Billy saat melihat putra semata wayangnya itu.


"Daddy, aku pulang ingin memberikan ini." Andrew meletakkan tempat kue itu didepan ayahnya.


Billy membuka tempat Makanan itu dan didalam sana tampak kue gingerbread yang tampak menggiurkan.


"Apa ini buatan calon menantuku?" Billy bertanya dengan penuh semangat.


"Bukan, itu buatlah Ms Olivia dan rasanya enak." kata Andrew meyakinkan.


"Wow, aku tidak menyangka keturunan Smith itu bisa membuat kue yang enak." kata Billy tidak percaya.


"Aku juga tidak." Andrew melangkah hendak membuat segelas kopi, tentu untuk menikmati kue gingerbread yang dia bawa pulang.


"Dad, kemana mommy?"


"Sedang tidur siang." Billy mulai mengambil kue gingerbread yang ada ditempat makan untuk mencicipinya.


Dia sangat senang dapat memakan kue hasil buatan putri mantan majikannya, tapi pada saat dia menggigit kue itu? Mata Billy terbelalak kaget.


"Wow, rasa yang langka dan unik." gumamnya.


"Benarkan enak." Andrew mendekati ayahnya dengan segelas kopi dan duduk didekat ayahnya.


Andrew mengambil kue itu juga, dia sudah makan tadi dan rasanya benar-benar enak tapi pada saat Andrew menggigit kue itu?


"Oh my God! Ini kue atau racun!!" Andrew memuntahkan kue itu dari mulutnya.


"Dad, jangan kau makan!" Andrew mencegah ayahnya yang masih memakan kue itu.


Pantas saja bosnya tadi memintanya untuk membuang kue itu, ternyata? Dia sudah dibohongi oleh Olivia.


"Tidaka apa-apa Andrew, ini makanan langka. Kapan lagi aku bisa memakan makanan yang dibuat oleh Olivia? Ini suatu kebanggaan untukku." Jawab Billy dengan santai.


"Dad sebaiknya jangan!" Andrew mengambil kue yang tersisa untuk membuangnya.

__ADS_1


"Ms Olivia, seharusnya aku curiga." Andrew melihat kearah ayahnya yang masih memakan kue yang tersisa ditangannya, dia berharap ayahnya tidak masuk rumah sakit setelah ini.


__ADS_2