
Saat itu sebuah helikopter mendarat disebuah kota kecil yang berada di California, kota itu bernama kota Julian.
Julian adalah kota demam emas California tua yang terletak di Pegunungan Cuyamaca, jaraknya hanya beberapa jam dari San Diego.
Ditempat inilah Marcos menyembunyikan diri, menjauh dari keramaian kota San Diego. Dia lebih memilih kota kecil itu bersama dengan keluarganya untuk menikmati masa tuanya dan bersembunyi dari orang yang mengincar nyawanya.
Saat sebuah helikopter mendarat didekat rumahnya, Marcos berlari keluar, untuk melihat siapa yang menghentikan helikopter itu?
Sudah setahun lebih dia bersembunyi disana tanpa dikunjungi oleh siapapun, sebelum berhenti dari FBI dia menghapus identitas dirinya yang asli dan menggantinya dengan yang palsu, semua itu dia lakukan untuk menyelamatkan keluarganya dari pembunuh yang mengincar nyawa mereka.
Saat melihat tiga orang pria turun dari helikopter itu, Marcos segera mengambil sebuah senjata yang dia sembunyikan dibalik pintu. Senjata itu memang sengaja dia simpan disana untuk berjaga-jaga jika pembunuh yang mengincarnya datang untuk menghabisi keluarganya.
Beruntungnya saat ini istri dan anaknya sedang pergi jadi dia tidak perlu khawatir jika ketiga orang itu adalah pembunuh, setidaknya hanya dia yang mati sendiri.
Ketiga orang itu mulai berjalan kearah rumahnya, Marcos sudah bersiap dengan senjata apinya, saat ketiga orang itu semakin mendekat Marcos langsung menodongkan senjata apinya kearah mereka.
"Siapa kalian?" tanyanya dengan cepat.
Dia melihat Billy dengan seksama, rasanya dia pernah melihat pria itu tapi entah dimana.
"Apa kau Marcos?" Billy bertanya padanya.
"Bukan, untuk apa kalian mencari Marcos disini?" jawab Marcos pura-pura.
"Kau tidak perlu takut, kami bukan orang jahat. Kami hanya ingin menanyakan sesuatu padamu."
"Aku sudah katakan aku bukan Marcos dan kalian salah orang!!" Marcos menjawab dengan ketus sedangkan senjatanya masih terarah pada ketiga orang yang berdiri dihadapannya.
"Ayolah tuan Marcos, aku hanya ingin mengetahui siapa yang telah membunuh keluarga Adam Walker." sela Jacob.
"Siapa kalian? Detektif?" Marcos memandangi mereka dengan curiga, sekian lama kasus kematian rekannya baru kali ini ada yang mencarinya untuk mengetahui siapa yang telah menghabisi rekannya itu.
"Anggap saja begitu." jawab Jacob dengan cepat.
"Aku tidak tahu! Jadi pergi kalian dari sini!" usirnya.
"Tuan Marcos, jika kau tidak mau mengatakan pada kami mungkin akan ada korban lagi, mungkin putri Adam Walker akan menjadi target sipembunuh yang telah membunuh keluarganya." Jacob mulai kesal.
"Apa??" Marcos menurunkan senjatanya, ternyata putri Adam Walker masih hidup?
Dia benar-benar tidak tahu karena malam dimana rekannya mati terbunuh dia langsung menjadi target pembunuh yang telah menghabisi rekannya, dia bahkan tidak mau melihat berita kematian rekannya karena dia tidak sanggup melihat kematian rekannya.
__ADS_1
"Jadi putri Adam masih hidup?" tanyanya.
"Benar, jika kau tidak ingin dia jadi korban selanjutnya maka beritahu aku siapa yang telah membunuh keluarga Walker?"
Marcos menyimpan senjatanya, sekian lama dia menyembunyikan diri dari dunia luar ternyata pembunuh itu masih berkeliaran dan bodohnya dia menutup diri hingga dia tidak tahu bahwa putri Adam Walker masih hidup. Jika saja dia mau melihat berita tragedi kematian rekannya mungkin dia akan tahu jika putri rekannya masih hidup. Jika dia tahu maka dia akan membawa putri rekannya untuk bersembunyi ditempat itu bersama keluarganya.
"Katakan padaku, siapa kau?" Marcos menatap Jacob dengan tajam.
"Aku Jacob Smith!"
"Smith? Kau putra Jhon Smith? Orang yang paling tidak disukai Adam Walker?" tebak Marcos.
"Bukan, aku tidak mengenalnya." jawab Jacob.
Ternyata ayah Alice begitu tidak menyukai ayahnya, pantas saja Adam Walker memperingati putrinya untuk tidak terlibat dengan keluarganya.
"Bagus, jika kau putranya maka akan aku lubangi kepalamu menggantikan almarhum rekanku."
"Untunglah aku bukan putranya." Jacob menjawab demikian sambil berkata dalam hati:
"Sorry daddy."
Billy dan Andrew menahan tawa mereka, untung saja ayah Jacob tidak ikut, jika iya maka mereka sudah ditendang oleh Marcos.
Jacob memerintahkah Andrew berjaga didepan pintu sedangkan Billy mengikutinya masuk kedalam.
Mereka duduk berhadapan dengan Marcos dan pada saat Marcos hendak memulai ceritanya wajahnya mulai terlihat serius.
"Sebelum Adam terbunuh pada malam itu." Mata Marcos menerawang jauh untuk mengingat dimana dia dengan rekannya menangkap seorang buronan di sebuah bar sebelum tragedi itu terjadi.
"Malam itu kami mendapat tugas untuk menangkap seorang buronan di sebuah bar, kami tidak hanya menangkapnya tapi kami juga membunuh buronan itu."
"Semua aman terkendali sejak kami melakukan tugas kami tapi satu minggu kemudian, aku mendengar dari salah seorang pembantuku yang selamat jika ada beberapa orang mendatangi rumahku untuk membunuhku dan keluargaku."
"Beruntungnya malam itu kami tidak ada dirumah jadi hanya salah satu pembantu kami yang mati, malam itu tidak saja keluargaku ketakutan tapi aku juga mendengar jika keluarga rekanku mati terbunuh dengan tragis."
"Jadi aku melarikan diri membawa keluargaku, menyembunyikan identitas asliku dan menyembunyikan diri digunung ini. Semua ini aku lakukan untuk melindungi keluargaku tapi aku sungguh tidak tahu jika putri Adam masih hidup."
Marcos menghela nafasnya dengan berat, bisa dia simpulkan orang yang ada dibelakang buronan yang mereka bunuh itulah dalang yang telah menghabisi keluarga Adam dan orang yang hendak menghabisi keluarganya.
"Jadi apa kau tahu siapa yang telah membunuh keluarga Adam Walker?" Jacob melihat Marcos dengan serius.
__ADS_1
"Aku tidak tahu tapi aku yakin, semua ini ada hubungannya dengan buronan yang telah ditembak oleh Adam dibar itu."
"Jadi katakan padaku siapa buronan itu?"
Marcos melihat kearah Jacob dengan serius, kenapa begitu ingin tahu masalah ini? Apa pria ini tidak takut jika pembunuh itu akan mengincarnya juga?
Walaupun begitu dia akan menjawab pernyataan dari pria itu, mungkin dengan demikian teka teki pembunuh yang mengincar nyawanya dan yang telah menghabisi keluarga rekannya dapat terpecahkan.
"George Marcelo." jawabnya.
Saat mendengar itu Jacob langsung bangkit berdiri, ternyata benar dugaannya selama ini, Lucas Marcelolah yang telah membunuh keluarga Alice dan terjawab sudah kenapa Lucas mendekati Alice. Sakarang firasatnya semakin tidak enak.
"Tuan Marcos terima kasih atas informasinya."
"Hei apa maksudmu?"
"Aku tidak bisa berlama-lama karena aku punya firasat tidak baik."
Billy juga bangkit berdiri,dia bisa melihat kekhawtiran dari wajah Jacob, ternyata tebakannya benar.
"Uncle ayo pergi." ajak Jacob.
"Hei bisa kau beri tahu apa maksudnya?" Marcos masih merasa heran.
"Dengar tuan Marcos,yang membunuh keluarga Adam Walker dan yang mengincar keluargamu adalah orang terdekat George Marcelo jadi, aku akan menghajar orang ini karena telah membuat Alice menderita."
"Dan setelah ini kau tidak perlu menyembunyikan diri lagi digunung ini."
"Kau!! Katakan siapa kau sebenarnya?" Marcos menatap Jacob dengan tajam.
"Aku putra Jhon Smith."
"Apa?"
Jacob segera melangkah pergi begitu juga dengan Billy, mereka keluar dari rumah itu dan berjalan menuju helikopter yang sudah menunggu.
Marcos keluar dari rumahnya,berdiri didepan pintu melihat kepergian ketiga orang itu dengan tanda tanya besar dihatinya?
"Untuk apa putra Jhon Smith ingin menghabisi orang yang telah membunuh keluarga Adam Walker?"
Tapi walau begitu dia berharap Jacob Smith bisa berhasil melenyapkan pembunuh itu.
__ADS_1
Selama diperjalan kembali, Jacob menghubungi Alice, dia sangat lega saat mendengar suara kekasihnya. Dia berharap mereka bisa cepat sampai dan dia tidak akan mengijinkan Alice kembali lagi kerumahnya.