Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Bergadang


__ADS_3

Malam yang biasanya damai sekarang menjadi ramai sejak kehadiran sitampan Albert Smith.


Bagaimana tidak, Albert sudah menangis sedari tadi bahkan Alice sudah kewalahan membujuk si junior.


Yah usia Albert sudah beberapa bulan jadi itu masa-masa rewel untuk seorang bayi yang disebut wonder weeks.


Dia sudah berusaha memberi Asi supaya Albert tidak menangis lagi tapi ya, lagi-lagi si junior menangis sampai membuat kepalanya sakit.


Mengurus bayi ternyata tidak mudah, tapi ini adalah tantangan untuk seorang ibu muda sepertinya, tentu dia akan bersabar menghadapi tangisan Albert.


Suaminya sih sudah menyarankannya untuk mengambil seorang pengasuh, tapi ya Alice tidak mau, dia lebih memilih mengurus Albert sendiri karena dia ingin memberikan semua perhatiannya pada si junior Albert.


Jacob masuk kedalam Kamarnya membawa segelas air hangat yang diminta oleh istrinya tadi, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengambilkan apa yang istrinya minta.


Lagi pula dia takut untuk menggendong Albert yang masih terlalu kecil,vjika tidak hati-hati dia bisa menyakiti putranya, jadi dia cuma bisa membantu istrinya sebisa mungkin.


Albert tampak masih menangis dalam gendongan istrinya sedangkan Alice juga sudah tampak kelelahan, dia duduk disisi ranjang sambil menggoyang-goyangkan Albert yang berada didalam gendongannya.


"Stt...Albert sayang, jangan menangis lagi okey." hiburnya.


Tapi Albert masih saja menangis didalam gendongan ibunya.


"My honey, sudah aku katakan lebih baik kita mencari seorang pengasuh untuk menjaga Albert."


Jacob duduk disisi istrinya dan memberikan air hangat yang dibawanya kepada istrinya, dengan cepat pula Alice mengambil air yang diberikan oleh suaminya dan meneguknya, dia benar-benar haus sedari tadi.


"Sudahlah Jac, aku sudah bertanya pada mommy dan mommy bilang ini tidak akan lama, nanti juga Albert berhenti menangis saat dia sudah lelah."


"Lagi pula sangat menyenangkan bisa bersama dengan Albert dimasa pertumbuhannya."


"Aku tahu, tapi lihat dirimu honey, kau tampak kelelahan dan aku tidak tega melihatmu seperti ini."


"Jac, ini tugasku jadi jangan kau pikirkan. Aku ingin kekamar mandi jadi kau gendong Albert sebentar."


Alice bangkit berdiri, dia sudah menahannya sedari tadi dan ingin kekamar mandi.


"Ah hei!" Jacob ragu saat Alice meletakkan Albert didalam gendongnya, jujur ini baru pertama kali dia menggendong Albert dan diia merasa sangat gugup.


"My honey, aku takut menyakitinya."


"Jangan khawatir Jac, tahan lehernya dengan benar,jangan sampai tidak."


"Apa seperti ini?" Jacob meletakkan lengannya dibawah leher Albert dengan hati-hati.


"Yes, ingat hati-hati."


Albert memang masih menangis saat Alice memberikan sijunior kepada suaminya tapi pada saat Albert berada didalam gendongan ayahnya dia langsung diam.


Alice dan Jacob langsung saling pandang, loh kok? Padahal dia sudah membujuk Albert sedari tadi tapi begitu digendong oleh ayahnya sijunior langsung diam.


"Oh good, masih bayi tapi sudah pandai memilih."

__ADS_1


"Kau lihat honey, dia ingin aku yang menggendongnya." ujar Jacob bangga.


Alice tersenyum penuh arti pada suaminya, baguslah, jadi dia bisa tidur karena dia sudah lelah sedari tadi.


"Itu bagus Mr Smith, jadi selamat berjuang."


"Hei apa maksudmu?"


Alice mengabaikan pertanyaan suaminya dan segara berjalan kearah kamar mandi sedangkan Jacob melihat si junior yang berada didalam gendongannya.


Ini sangat menyenangkan dan dia tidak menyangka akan sebahagia ini saat menggendong si junior.


Albert tampak tertidur didalam gendongan ayahnya dan Jacob menciumi pipi putranya berkali-kali, dia juga berbisik pelan ditelinga putranya:


"Kau harus cepat besar boy dan ingat kau harus selalu menyayangi mommymu."


Saat Alice keluar dari kamar mandi dia segera menghampiri suaminya dengan senyuman diwajahnya, dia benar-benar bahagia melihat suami dan anaknya.


"Apa dia sudah tidur?"


"Sepertinya."


"Kalau begitu letakkan dia ditempat tidurnya."


"Kau yakin honey, apa dia tidak akan menangis lagi?"


"Tidak, tapi pelan-pelan okay."


Ya, ini pengalaman yang sangat bagus,benar kata istrinya, sangat menyenangkan dapat bersama dengan sijunior dimasa pertumbuhannya.


Setelah meletakkan Albert dan melihat bahwa putra mereka sudah tertidur dengan pulas, Jacob menghampiri istrinya dan menggendongnya.


"Sekarang giliran kita honey." ujarnya.


"Mau apa?"


"Tentu saja tidur honey, tapi sebelum itu aku ingin menyengatmu." bisiknya.


"Hei bagaimana jika Albert terbangun."


"Maka dari itu jangan berisik, okay?"


"Menyebalkan, memangnya aku berisik!" Alice memukul bahu suaminya.


"Sangat!" jawab Jacob sambil terkekeh.


Jacob menurunkan istrinya dan membuka baju yang dipakai oleh istrinya, setelah itu dia mulai menciumi bibir istrinya dan me**matnya dengan lembut.


"Jac."


"Yes honey."

__ADS_1


"I love you."


"Oh my honey."


Dalam sekejap mata saja pakaian mereka sudah tergeletak diatas lantai, Alice menutup mulutnya supaya tidak berisik saat Jacob menyentuh setiap daerah sensitifnya.


Jangan sampai Albert terbangun oleh suaranya, mungkin benar kata suaminya dia sedikit berisik.


"Jac...sebaiknya cepat, sebelum Albert terbangun." ujar Alice dengan suara tertahan.


"My honey, aku tidak suka cepat-cepat."


"Tapi?"


"Stts....nikmati saja honey, Albert tidak akan terbangun jika kau tidak berisik."


"Sialan!" maki Alice dalam hati,tapi ya sudahlah. Dia akan membiarkan apapun yang ingin suaminya lakukan.


Saat suaminya sedang memainkan lidahnya di O la..la.la...Alice menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ngg..Jac..Stop!"


"Stt..!"


Oh sialan, bisakah cepat sedikit, jujur dia takut Albert terbangun dari tidurnya. Jika itu terjadi maka mereka akan gagal total untuk saling menyengat dan benar saja dugaannya, saat Jacob menyuntikkan sengatannya dan baru saja menggerakkan tubuhnya tiba-tiba saja terdengar suara tangisan Albert dengan kencang.


"Jac, hentikan!" pinta Alice sambil berusaha mendorong perut suaminya.


"Hei yang benar saja, ini masih setengah jalan." protes suaminya.


"I dont care, cepat lepaskan!" pinta Alice lagi.


"Ya ampun, apa-apaan ini!" ujar Jacob frustasi.


Mereka baru saling menyengat tapi harus disudahi begitu saja dan ini sangat tanggung!


Tapi mau tidak mau dia melepaskan sengatannya yang berbisa karena suara tangisan Albert semakin kencang.


Alice segera meraih baju suaminya dan memakainya, dia segera berlari kearah Albert dan menggendongnya.


"Dasar menyebalkan!" maki Jacob dalam hati.


Dia melihat sengatannya yang masih? Yah..gitulah ya.


"Oh damn! Sudah menikahpun aku harus berakhir dikamar mandi!" umpatnya kesal.


Alice medengar umpatan suaminya sambil tersenyum, dia juga berkata:


"Sabar Jac-Jac, nanti kau boleh menyengatku sampai puas."


"Pada saat itu tiba honey, kau tidak akan aku lepaskan dan sipengganggu kecil itu, awas saja dia!"

__ADS_1


Setelah berkata demikian Jacob masuk kedalam kamar mandi untuk membujuk sengatannya yang berbisa supaya tertidur kembali.


__ADS_2