Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Introgasi


__ADS_3

Saat itu direstoran, setelah pergi dari pesta amal mereka semua pergi kesebuah restoran untuk makan malam.


Mereka memesan sebuah ruangan yang ada disana karena saat itu juga Jhon ingin mengintrogasi Alice Walker, gadis yang telah berani meniggalkan putrnya dan gadis yang telah berani membuat putranya murung sepanjang hari.


Saat diperjalanan menuju restoran Alice tampak gugup dan jujur dia juga takut, bagaimana jika keluarga Jac-Jac sudah tahu jika dialah yang hampir membunuh Jac-Jac?


Dia Sangat gelisah sampai Jacob memeluknya dan menenangkannya, selama diperjalanan itu pula Alice meminjam ponsel Jacob untuk menghubungi aunty Clara dan mengatakan jika ada seseorang yang akan menjemput Marry dan mengatakan mungkin malam ini dia tidak kembali kepanti asuhan.


Dia harus memberi kabar supaya aunty Clara tidak khawatir dan mengijinkan Andrew membawa Marry nanti.


Saat itu didalam ruangan suasana terasa mencekam bagi Alice, bahkan dia memakan makanan yang diambilkan oleh Jacob untuknya tanpa berselera, bagaimana tidak, saat itu mata Jhon dan Michael menatap kearahnya dengan tajam.


Nyali Alice benar-benar ciut, apa yang akan terjadi dengannya nanti?


"Alice sayang, kenapa kau terlihat gugup seperti itu?" bisik Jacob ditelinganya.


"Tidak...tidak apa-apa." elaknya dengan cepat.


"Hei Alice, apa kabarmu?" Olivia menarik sebuah kursi dan duduk disampingnya.


"Olivia, Kau?" Alice melihat kearah perut Olivia yang membuncit.


"Kau tidak menyangka bukan? Aku sudah star duluan."


"Selamat untukmu."


"Hei apa itu? Kau harus segera menikah dengan kakak, kau tahu?"


Alice hanya tersenyum dan pada saat itu Jhon berdehem pelan,inu waktunya introgasi.


"Baiklah, Alice Walker aku akan memberikan beberapa pertanyaan padamu." Jhon menatap kearah Alice dengan tajam.


"Oh my dad, bisa tidak kau tidak menakutinya?" tanya Jacob pada ayahnya.


"Hei boy, aku tidak menakutinya!aku hanya ingin tahu kenapa dia meninggalkanmu?"


"Daddy please, ini permasalahan kami oke?"


Jacob sedang berusaha mencegah ayahnya untuk mencari tahu kenapa Alice pergi karena dia tidak mau Alice mengingat kejadian itu dan diliputi rasa bersalah lagi.


Alice memegangi tangan Jacob dan tersenyum padanya, dia akan mengatakan semuanya jika memang dialah yang hampir membunuh Jacob walaupun bukan dia yang menembakkan senjata itu tapi tetap saja, senjata itu berada ditangannya.


"Alice sayang, aku tidak ingin kau bersedih lagi jadi jangan paksakan dirimu."


"Tidak apa-apa Jac-Jac, aku sudah mempersiapkan diriku."


"Kau yakin?"


"Tenang saja, aku bertapa dibukit hampir satu tahun jadi aku sudah siap."


"Itu bagus." Jhon menyela pembicaraan kedua pasang itu.


"Sekarang katakan padaku apa kau membuat suatu kesalahan sampai kau meninggalkan putraku? Dulu istriku juga meninggalkanku tapi dia punya alasan, sekarang katakan padaku apa alasanmu? Setelah aku mendengarnya aku akan mengijinkan kalian untuk menikah."


"Oh my, daddy please, dalang yang membuat kita mengalami semua ini sedang duduk disamping daddy." Jacob melihat kearah kakeknya.


"Hei kenapa kau menyalahkan aku?" protes Michael dengan cepat.


"Kakek setelah ini kau harus melakukan satu hal!"

__ADS_1


"Hei kalian berdua diam! Aku ingin mendengar penjelasannya sekarang!" ujar Jhon kesal.


"Ck!" Jacob dan kakeknya berdecak kesal secara bersamaan.


Sebenarnya Jhon senang melihat putranya sudah kembali seperti dulu lagi, tapi tetap saja dia harus tahu, kurang apa putranya sampai Alice Walker meninggalkannya.


Alice menegakkan kepalanya menatap ayah Jacob dengan berani, dia sudah siap dan akan menerima akibatnya seandainya dia harus mati sekalipun.


"Tuan Smith, aku ingin meminta maaf pada kalian semua. Aku minta maaf karena telah membuat kalian cemas dan sedih, padahal kalian sangat baik padaku dan aku minta maaf."


"Alice sayang, kenapa kau meminta maaf pada kami?" tanya Samantha.


"Maaf tante, aku?" Alice menggigit bibirnya dan memandangi semua orang yang ada disana sedangkan jacob menggenggam tangannya.


"Tidak perlu memaksakan diri oke? Aku yang akan mengatakannya." hiburnya.


"Tidak, kau sudah banyak berkorban untukku dan sekarang, aku yang akan menyelesaikan semua ini. Aku akan mengakui semua kesalahanku didepan keluargamu."


"Jadi?" Jhon mulai mengetukkan sepatunya dilantai.


"Maaf, waktu itu aku yang hampir membunuh Jacob."


Semua mata terbelalak kaget saat Mendengarnya sedangkan Jhon menatap Alice dengan tatapan mata membunuhnya.


Bukankah waktu itu Edward mengatakan jika mereka sudah membereskan orang yang telah melukai putranya?


"Boy apa itu benar?"


"Tidak, daddy jangan percaya dengannya. Waktu itu yang menembakku adalah Lucas tapi sibodoh ini terlalu merasa bersalah karena senjata yang ditembakkan Lucas memang ada ditangannya ."


"Apa itu benar?" Jhon masih melihat Alice dengan tajam.


Alice mengangguk dengan cepat, walau begitu tetap saja dia yang salah.


"Pasti, aku pasti akan bertanggung jawab. Aku akan membayarnya dengan nyawaku tapi aku mohon kalian mau merawat Marry."


Gelak tawa langsung terdengar diruangan itu saat mendengar ucapan Alice, siapa yang mau mengambil nyawa gadis bodoh itu?


"Kau terlalu berlebihan sayang, dari pada kau mati lebih baik kau menikahi putraku dan menjaganya seumur hidupmu. Itu hukuman yang lebih mengerikan dari pada kematian." kata Samantha disela-sela tawanya.


"Jadi kalian mau memaafkan aku?" air matanya mulai mengalir, kenapa mereka begitu baik?


"Aku tahu kau tidak punya pilihan sayang, walaupun aku tidak begitu mengerti tapi jika aku berada diposisimu mungkin aku akan melakukan hal yang sama." jawab Samanta lagi.


Dulu dia meninggalkan Jhon demi Edward dan mungkin Alice melakukan hal yang sama untuk melindungi Marry, jadi dia meengerti dengan apa yang dialami oleh Alice.


"Terima kasih...terima kasih kalian begitu baik padaku." Alice menunduk dan mengusap air matanya yang terus mengalir, dia tidak akan melupakan kebaikan mereka untuk seumur hidupnya.


"Hei sudah puaskan kalian membuatnya menangis?" Jacob melihat kearah keluarganya dengan kesal.


"Baiklah, aku hanya ingin mendengar kenapa dia pergi meninggalkanmu dan sekarang, kalian harus cepat menikah. Kau harus menjeratnya untuk seumur hidupnya, itu hukuman yang setimpal untuk menebus kesalahannya." ujar Jhon pula.


"Itu sudah pasti daddy, tapi sebelum itu?" Jacob melihat kearah kakeknya dengan tajam.


"Kakek, berlutut dibawah kaki nenek sekarang juga!" perintahnya.


"Hei cucu kurang ajar, apa maksudmu?"


"Kakek, aku ingin kutukan ini hanya dialami oleh aku dan daddy saja. Aku ingin anakku nanti tidak mengalami kisah cinta yang menyedihkan lagi, cukup aku dan daddy saja!"

__ADS_1


"Hei kutukan apa sih?" Michael melihat putra dan cucunya secara bergantian.


"Daddy lakukan saja permintaan Jacob, memang benar yang dikatakan olehnya, daddylah dalang dibalik semua yang kami alami."


"Ck, apa kalian ingin aku kutuk?"


"Ayolah kakek, hanya berlutut dibawah kaki nenek dan meminta maaf padanya, tidak sulit bukan?"


"Oke fine, akan aku lakukan!"


Michael bangkit berdiri dan menghampiri istrinya yang tidak jauh darinya, dengan susah payah Michael berlutut didepan istrinya sambil menggerutu kesal:


"Sialan! Mereka menindas si tua bangka ini!"


Michael memegangi tangan istrinya dan menatapnya dengan serius.


"Xiau Yu, mungkin benar apa yang dialami oleh anak dan cucu kita karena perbuatanku dulu. Aku telah banyak membuat kesalahan padamu bahkan menikahimu secara paksa dengan sebuah ancaman, jadi maukah kau memaafkan aku?"


"Ya ampun Michael, aku sudah lupa dengan semua itu dan aku sudah memaafkanmu. Jadi bangunlah." jawab istrinya.


"Kau dengar itu daddy, aku tidak mungkin salah! Kakek memang dalang dibalik semua ini dan aku pastikan setelah ini kisah cinta anakku tidak akan menyedihkan lagi." ujar Jacob pada ayahnya.


"Kau benar boy, si tua bangka itulah yang telah membuat kita mengalami semua ini." Jhon menyetujui perkataan putranya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya.


"Ck, kalian benar-benar!" Michael melotot kearah anak dan cucunya tapi kemudian dia berkata lagi:


"Xiau Yu aku juga tidak memberikanmu pernikahan indah, waktu itu yang menghadiri pernikahan kita hanya ibu dan pamanku jadi maukah kau menikah lagi denganku?" tanyanya.


"What?" semua yang ada disana melihat kearah dua orang tua yang tampak seperti anak muda yang sedang kasmaran.


"Ya ampun, aku akan menjadi pengantin lagi." Xiau Yu tampak senang.


"Jadi kau mau menikah lagi denganku?" tanya Michael lagi.


"Tentu saja, tapi aku ingin menikah bersama dengan cucuku."


"Ya ampun nenek!" sela Jacob dengan cepat.


"Oh Tuhan, kalau begitu kita harus segera kembali ke California untuk menyiapkan pesta pernikahan." Samantha bangkit berdiri menghampiri ibu mertuanya.


"Benar ayo kita segera kembali." semua bangkit berdiri kecuali si tua Smith.


"Ya ampun, aku jadi ingin memakai gaun pengantin lagi dan rasanya aku ingin menikah lagi." ujar Samantha lagi.


"Mom, bagaimana jika kita menikah masal." Olivia bangkit berdiri dan menarik tangan Alice, mereka berjalan kearah ibu dan neneknya yang tampak senang.


"Ide bagus, ayo kita kembali ke California setelah Marry tiba, aku juga akan menghubungi Edward supaya dia pulang."


"Lets go!" teriak Xiau yu dan Olivia dengan penuh semangat, mereka segera berjalan keluar dari tempat itu.


Jhon dan Jacob tampak linglung, begitu juga dengan suami Olivia yang hanya diam sedari tadi. Apa-apaan para wanita itu?


Mereka segera berjalan hendak keluar dari sana tapi Michael menghentikan langkah mereka.


"Hei...hei..kalian tidak melupakan si tua bangka ini bukan?" Michael tampak kesal, pinggangnya sudah sakit karena kelamaan berlutut dan dia tidak bisa bangkit berdiri dengan tenaga tuanya.


"Oh my, daddy."


Jhon dan Jacob menghampiri orang tua yang teraniaya itu untuk membantunya bangkit berdiri.

__ADS_1


"Awas kalian nanti!" gerutu Michael kesal.


Mereka segera keluar dari restoran itu untuk menyusul para wanita yang tampak begitu bersemangat merencanakan pernikahan nanti.


__ADS_2