
Jacob terbangun dari tidurnya saat merasakan Alice memeluknya dengan erat, yah setelah melakukan hal itu mereka ketiduran.
Jacob tersenyum dan menciumi dahi Alice dengan lembut, dia sangat senang saat ini karena Alice sudah menjadi miliknya setelah sekian lama.
Tangannya terus membelai rambut Alice sedangkan bibirnya menempel pada dahi istrinya, rasanya dia ingin mereka seperti ini dan tidak mau beranjak dari tempat tidur.
Jacob memejamkan matanya menikmati saat-saat seperti ini yang pasti mereka akan selalu seperti itu dan Alice adalah wanita yang akan dia cintai sampai mati walau apapun yang terjadi.
Dia akan mencurahkan seluruh perhatian dan cintanya hanya untuk Alice saja, dia tidak akan tertarik dengan wanita manapun selain dengan Alice karena Alice adalah wanita yang paling berharga untuknya walau apapun yang terjadi dengan Alice nantinya.
"Jac-Jac."
Panggilan Alice menyadarkannya dan dengan cepat Jacob membuka matanya, Jacob merapikan rambut Alice dan menciumi wajahnya dengan mesra.
"Yes honey, apa aku membangunkan tidurmu?" bisiknya.
"Tidak." Alice semakin memeluk tubuh suaminya dengan erat dan memejamkan matanya kembali, dia suka mereka seperti ini dan dia sangat suka merasakan kehangatan tubuh Jacob.
"Jac-Jac, kita sudah?"
Jacob melihat wajah Alice sambil terkekeh, yah mereka memang sudah. Apa Alice minta lagi?
"Yes my honey, apa kau baik-baik saja? Apa masih sakit?" tanyanya sedangkan tangannya sudah membelai wajah Alice dengan lembut.
Alice menjawab pertanyaan suaminya dengan sebuah gelengan, memang masih terasa perih tapi masih bisa dia tahan.
"Apa kau tidak ingin lagi?" tanyanya blak-blakan.
"Ha...ha..ha...ha..ha...!!" Jacob langsung tertawa mendengar pertanyaan Alice, dia jadi gemas dengan istrinya.
"Hei kenapa kau tertawa!!" Alice memukul dada Jacob karena kesal.
"Oh my honey, apa kau ketagihan sekarang dan meminta lagi?" godanya sambil tertawa.
"Hei bukan seperti itu!!" Alice membalikkan tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, sebenarnya dia malu karena pertanyaannya sendiri.
Senyum menghiasi wajah Jacob, dia segera masuk kedalam selimut dan memeluk Alice dari belakang.
"My honey, aku hanya bercanda saja, okey. Jadi jangan marah."
Alice diam saja, dia bukannya marah tapi dia malu dengan pertanyaan yang dia lontarkan. Dia pikir suaminya akan melakukan hal itu lagi karena selama ini Jacob selalu bersikap mesum dan dia ingin mengatakan jika dia ingin mereka seperti itu tanpa melakukan apapun, makanya dia melontarkan pertanyaan seperti itu.
"Hei kenapa kau diam saja?" Jacob menyibak selimut dan memutar tubuh Alice, Jacob langsung tersenyum saat melihat wajah Alice yang memerah.
"Oh my honey, kau benar-benar menggemaskan." Jacob menciumi wajah istrinya dengan lembut.
"Tapi jika kau mau lagi, ayo." godanya.
"Bukan begitu Jac-Jac." Alice kembali memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya.
"So honey?"
"Aku ingin kita seperti ini sejenak tanpa melakukan apapun."
__ADS_1
"I know my honey, i know what you want."
Senyum langsung menghiasi wajah Alice, dia semakin memeluk suaminya sedangkan Jacob membelai punggung Alice dengan lembut.
Sesuai dengan keinginan Alice mereka berpelukan diatas ranjang dan menikmati waktu kebersamaan mereka berdua.
Yah it's not about s*x but this is about being together between them.
Mereka hanya diam saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun, jacob sangat mengerti dengan Alice sebab itu dia tidak langsung menyerang Alice. Dia hanya menciumi dahi dan wajah istrinya dan terkadang tangannya membelai rambut Alice yang panjang.
Alice tersenyum penuh kebahagiaan didalam pelukan suaminya, Jacob paling mengerti dirinya dan dia sangat bersyukur Jacob mau menunggunya dan menikah dengannya.
"Jac-Jac."
"Hmm? Apa sudah selesai semedinya honey?" godanya.
"Yes." jawab Alice sambil tersenyum.
"So, apa yang akan kita lakukan sekarang honey?"
"Jac-Jac, i'm hungry." Alice mengelus perutnya.
"Oh my, setelah makan kita lanjutkan kegiatan bercocok tanam kita,okey?"
"Jadi kau ingin lagi bukan?"
"Apa kau tidak mau lagi my honey?"
"Oh my honey,bbersiaplah setelah selesai makan maka aku akan memakanmu dan menjadikanmu hidangan penutup yang lezat."
"It's okey, tapi gendong aku kekamar mandi." pintanya.
"As you wish Mrs Smith."
Jacob segera menciumi bibir Alice dan me**matnya dengan lembut setelah itu dia bangkit dari atas ranjang dan menggendong istrinya menuju kamar mandi.
Alice berada disana untuk membersihkan dirinya sedangkan jacob keluar dari kamar mandi setelah memakai kimono, dia ingin membuatkan sereal untuk istrinya,yah untuk sereal saja dia bisa membuatnya.
Setelah membersihkan dirinya dikamar mandi, Alice memakai kimono dan keluar dari sana, setelah ini apa yang akan mereka lakukan? Mereka tidak mungkin dirumah sepanjang hari bukan?
Padahal dia pikir mereka akan ikut berlayar dan menikmati setiap tempat saat kapal berlabuh, dia berharap Jac-Jac punya rencana bagus untuk mereka agar mereka berdua tidak dirumah sepanjang waktu.
Alice duduk disisi ranjang dan pada saat itu Jacob membawa dua mangkuk sereal ditangannya, Jacob mendekati Alice, memberikan sereal yang dia bawa dan duduk disamping istrinya.
"Thanks Jac-Jac." Alice mengambil sereal dari tangan suaminya dan mulai memakannya untuk mengisi perutnya yang lapar.
Jacob melihat istrinya sambil tersenyum dan pada saat itu juga sebuah ide gila muncul dikepalanya.
"Cepat kau habiskan honey." ujarnya.
"Kenapa kau tidak makan?" Alice melihat suaminya dengan heran.
"Aku akan makan setelah ini."
__ADS_1
Alice menghabiskan serealnya tanpa tahu apa yang akan dilakukan suaminya nanti, setelah selesai Alice hendak meletakkan mangkuk serealnya diatas meja tapi Jacob langsung merebutnya.
"Berikan padaku dan pegang ini." Jacob memberikan mangkuk sereal miliknya, sebelum Alice memegang mangkuk itu dengan sengaja Jacob menumpahkan isinya ditubuh Alice.
"Oh my, Jac-Jac!" Alice hendak bangkit berdiri tapi Jacob menahannya.
"Ini waktuku untuk makan honey."
Jacob meletakkan mangkuk diatas meja dan membuka kimono yang dipakai oleh Alice, tubuh Alice tampak basah karena ketumpahan susu dari sereal, untung saja serealnya tidak panas.
"Jac, you!!" Alice menggigit bibirnya saat Jacob menikmati tumpahan susu yang ada ditubuhnya.
"Oh my honey, aku akan membersihkan seluruh tubuhmu ini."
Setelah berkata demikian Jacob terus dengan aksinya, membersihkan tumpahan susu yang ada disetiap kulit istrinya, Alice mengerang menikmati sentuhan suaminya.
Ini benar-benar makanan penutup yang enak menurut Jacob dan sekarang waktunya menikmati madu yang ada dibunga istrinya.
"Ngg...Jac!" Alice hanya bisa meremas rambut suaminya dan merasakan sentuhan suaminya.
"Jac-Jac, oh!!" Alice benar-benar tidak tahan lagi sedangkan Jacob tersenyum puas dan menghentikan aksinya.
"Katakan kau menginginkanku honey."
"Yes Jac-Jac, i want you! Please." pinta Alice memohon.
"Oh my honey."
Jacob segera membuka kimono yang dipakainya dan melemparnya dengan cepat, sengatan lebahnya benar-benar sudah siap.
Tanpa menunggu lagi dia segera menyuntik Alice dengan sengatannya yang sudah menantang, dengan cepat pula Jacob menggerakkan tubuhnya.
Alice mencengkram sprei dengan erat dan terus mendesah nikmat, dia juga bergumam:
"Oh..my Jac-Jac, oh!!"
Jacob menunduk dan menciumi bibir Alice sedangkan tubuhnya terus bergerak dengan cepat dan semakin cepat, desahan demi desahan terdengar dari bibir mereka, mereka berdua sangat menikmati permainan mereka sampai mendekati puncaknya.
"Oh my honey, i want??"
"Jac!" Alice memeluki leher suaminya dan pada saat itu?
"Uhghh..!" mereka mengerang saat sengatan Jacob menyemprotkan bisanya.
Mereka terengah-engah bersama-sama dan memandang satu sama lain.
"I love you my honey."
"My Jac-Jac, i love you too."
Jacob menggusap wajah istrinya sambil tersenyum tapi kemudian dia menciumi bibir istrinya dengan lembut.
Ini sungguh makanan penutup yang enak
__ADS_1