Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Master,apa kau mau aku ajari?


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi itu, Alice membuka matanya dan melihat Jacob sedang tidur disampingnya sambil memeluk dirinya.


Alice mengencangkan pelukan ketubuh kekasihnya supaya hangat, udara dingin yang masuk dari fentilasi jendela kamarnya membuatnya enggan bangun.


Jika hari ini dia tidak harus pergi kekantor mungkin dia ingin bermanja sepanjang hari dengan kekasih tampannya ditempat tidur.


Tapi ini sudah jam sembilan,dia juga lupa bertanya kepada Jane jam berapa dia harus menemui klient dikantor?


Dengan berat hati Alice melepaskan pelukannya dan bangkit dari atas ranjang, gadis itu segera berjalan menuju kamar mandi untuk mandi, Jane pasti sudah menunggunya untuk berangkat kekantor bersama.


Saat keluar dari kamarnya, Jacob masih tidur dengan pulas. Alice menutup pintunya pelan tapi diluar sana tampak sepi.


Dia kira Jane sudah bangun apalagi ini sudah jam sembilan pagi, Alice merenggangkan otot lehernya dan berjalan kearah kamar dimana mereka bermain kartu disana, dia tahu Jane pasti tidur disana.


Alice membuka pintu kamar itu tanpa ragu, dia mana tahu ada siapa yang tidur didalam sana?


"Jane." mata Alice melotot saat melihat dua orang sedang tidur diatas ranjang sedang berpelukan tanpa busana.


Gadis itu segera menutup matanya dan berteriak:


"Andrew,Jane! Apa yang kalian lakukan? "


Sontak saja teriakan Alice membuat Jane dan Andrew bangun dari tidurnya begitu juga Jacob, pria itu langsung bangun dari tidurnya dan berlari keluar, dia kawatir terjadi sesuatu dengan kekasihnya.


Andrew dan Jane langsung duduk diatas ranjang dan melihat kearah Alice yang menatap mereka dengan tajam, mereka berdua langsung tampak panik dan segera mengambil pakaiannya dan pada saat itu Alice memutar tubuhnya membelakangi mereka.


"Ms Alice, aku bisa jelaskan." kata Jane dengan panik.


"Ms Alice aku juga bisa menjelaskan." Andrew tak kalah paniknya sambil memakai bajunya.


Saat itu Jacob sudah menghampiri Alice yang tampak berdiri didepan kamar sambil menahan amarah, pria itu segera mendekati Alice ingin melihat apa yang terjadi didalam sana.


Jacob tak kalah kagetnya saat melihat Andrew dan Jane sedang sibuk memakai baju mereka.


"Andrew, Jane, setelah ini temui aku didapur, aku ingin mendengar penjelasan kalian." kata Alice dengan kesal.


"Yes Ms." jawab Andrew dan Jena secara bersamaan.


"Andrew, awas kau!!" geram Jacob kesal.


Alice segera melangkah pergi meninggalkan kamar itu sedangkan Jacob mengikutinya dari belakang.


"Alice sayang, apa kau marah?"


"Huh !"Alice mendengus kesal dan masuk kedalam dapurnya untuk membuat kopi.


"Sayang, jika kau mau kita bisa melakukannya." Jacob mengikuti Alice dan merangkul pinggang kekasihnya itu.


"Kalian atasan dan bawahan sama saja!!" kata Alice kesal.


Jacob terkekeh dan mengusap kepala Alice, dia tahu pasti Alice sangat marah dengan Andrew dan Jane karena mereka bercinta dirumahnya.


Sedangkan didalam kamar Andrew dan Jane mulai berdebat dengan sengit.

__ADS_1


"Ini semua karena kau!!" ujar Jane kesal.


"Hei kenapa kau menyalahkan aku?" jawab Andrew tidak mau kalah.


"Kau yang menggodaku dan lihatlah, Ms Alice pasti sangat marah!"


"Hei Jane, bukankah kita melakukannya karena suka sama suka?"


"Tidak, aku tidak menyukaimu!!" jawab Jane dengan cepat.


"Oh my, setelah bibit didalam perutmu itu tumbuh kau tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi." kata Andrew penuh percaya diri.


"Hei mana mungkin!"


"Apa kau lupa Jane berapa kali kita melakukannya? Jangan lupa pula, aku tidak memakai pengaman."


Andrew segera melangkah keluar dari kamar itu dengan santai setelah memakai pakaiannya sedangkan wajah Jane, tampak pucat.


Didalam dapur,Alice sedang menunggu Jane dan Andrew dengan kesal sedangkan Jacob duduk disisinya sambil meminum kopinya dengan santai. Alice benar-benar kesal, beraninya mereka melakukan hal seperti itu dirumahnya?


Saat melihat kedatangan Andrew mata Alice langsung melotot melihat kearah pria itu. Andrew menelan ludahnya dengan kasar, habislah sudah! Dia berharap bosnya mau membantunya nanti.


Andrew menarik sebuah kursi duduk didepan Alice sambil menunduk, tidak lama kemudian Jane masuk kesana dan tertunduk malu pula. Wanita itu segera duduk disamping Andrew bersiap untuk introgasi.


"Andrew, Jane, beraninya kalian melakukan hal itu dirumahku!"


Saat mendengar itu Jane dan Andrew tidak berani menjawab perkataan Alice.


"Maaf Ms Alice, semua ini kesalahannya." kata Jane tertunduk lesu.


"Hei kenapa kau malah menyalahkan aku?" Andrew tidak terima.


"Kau yang menggodaku terlebih dahulu!" Jane juga tidak mau mengalah.


"Jane kau juga mau bukan dan kita melakukannya suka sama suka." kata Andrew lagi


"Hei stop! Jangan membuat aku tambah marah!" Alice menatap kedua orang itu dengan tajam.


"Maaf Ms." ujar Andrew dan Jane secara bersamaan.


Alice menghembuskan nafasnya dengan kasar, matanya masih menatap kedua orang itu dengan tajam. Dia masih kesal dengan mereka, untung saja Marry tidak masuk kedalam kamar itu dan melihat perbuatan mereka, jika tidak?


"Jane jam berapa aku harus menemui klient?" Alice mengalihkan pembicaraannya.


"Sebentar lagi Ms Alice."


"Kalau begitu bersiaplah."


"Baik Ms." Jane segera bangkit berdiri dan pergi untuk bersiap-siap.


"Hei, kau mau kemana?" tanya Jacob.


"Aku harus pergi kekantor Jacob karena ada urusan."

__ADS_1


"Boleh aku ikut?"


"Tidak, kau pergi sana bawa anak buahmu itu!" Sambil menatap Andrew dengan tajam.


Andrew menelan ludahnya, tapi dia sangat lega tidak dimaki oleh pacar bosnya itu.


Alice segera bangkit berdiri setelah Jane sudah siap dan menunggunya tapi sebelum Alice beranjak dari sana gadis itu kembali menatap Andrew dengan tajam.


"Andrew, sebagai hukumannya kau harus membayar 20 juta dolar padaku, itu harga sewa kamar dirumahku untuk satu malam!"


Mata Andrew melotot tidak percaya, 20 juta dolar? Gila!


"Ms yang benar saja!" protesnya.


"Tidak mau?"


"Bukan begitu." Andrew langsung melihat kearah Jacob untuk meminta bantuan tapi bosnya itu cuek saja.


Alice tersenyum dengan licik saat sebuah ide terbesit didalam kepalanya.


"Kalau begitu bersihkan rumahku sekarang!" teriak Alice.


"Bersihkan kamar itu sampai bersih, aku tidak mau ada jejak-jejak bekas percintaan kalian! Saat aku kembali rumah ini belum bersih maka?" Alice bangkit berdiri, mengambil sebuah pisau dan memainkannya.


Andrew kembali menelan ludahnya dengan kasar saat melihat pisau yang berada ditangan Alice.


"Kau tahukan Andrew, akan ku potong Itumu!" ancam Alice.


"Baik Ms akan aku lakukan!" jawab Andrew cepat, jangan sampai asetnya melayang.


"Bagus." Alice meletakkan pisaunya itu diatas meja dan mendekati Jane, mereka sudah harus pergi untuk menemui seorang klient.


Andrew tertunduk lesu sedangkan Jacob meminum kopinya dan melotot pada Andrew.


"Andrew beraninya kau bercinta dirumah kekasihku!!" ancamnya.


"Maaf master, aku melakukan ini karena ayahku sudah minta cucu."


"Hei apa itu bisa dijadikan alasan? Kau kira ayahku tidak menginginkan seorang cucu? Bahkan sampai sekarang aku belum bisa menyentuh kekasihku, tapi kau!" geram Jacob kesal.


Kenapa semua orang begitu mudah melakukan hal itu sedangkan dia? Bahkan bawahannya lebih cepat dari dia.


"Master apa kau mau aku ajari??" tanya Andrew tanpa maksud apa-apa.


"Andrew!" Jacob meletakkan gelas kopinya dengan kasar dan meraih pisau yang diletakkan oleh Alice disampingnya.


"Beraninya kau! Cepat bersihkan rumah ini jika tidak aku akan menggantikan kekasihku memotong asetmu!" teriaknya marah.


"Baik master." Andrew segera bangkit berdiri dan lari.


Sambil mengumpat kesal Andrew membersihkan rumah Alice.


"Sialan jika tahu begini aku bawa saja dia kehotel!" makinya.

__ADS_1


__ADS_2