Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Keisengan Silvia Smith


__ADS_3

Kembali ke Jacob.


Pria itu tampak kesal, padahal dia sudah sangat senang melihat Alice datang ketempatnya, sudah beberapa hari tidak bertemu dengan Alice dan dia juga merasa rindu.


Bukan tanpa alasan dia melakukan hal itu, Jacob tidak kerumah Alice karena dia sedang pergi ke New York untuk melakukan perjalanan bisnis. Bahkan dia baru tiba dan harus mengikuti meeting penting dengan para penanam modal diperusahaannya.


Padahal dia sudah sangat ingin menemui Alice tapi sepertinya dia harus menahan rindunya sebentar lagi. Tapi saat melihat kedatangan Alice, Jacob sangat senang dan dia sangat ingin memeluk dan menciumi Alice saat itu juga tapi tantenya malah menahannya.


Silvia Smith datang ketempat itu untuk menemui keponakannya, selagi mereka sedang berbicara tiba-tiba ada gadis cantik yang datang.


Saat mendengar keponakannya memanggil gadis itu dengan sebutan 'sayang' membuat Silvia sangat ingin menggoda keponakannya dan gadis itu.


Jadi dia berpura-pura memeluk keponakkannya untuk membuat gadis itu cemburu.


Benar saja gadis itu marah dan melemparkan tasnya kearah Jacob, hal itu semakin membuat Silvia ingin menggoda keponakannya.


Makanya dia menahan tangan Jacob agar keponakannya itu tidak mengejar Alice, sekali-kali harus membuat seorang wanita yang mengejar pria dikeluarga Smith. Jangan para pria yang ada dikeluarga Smith terus yang mengejar wanita yang dicintai seperti yang dulu kakaknya lakukan.


"Aunty lepaskan tanganku." pinta Jacob.


"Jacob sayang, biarkan saja dia pergi." jawab Silvia dengan santai.


"Apa maksud aunty? Dia bukan saja akan pergi tapi dia juga akan membenciku."


"Ck..ck..kalian ini ya, tidak saja ayahmu tapi juga kau, kalian benar-benar sama saja! Selalu mengejar wanita yang dicintai sampai dapat. Sekali-kali kalian harus jual mahal." ujar Silvia kesal.


"Aunty, kau tidak mengerti dia itu istimewa." Jacob jadi kesal.


"Jacob sayang, pikirkan perkataanku. Jika gadis itu menyukaimu maka dia pasti akan kembali lagi untuk mencarimu."


"Seharusnya kau lihat tadi dia begitu marah saat melihatku memelukmu, dan kau harus berterima kasih padaku."


Jacob memikirkan perkataan auntynya, mungkin ada benarnya, sekali-kali harus membuat Alice cemburu.


Sejujurnya dia juga ingin tahu bagaimana perasaaan gadis itu padanya, mungkin yang dikatakan oleh aunty Silvia ada benarnya.


"Jadi aunty, aku harus menunggunya? Begitu?"


"Tentu saja Jacob, lagipula dia pasti akan kembali karena?" Silvia melihat kearah tas Alice yang berada diatas meja.

__ADS_1


"Aunty bertaruh dia pasti akan kembali jadi kau tunggu saja sayang."


"Baiklah, sesuai saran aunty, aku juga ingin lihat bagaimana perasaannya padaku."


"Good boy, lihatlah tidak lama lagi dia akan kembali."


Mereka menunggu Alice kembali tapi beberapa menit telah berlalu Alice tidak juga kembali.


Jacob sudah tampak gusar, pria itu mulai uring-uringan tidak jelas.


"Aunty, kau bilang dia akan kembali. Tapi mana?" Jacob sangat kesal sekarang.


"Kenapa kau tidak sabar, bisa saja dia sedang berada didalam lift untuk menuju kemari saat ini."


"Aunty, aku punya firasat jika dia sudah pergi dan tidak akan kembali lagi. Sudah aku katakan dia sangat istimewa!"


"Oke baiklah, seperti yang kau katakan sepertinya dia memang istimewa." jawab Silvia.


"Aunty memberikan masalah baru untukku, aku sedang berusaha mendapatkan hatinya tapi sekarang, sepertinya aku harus memulai dari awal lagi untuk mendekatinya."


Jacob tampak frustasi sekarang, semua ini gara-gara keusilan tantenya.


"Oke, sekarang aku punya kesimpulan. Sepertinya setiap lelaki dikeluarga Smith sudah terkena kutukan." ujarnya.


"Wow aunty, apa-apaan perkataanmu itu?"


"Aku berkata demikian karena aku sudah melihat dengan mata dan kepalaku sendiri, tidak kau, tidak daddymu, kalian berdua diperbudak oleh cinta."


"Ck..aunty menyebalkan, lagipula untuk apa aunty datang kemari?" lama-lama Jacob malas berbicara dengan auntynya sendiri.


"Hei, aku dengar dari daddymu jika kau tiba-tiba bermain piano dan membuat keluargamu stress!"


"Ah, daddy terlalu berlebihan."


Silvia hanya menggeleng.


"Jacob...kau memang lebih gila dari daddymu, sebaiknya kau segera pergi ke China untuk bertapa!"


"Tidak akan, sana aunty pulang saja karena sebentar lagi aku ada meeting." usirnya.

__ADS_1


"Dasar kau!" Silvia segera mengambil tasnya hendak melangkah pergi.


"Kakakku memang memiliki putra yang lebih gila darinya."


Setelah kepergian tantenya, Jacob duduk kembali dikursinya. Kemana Alice pergi? Apa Alice begitu marah melihatnya dengan wanita lain?


Tapi Alice seharusnya tahu, mana mungkin dia berhubungan dengan wanita yang lebih tua darinya?


"Master, Meetingmu akan segera dimulai." Andrew masuk kedalam ruangannya.


"Baiklah!" Jacob bangkit berdiri dan keluar dari ruangannya, dia pikir setelah meetingnya selesai dia akan pergi kerumah Alice untuk menemuinya.


Selama mengikuti meeting itu ponsel Andrew bergetar, tapi karena meeting sedang berlangsung dan pria itu sedang berdiri disamping Jacob sehingga Andrew tidak memperdulikan getaran diponselnya.


Andrew pikir itu bukanlah hal yang penting, bagaimanapun dia tidak boleh memainkan ponselnya selama meeting jadi Andrew mengabaikan panggilan yang masuk diponselnya.


Sedangkan saat itu Alice, sedang barjalan kearah ruangan Jacob dengan terburu-buru. Dia harus kembali kesana untuk mengambil tasnya yang dia lemparkan tadi.


Alice mendorong pintu ruangan Jacob dengan cepat tanpa memperdulikan sekertaris Jacob yang menahannya.


Dia juga tidak perduli dengan Jacob dan wanita yang ada didalam sana karena dalam hatinya sedang kesal dan dia sedang terburu-buru.


Alice mengira Jacob masih ada didalam sana dengan wanita tadi tapi ternyata mereka sudah tidak ada disana.


Kekesalan Alice bertambah saat memikirkan Jacob pergi dengan wanita tadi dan mungkin mereka adalah pasangan kekasih.


Pantas saja Jacob tidak datang kerumahnya lagi? Ternyata pria itu sudah mendapat mainan baru.


Sekarang dia benar-benar dikuasai api amarah, rasanya dia sangat ingin memukul Jacob jika bertemu dengan pria itu lagi, tapi akan dia pastikan dia tidak akan mau menemui Jacob lagi.


Alice melihat tasnya ada diatas meja dan segera menyambarnya, ini terakhir kalinya dia datang kesana dan dia tidak akan menginjakkan kakinya lagi ditempat itu.


Alice keluar dari ruangan itu sambil menangis, saat melihat itu sekertaris Jacob sangat heran. Ada apa dengan gadis itu?


Alice pergi dari tempat itu dengan perasaan campur aduk, kesal dan marah pada Jacob yang telah mempermainkannya dan menipunya.


Seharusnya dia tidak terlibat dengan pria itu lebih jauh, Alice menyetop sebuah taxi, dia harus segera pergi kesuatu tempat. Sekarang dia tidak akan memperdulikan Jacob lagi dan benar-benar tidak akan terlibat dengan pria itu lagi.


Selama didalam taxi, Alice mematikan ponselnya, dia tidak mau dihubungi oleh Jacob lagi. Dan selama didalam taxi itu Alice kembali menangis, kenapa dia begitu marah saat melihat Jacob dengan wanita lain?

__ADS_1


Alice mengusap air matanya, jangan katakan jika dia sudah jatuh cinta pada Jacob! Tapi dia tidak punya waktu untuk bermain-main dengan Jacob karena dia harus mendengar sebuah informasi penting dari orang yang telah menahan tangannya tadi.


__ADS_2