
Kembali beberapa waktu lalu saat Alice sedang menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Pada saat itu dia jadi ingat jika suaminya tidak suka dipanggil Jac-Jac karena suaminya berkata seperi bayi Jack-Jack difilm The Incredibles, pada saat itu juga ide gilanya muncul.
Mungkin akan sangat menyenangkan jika bisa melihat Jacob memakai kostum The Incredibles, suaminya pasti cocok menjadi bayi besar Jack-Jack.
Alice jadi bersamangat apalagi Jacob mau melakukan apapun yang dia minta, ini sebuah kesempatan besar dan tidak akan pernah dia sia-siakan.
Kapan lagi bisa mengerjai suaminya dan rasanya, dia benar-benar ingin melihatnya. Rasa penasarannya semakin tinggi saat membayangkan Jacob sedang memakai kostum berwarna merah dengan celana dalam berwarna hitam diluar, ditambah dengan sebuah topeng, pasti wow!
Inilah yang membuat senyum Alice terus mengembang diwajahnya, bahkan saat dia sudah berada dikantor sekalipun, dia bahkan tidak konsentrasi bekerja.
Alice hanya memainkan ponselnya untuk melihat-lihat kostum The Incredibles dan lagi-lagi dia kembali membayangkan suaminya memakai kostum super ketat itu.
Pasti sangat seksi sekali, dia bahkan hanya duduk temenung membayangkan hal itu tanpa menyentuh pekerjaan yang harus dia kerjakan, bahkan Jane sangat heran melihat kelakuannya.
Setelah makan siang Alice keluar dari kantornya, tentu untuk pergi membeli kostum yang dia inginkan, kostum warna merah ketat dengan celana dalam hitam diluarnya, tidak lupa dengan topengnya.
Dia memberi tahu suaminya jika dia akan pulang sendiri, dia melakukan hal itu supaya suaminya tidak tahu jika dia sedang membeli kostum superhero untuk suaminya.
Alice bukan pecinta film superhero tapi saat membayangkan The Incredibles, dia jadi sangat ingin suaminya memakai pakaian superhero yang tidak disukai suaminya.
Dia pergi kesebuah pusat perbelanjaan untuk mendapatkan apa yang dia mau dan setelah mendapatkannya dia langsung pulang kerumah, untunglah keluarganya belum ada yang datang jadi dia mandi terlebih dahulu sambil menunggu suaminya pulang.
Tidak berselang lama Jacob pulang kerumah dan langsung mencari istrinya didalam kamar, dia tidak curiga sama sekali dengan apa yang akan istrinya minta dia lakukan.
Saat Alice keluar dari kamar mandi dia langsung tersenyum melihat suaminya sudah pulang kerumah, dia segera menghampiri suaminya dan memeluknya.
"Jac, kau sudah kembali."
"My honey, kenapa kau tidak menungguku?"
"Aku pergi membeli sesuatu Jac."
"Bukankah kita bisa pergi bersama untuk membelinya honey."
Jacob mulai mengambil handuk kecil yang ada dikepala istrinya untuk mengeringkan rambut istrinya yang basah.
Alice memandangi suaminya dengan sebuah senyuman yang membuat suaminya curiga dengannya.
"Hei, kenapa kau tersenyum seperti ini?" Jacob menekan kedua pipi istrinya. Entah apa yang dipikirkan oleh istrinya karena sejak pagi Alice sudah seperti itu.
"Memangnya aku tidak boleh tersenyum?"
"Bukan begitu, kau sangat mencurigakan!"
"Oh ya, aku rasa tidak, aku selalu seperti ini jadi cepetlah pergi mandi karena aku sudah tidak sabar."
"Tidak sabar?" Jacob tambah curiga dan entah kenapa firasatnya tidak baik mengenai hal ini.
"Jac, kau tidak lupa bukan kau akan melakukan apapun yang aku minta."
"Tentu saja honey, jadi ayo katakan padaku apa yang kau ingin aku lakukan untukmu?"
"Kau akan tahu nanti Jac, jadi cepatlah mandi." Alice melepaskan pelukannya dan menarik tangan suaminya menuju kamar mandi.
"Hei jangan menarikku, kau sedang hamil!"
__ADS_1
"Maka dari itu cepatlah." ujar Alice dengan penuh semangat, dia benar-benar sudah tidak sabar.
"Oke fine, tapi aku ingin menciummu terlebih dahulu."
Seperti perkataannya Jacob menciumi Alice sebelum dia mandi, setelah itu dia masuk kedalam kamar mandi dan jujur saja perasaannya benar-benar semakin tidak enak.
Selama suaminya mandi, Alice memakai pakaiannya dengan cepat karena pada saat suaminya keluar dari kamar mandi saat itu juga dia akan mengutarakan permintaannya dan dia harap Jacob tidak menolaknya.
Dia duduk disisi ranjang untuk menunggu suaminya dan pada saat Jacob keluar dari kamar mandi, Alice segera bangkit berdiri menghampiri suaminya.
"Jac, apa kau siap mengabulkan permintaanku?" Alice benar-benar sudah tidak sabar.
"Yes, jadi katakan apa yang kau inginkan sayang."
"Tunggu sebentar."
Alice berjalan kearah lemari dan membukanya, dari sana dia mengeluarkan sebuah paper bag sedangkan Jacob mengikutinya dari belakang sambil mengeringkan rambutnya.
"Jac, entah kenapa aku sangat ingin melihatmu memakai ini." Alice mengeluarkan kostum yang dibelinya dan memperlihatkannya pada suaminya.
"What?" Jacob terbelalak kaget saat melihat kostum merah ketat dengan huruf 'I' dibagian dadanya, kostum The Incredibles,film yang sangat dia benci sedari dulu.
"Hei Alice Walker, kau sedang tidak bercanda bukan?"
"Tidak, aku sangat ingin melihatmu memakai ini Jac-Jac."
"Oh bagus, jangan bilang kau ingin aku menjadi bayi Jack-Jack!!"
Jacob mulai kesal, permintaan macam apa ini? Dari dulu dia sudah tidak suka dengan film The Incredibles dan sekarang, istrinya malah memintanya memakai baju super ketat yang terlihat memalukan itu?
Lebih baik dia mati saja dari pada harus memakai kostum super memalukan itu!
"Tidak, lebih baik aku mati dari pada harus memakai kostum memalukan itu!"
"Jadi kau benar-benar tidak mau?"
"Yes, jangan pernah berharap aku mau memakainya."
Alice langsung tampak kecewa, dia segera menyimpan kostum itu diatas ranjang, tidak hanya itu Alice naik keatas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
"Hei honey, apa kau marah?"
Alice diam saja tidak menjawab pertanyaan suaminya sedangkan Jacob sudah naik keatas ranjang untuk membujuk istrinya.
"My honey, kau boleh meminta apa saja tapi jangan memintaku memakai kostum itu, please."
"Jac,aku sangat ingin melihat kau memakai kostum itu tapi jika kau tidak mau ya sudah, lupakan." jawab Alice dari balik selimut.
"Kalau begitu jangan marah honey." Jacob ingin menyibak selimut tapi Alice memegang ujung selimut dengan erat.
"Mulai nanti malam aku akan tidur dengan Marry selama satu bulan, jadi sana pergi!"
What? Satu bulan tidur dengan Marry? Bisa-bisa dia tidak bisa menyengat Alice selama satu bulan, ini gawat dan tidak akan dia biarkan.
"Jangan mengancamku honey."
"Tidak, nanti aku akan ikut nenek pulang."
__ADS_1
Wow...wow..ini lebih tidak boleh terjadi, bisa-bisa ibunya tau dan dia dibanting lagi.
Jacob menghembuskan nafasnya dengan kasar, sepertinya dia harus menuruti permintaan gila istrinya.
"Oke fine, tapi sebentar saja, okay?"
Alice menyibakkan selimut sedangkan sebuah senyuman menghiasi wajahnya, inilah yang dia harapkan.
"Dasar menyebalkan! Lihat senyummu ini!" Jacob menarik pipi istrinya karena kesal.
Tapi mau bagaimana lagi, dia harus menahan kekesalan dihatinya, dia tidak bisa menolak permintaan istrinya.
"Jadi?" senyum Alice semakin mekar.
"Ck!" Jacob turun dari atas ranjang dan meraih kostum merah yang berada diatas ranjang, dia tidak punya pilihan lain selain menuruti permintaan istrinya untuk memakai kostum aneh itu.
Alice juga turun dari atas ranjang dan duduk disisinya, dia sangat senang suaminya mau mengabulkan permintaannya.
Jacob masuk kedalam kamar mandi dengan kostum yang dibawanya dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Saat sudah memakai kostum berwarna merah dan super ketat itu Jacob melihat dirinya didepan cermin, dia tampak begitu frustasi melihat dirinya yang memalukan.
Kostum super ketat berwarna merah sedangkan Sebuah celana dalam berwarna hitam berada diluarnya, sekarang dia akan semakin membenci film The Incredibles!
Seharusnya dia tidak membahas tentang ini didepan istrinya dan sekarang dia mengerti kenapa kakaknya memberinya peringatan waktu itu.
Jacob segera keluar dari kamar mandi, dia harus cepat keluar supaya dia cepet melepaskan kostum sialan yang menempel ditubuhnya.
Saat dia keluar dari kamar mandi Alice segera melihat suaminya dengan seksama.
Suaminya benar-benar terlihat seksi dengan kostum itu karena semua otot-otot tubuhnya tercetak jelas dikostum merah super ketat yang menempel ditubuhnya. Alice melihat suaminya dari atas sampai kebawah dan, wow!
Tapi ada satu yang kurang, dia segera mengambil topeng dari paper bag dan mendekati suaminya.
"Oh my Jac-Jac, kau sangat seksi dan menggoda."
"Oh ya?"
"Yes my Jac-Jac."
Alice mendekati suaminya dan memainkan jari jemarinya diatas dada suaminya, sekarang dia sangat puas melihatnya.
"Apa kau sudah puas honey?" tanyanya. Dia benar-benar sudah tidak sabar ingin melepaskan kostum sialan yang menempel ditubuhnya.
"Belum, karena kau belum memakai ini." Alice memberikan sebuah topeng.
"Oh my God, are you crazy my honey?" Jacob tampak frustasi.
"Please." pinta Alice memohon.
"Tidak, aku tidak mau!"
"Ayolah, plaese."
"Damn!"
Jacob merebut topeng dan dari tangan Alice dan dengan terpaksa memakainya tapi pada saat itu pintu kamarnya terbuka dan terdengar suara ibunya.
__ADS_1
"Hei apa yang kalian lakukan ber..?" Ibunya langsung tertawa terbahak-bahak melihat panampilannya dan tidak hanya itu, keluarganya juga berdiri didepan pintu dan dalam sekejap mata saja,semua tertawa terbahak-bahak.
Sialan ini sungguh memalukan!