Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Semua gara-gara Mommy!


__ADS_3

Diruang tamu rumah Alice tampak trio Smith sedang berbicara, siapa lagi jika bukan Smith tua, Smith senior dan Smith junior.


Mereka belum pergi karena Xaiu yu belum mau pergi. Dia masih ingin disana untuk mengenal pacar cucunya lebih jauh.


Sedangkan ketiga wanita sedang mengobrol didapur meninggalkan trio Smith yang masih diruang tamu.


Jhon tampak mengedarkan pandangannya dirumah Adam Walker, dia tidak pernah menyangka jika dia akan menginjakkan kakinya dirumah agen FBI itu.


Jika Adam Walker masih hidup, sudah dipastikan dia tidak akan pernah berada disana apalagi putranya.


"Dad, boleh aku tanya sesuatu?" tanya Jacob padanya.


"Apa yang ingin kau tanyakan boy?'


"Kenapa daddy memintaku untuk tidak terlibat dengan Adam Walker?"


Jhon melihat kearah putranya dan menyeruput kopi yang dibawakan oleh istrinya tadi.


"Itu karena kita ini tidak cocok dengannya."


"Maksud daddy?"


"Kita ini ibarat api dan dia ibarat minyak, kau tahu maksudku bukan?"


"Apa kau membencinya?"


"Tidak, dia yang membenciku." jawab Jhon dengan cepat.


"Wow, bisa aku bayangkan jika dia masih hidup!"


"Jadi bersyukurlah karena dia sudah mati, kalau tidak mau kakekmu, aku ataupun kau tidak akan mungkin ada disini untuk menipu putrinya."


Jacob terkekeh mendengar perkataan ayahnya, benar, jika orang tua Alice masih hidup mana mungkin dia bisa menjerat gadis itu.


"Tapi aku berharap dia masih hidup karena aku ingin melihat bagaimana reaksinya saat dia tahu putrinya terlibat denganku."


"Dasar kau!!


"Sekarang aku jadi ingin tahu, apa Adam Walker melarang putrinya untuk tidak terlibat dengan keluarga kita karena dia membencimu?"


"Wow, jadi dia juga melarang putrinya?" tanya Jhon tidak percaya.


"Begitulah."


"Jadi kalian berdua anak pembangkang yang mengabaikan peringatan kami!"


Jacob kembali terkekeh,walau ayahnya berkata demikian tapi dia tahu ayahnya tidak akan melarang dia berhubungan dengan siapapun juga termasuk Alice Walker.


"Jadi Jac-Jac, cepatlah kau nikahi dia sebelum aku menyusul Adam Walker dikuburan." sela kakeknya.


"Wow, kakek jangan asal bicara!lagi pula kalian tenang saja, aku akan membicarakan masalah ini dengan Alice jadi sana kalian cepat pulang." usirnya.


"Kau ya!!" ujar kakek dan ayahnya secara bersamaan.


"Aku harap kalian cepat menikah sebelum aku mati kalau tidak Adam Walker akan mematahkan leherku dialam sana karena cucuku telah menjerat putrinya dan hanya bermain-main saja."


"Aku tahu maka dari itu sana kalian pulang!"


Jacob segera bangkit berdiri dan melangkah menuju dapur untuk memanggil nenek dan ibunya disana.


Senyum mengembang diwajahnya saat melihat ketiga wanita yang sangat berharga baginya sedang bercanda dan tertawa, akan sangat menyenangkan bisa melihat hal itu setiap hari.


"Mom, daddy mengajak kalian pulang."


"Oh baiklah." Samantha segera bangkit berdiri begitu juga dengan Xaiu Yu dan Alice.


"Alice, kau harus sering-sering mengunjungiku, aku akan membuatkan dumpling udang untukmu." Xiau yu mengusap wajah Alice sedangkan Alice tersenyum padanya.


"Baik nek, aku akan mengunjungi nenek dan kakek jika punya waktu."


"Aku tunggu sayang."


Xiau yu memeluk Alice sejenak, Alice sangat senang merasakan kehangatan dan keramahan nenek Jacob.


Setelah Xiau yu melepaskan pelukannya, Samantha memegangi tangan Alice dan mengusapnya dengan lembut.


"Alice,anak itu tinggal disini jadi kau harus memanfaatkannya." ujarnya.


"Mom, apa maksud dari perkataanmu?" sela Jacob dengan cepat.

__ADS_1


"Jacob, kau ini menumpang disini jadi kau harus membantu Alice membersihkan rumahnya."


"Aku tidak mau!" Jacob menolak dengan cepat.


"Hei pria sejati harus melakukan apapun untuk orang yang dia cintai, seperti daddymu dulu, dia bahkan rela menggantikan aku menyikat kamar mandi."


"Huachimm!!" itu suara Jhon bersin diluar sana.


Jhon mengusap hidungnya yang gatal, siapa yang telah berani menjelek-jelekkan dirinya?


"Wow, daddy ternyata!" ujar Jacob tidak percaya.


"Jadi kau harus membantu Alice membersihkan rumahnya." kata Samantha lagi.


"Iya..iya..!" Jawab Jacob.


Mana mungkin dia mau membersihkan rumah kekasihnya, jangan samakan dia dengan ayahnya yang bodoh.


"Jadi Alice sayang." Samantha kembali mengusap tangan Alice.


"Jika dia tidak mau membantumu maka kau tendang saja dia keluar."


"Baik tante." jawab Alice sambil tersenyum kearah Jacob.


"Ya ampun mom, apa kau ibuku?" tanya Jacob kesal.


"Bukan, kau putra Jhon Smith sedangkan putraku Edward." jawab Samantha asal.


"Mom!!"


"Aku hanya bercanda saja." Samantha tertawa.


Alice hanya tersenyum melihat keharmonisan keluarga itu membuatnya jadi rindu dengan orang tuanya.


"Jadi Alice sayang, kami harus pulang. Maaf telah merepotkanmu." ujar Samantha.


"Tidak apa-apa tante, aku yang seharusnya tidak enak hati karena telah menitipkan Marry." jawab Alice tidak enak hati.


"Tidak apa-apa sayang, besok datanglah kepernikahan kakak Jacob."


Alice menganguk dan segera memeluk ibu Jacob, entah kenapa dia jadi ingin memeluknya karena dia jadi sangat rindu dengan ibunya.


Samantha tersenyum dan mengusap punggung Alice, setelah Alice melepaskan pelukannya mereka segera keluar dari sana.


Saat sudah masuk kedalam Jacob segera memeluk Alice dari belakang.


"Alice sayang."


"Hmmm?"


"Apa kau serius dengan ucapanmu akan segera menikah denganku?" Jacob menciumi wajah Alice dari belakang.


"Tidak." jawab Alice.


"Hei, kau menipu nenekku ya?"


"Dia bisa menipuku, kenapa aku tidak?


"Oh my, kau ya!!!"


Dengan cepat Jacob memutar tubuh Alice agar menghadap kearahnya, dia tersenyum dan mengusap wajah Alice dengan lembut.


"Alice sayang, boleh aku tanya sesuatu?"


"Apa?"


"Kenapa ayahmu melarangmu untuk tidak terlibat dengan keluargaku?"


"Kau ingin tahu?"


"Tentu saja."


Alice segera berjinjit, dia juga melingkarkan tangannya dileher Jacob.


"Karena kalian keluarga penipu." katanya.


"Oh my, kau ya!!"


Alice melepaskan diri, dia berjalan pergi sambil tertawa.

__ADS_1


"Alice sayang awas kau ya!!"


"Oh ya?"


Alice berjalan kearah meja dan mengambil gelas kotor dari sana, setelah itu dia kembali mendekati Jacob.


"Jac-Jac."


"Hei jangan memanggilku Jac-Jac!!"


"Jadi Jac-Jac sayang."


"Oh my, katakan padaku apa yang kau inginkan."


Alice tersenyum dengan usil.


"Cucikan gelas kotor ini ya." Alice memberikan gelas kotor yang dibawanya.


"Jangan bercanda denganku, aku tidak mau!"


Alice kembali berjinjit dan mendekatkan bibirnya kebibir Jacob.


"Tolong ya, aku mau membersihkan kamar Marry."


"Tidak mau!!"


Alice segera menciumi bibir Jacob dengan lembut.


"Jac-Jac sayang, please, tapi ingat jangan sampai pecah." katanya lagi.


Setelah berkata demikian Alice segera melangkahkah pergi.


"Hei Alice Walker!!"


"Apa?" tanya Alice dengan ketus sedangkan matanya melototi Jacob.


"Tidak." jawab Jacob sambil menggeleng.


"Jadi tolong ya, ingat jangan sampai pecah." kata Alice mengingatkan sambil tersenyum manis. Dia segera meninggalkan Jacob dan masuk kedalam kamar Marry.


"Semua ini gara-gara mommy!" umpat Jacob dalam hati.


Jacob melihat gelas kosong yang berada diatas nampan yang dipegangnya dan menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Ternyata bukan daddy saja yang bodoh, ternyata aku juga bodoh."


Jacob segera berjalan kedalam dapur untuk mencuci gelas kotor yang dia bawa dan beberapa gelas kotor yang ada ditempat cuci piring.


Dia kembali menghela nafasnya, bagaimana caranya mencuci gelas? Untuk seumur hidup dia belum pernah melakukannya.


Sedangkan Alice, dia sedang membersihkan kamar Marry yang tertunda. Alice tampak serius sampai dia mendengar suara barang pecah didapur.


Alice mengernyitkan dahinya tapi lagi-lagi terdengar suara barang pecah lagi dan lagi. Alice segera berlari keluar, jika tidak cepat gelasnya akan habis.


Matanya terbelalak kaget saat melihat pecahan gelas diatas lantai.


"Jac!!"


"Sory sayang, tanganku licin." ujar Jacob santai.


"Kenapa bisa? Berapa banyak sabun yang kau pakai?"


Jacob mengangkat botol sabun yang telah kosong.


"Semuanya." jawabnya dengan santai.


"Oh my God, aku baru kali ini melihat orang tidak bisa mencuci barang satu gelas saja!!" gerutu Alice kesal.


Alice segera mengambil sapu dan melemparkannya dibawah kaki Jacob.


"Bersihkan!" katanya kesal.


"Alice Walker kau jangan keterluan." ujar Jacob kesal.


"Tidak mau?" Alice melotot pada Jacob.


"Bukan begitu sayang, akan aku bersihkan."


"Baguslah." Alice segera melangkah pergi.

__ADS_1


"Sialan, seharusnya aku mengintrogasi daddy dan kakek tadi, siapa sebenarnya dalang dibalik kutukan si*lan ini!!" umpatnya.


Walau begitu Jac-Jac membersihkan pecahan gelas diatas lantai sampai bersih.


__ADS_2