
Saat itu tampak Alice sedang menaikkan rambut panjangnya dan mengikatnya keatas, setelah dirasa rambutnya sudah rapi Alice segera meraih sebuah map yang telah disiapkannya kemarin.
Setelah mengambil mapnya Alice segera keluar dari kamarnya, gadis itu berjalan kearah dapurnya untuk mengambil selembar roti dan mengolesi selai kacang diatasnya.
Alice berjalan kearah kulkas dan mengambil susu disana, hari ini dia berencana Mengirimkan map yang dibawanya untuk atasannya. Didalam map itu ada surat pengunduran dirinya yang telah dia buat semalam.
Dia ingin mengundurkan diri dari kepolisian karena Alice telah memutuskan untuk berkonsentrasi menyelidiki kasus kematian keluarganya, dia ingin menemui Becca kembali karena dia yakin Becca pasti tahu siapa yang telah membunuh keluarganya dan Becca adalah petunjuk satu-satunya yang dia punya sekarang.
Mungkin Becca tidak akan membuka mulutnya dengan mudah tapi dia akan memaksa Becca mengatakan padanya siapa dalang yang telah menghabisi keluarganya.
Setelah berpikir semalam akhirnya Alice memutuskan untuk menghentikan karirnya terlebih dahulu, setelah dia menemukan pembunuh keluarganya dan balas dendam mungkin dia akan langsung melamar menjadi agen FBI sesuai impiannya.
Sambil mengigiti rotinya Alice mengambil sepatunya dan memakainya, setelah selesai Alice segera membuka pintu rumahnya.
"Hai sayang." tampak Jacob berdiri didepan pintu rumahnya.
Saat melihat pria itu Alice langsung menutup pintu rumahnya kembali tapi langsung Jacob tahan.
"Hei kanapa kau tutup lagi?" Jacob menahan pintu itu sedangkan Alice mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga agar pintu rumahnya kembali menutup.
Kenapa Jacob datang lagi? Padahal dia sudah meminta pria itu untuk tidak menemuinya lagi dan sudah berkata dengan jahat agar Jacob membencinya.
"Alice, cepat kau buka pintu ini!"pinta Jacob dari luar sana.
"Siapa kau? Pergi dari sini!" teriak Alice pula.
Jacob hanya terkekeh dan masih menahan daun pintu itu.
"Alice sayang apa kau ingin pintu ini aku hancurkan?"
"Aku bilang pergi!!" Alice kembali mengusir.
"Sayang kau yang memaksaku!" Jacob langsung mendorong daun pintu itu hingga Alice terhuyung kebelakang dan terjerambab diatas lantai.
"Aduh bokongku!!" teriaknya sambil memegangi bokongnya yang terbentur lantai.
Jacob kembali terkekeh dan mendekat padanya, pria itu menunduk dan langsung mengangkat Alice agar gadis itu bangkit berdiri.
"Jangan kawatir sayang, bokongmu tetap seksi." godanya.
Alice melotot padanya sambil mengusap-usap bokongnya yang terasa sakit, sepertinya Jacob benar-benar orang yang sulit untuk dihindari.
"Untuk apa kau kemari?" Alice memunguti mapnya yang berada diatas lantai.
"Tentu saja untuk bertemu denganmu sayang."
Jacob mendekati Alice dan memeluknya.
"Apa kau tidak tahu aku sangat rindu padamu?" bisiknya ditelinga Alice.
__ADS_1
Alice memejamkan matanya,dia juga rindu kehangatan tubuh Jacob tapi dia sudah memutuskan untuk tidak melibatkan pria itu dalam masalah pribadinya.
Saat pergi dari tempat Jacob, Alice langsung pergi kemakan keluarganya, dia menangis disana sambil memeluk batu nisan keluarganya dan dia tidak ingin membuat Jacob berakhir seperti keluarganya.
Alice segera mendorong tubuh Jacob dan menjauh dari pria itu.
"Bukankah sudah aku katakan aku sangat membencimu? Jadi tolong jangan datang lagi!"
"Bukankah aku juga sudah mengatakan padamu bahwa aku akan tetap mencarimu walaupun kau tidak mau!" ujar Jacob pula.
Alice menggenggam mapnya dengan erat, Jacob benar-benar orang yang pantang menyerah.
"Terserah padamu, aku tidak punya waktu untuk berdebat denganmu. Sebaiknya kau pergi karena aku sedang ada urusan."
Alice berjalan keluar dari pintu rumahnya sedangkan Jacob mengikutinya dari belakang.
"Kau mau pergi kemana sayang?"
Alice tidak menjawab pertanyaan Jacob karena dia merasa pria itu tidak perlu tahu.
"Alice." Jacob mulai kesal karena diabaikan.
Alice masih cuek dan sibuk mengunci pintu rumahnya sedangkan Jacob tambah kesal!
"Hei aku sedang berbicara denganmu apa kau tidak dengar?"
"Oh my!!" Jacob bertambah kesal.
"Alice Walker, awas kau!!"
Dengan cepat Jacob berjalan menghampiri Alice dan berdiri dihadapannya sehingga Alice menghentikan langkahnya.
Alice mendongakkan kepalanya dan melotot pada Jacob yang sedang tersenyum padanya.
"Hei Mr Smith, bisa kau minggir?" pintanya.
"Tidak!"
Alice melangkah kekanan tapi Jacob mengikutinya dan menghalangi langkahnya, gadis itu kembali melangkah kekiri tapi lagi-lagi Jacob mengikutinya dan menghalangi langkahnya kembali.
Alice jadi kesal dibuatnya, apa sih mau pria ini?
"Jacob, tolong jangan halangi langkahku,aku sedang buru-buru." pintanya.
"Aku tidak menghalangi langkahmu sayang, tapi kau yang menghalangi langkahku." jawab Jacob sambil tersenyum usil.
Alice menghembuskan nafasnya dengan berat,bentah apa yang diinginkan oleh Jacob.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanyanya putus asa.
__ADS_1
"Berbicara denganmu."
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan Jacob, lagi pula aku sedang sibuk."
"Alice, aku hanya ingin kita berbicara. Kenapa kau menghindar seperti ini?
"Aku sudah katakan aku tidak punya waktu."
Alice mulai berjalan tapi Jacob mengikutinya.
"Jangan mengikutiku!" Alice menghentakkan kakinya kesal.
Tapi Jacob hanya tersenyum dan terus mengikutinya.
"Alice sayang, aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu saat ini. Jadi mari kita bicara baik-baik untuk memperbaiki hubungan kita."
"Memang kita punya hubungan apa?" tanya Alice dengan ketus.
"Hei kau ini calon istriku, kau tidak lupakan?"
"Itu kau yang memutuskan sendiri Mr Smith."
"Apapun yang terjadi kau adalah milikku." Jacob langsung memeluk pinggang Alice saat ada seorang pria yang melirik kearah gadis cantik itu.
"Jangan berlebihan, aku tidak mau menjadi milikmu!" Alice memukul tangan Jacob yang berada dipinggangnya.
"Sebentar lagi kau tidak akan berkata demikian, sayang." Jacob semakin mengencangkan pelukannya.
Alice hanya diam saja, malas meladeni Jacob. Sebenarnya dalam hatinya sangat senang dan sangat ingin memeluk Jacob disaat-saat seperti itu.
Tapi harus dia tahan, dia tidak ingin mencelakai Jacob dan dia sedang berusaha menahan hatinya agar tidak tergoda.
Saat Alice melihat sebuah taxi, gadis itu segera menyetop taxi itu dan melepaskan diri dari pelukan Jacob.
"Jangan mengikutiku!" Alice segera masuk kedalam taxi itu dan meminta supir taxi itu untuk segera menjalankan mobilnya.
Jacob melihat kepergian Alice dengan senyum mengembang wajahnya.
"Sepertinya perkataan aunty Silvia benar adanya, mungkin kami para lelaki yang lahir dikeluarga Smith memang dikutuk."
"Alice Walker, jika aku tidak bisa mendapatkanmu maka aku akan pergi kecina, mencukur rambutku ini dan menjadi seorang biksu." katanya lagi.
Saat itu sebuah mobil sport berhenti disampingnya, Andrew menurunkan kaca jendela mobil itu dan memanggilnya..
Jacob segera masuk kedalam mobilnya dan duduk disana.
"Andrew, ikuti taxi itu." perintahnya.
"Siap master." Andrew segera menjalankan mobil itu untuk mengikuti taxi yang ditumpangi oleh Alice walker.
__ADS_1