Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Aku gila karenamu


__ADS_3

Setelah kembali kerumahnnya, Alice segera masuk kedalam dapurnya dan meletakkan barang belanjaannya diatas meja.


Alice mendekati wastafel, mencuci tangannya dan setelah itu Alice menyalakan api kompor untuk membuat bubur, dia juga harus membuatkan makanan untuk Marry karena sebentar lagi Marry akan pulang sekolah.


Alice mengaduk-aduk bubur yang ada didalam panci sambil termenung, pada saat itu terdengar suara batuk dari dalam kamar yang ditempati oleh Jacob.


Alice segera mengambil segelas air hangat dan obat yang dia beli tadi, gadis itu segera berjalan menuju kamar dimana Jacob berada.


Sudah cukup lama dia meninggalkan Jacob dan mungkin saja pria itu sudah haus.


"Jacob, apa kau baik-baik saja?" Alice masuk kedalam sana dan tampak Jacob sedang memegangi tenggorokannya.


"I'm fine honey."


Alice menghampiri Jacob, memberikan air hangat dan obat pada pria itu, Jacob segera duduk disisi ranjang untuk mengambil air dan obat yang diberikan oleh Alice.


Saat Jacob mengambil gelas dari tangan kiri Alice disana tampak sebuah perban ditangan gadis itu.


"Hei kenapa dengan tanganmu?" Jacob menangkap tangan Alice dan melihatnya.


"Tidak apa-apa ini hanya terkena pisau saja." Alice hendak menarik tangannya tapi Jacob memegangnya dengan erat.


"Jangan menipuku sayang, cepat katakan padaku ada apa dengan tanganmu ini?"


"Untuk apa aku menipumu? Ini memang terkena pisau!"


"Alice, sebelum kau pergi tanganmu masih baik-baik saja, cepat katakan padaku siapa yang telah berani melukaimu diluar sana?"


Jacob menatap Alice dengan serius, tidak mungkin gadis itu bisa terluka begitu saja jika tidak ada yang sengaja melukainya.


"Jacob ini hanya luka tergores pisau jadi kau tidak perlu kawatir."


Jacob segera menarik tangan Alice hingga gadis itu mendekat padanya dan memeluknya dengan erat.


"Bukan begitu sayang, aku sudah berjanji padamu untuk tidak membiarkanmu terluka jadi katakan yang sejujurnya padaku kenapa tanganmu bisa terluka."


Alice menghela nafasnya, tangannya membelai kepala Jacob dan mengusap rambutnya. Dia tahu pria itu menghawatirkannya tapi dia tidak ingin membuat Jacob kawatir hanya karena sebuah goresan saja.


"Kau tidak perlu kawatir Jacob, ini hanya luka ringan saja, anggap saja aku sedang sial dan bertemu dengan seekor singa betina yang sedang cemburu diluar sana."


Jacob melepaskan pelukannya dan menatap mata Alice dalam-dalam, kenapa dia jadi curiga dengan perkataan gadis itu?


"Katakan padaku apa kau bertemu dengan seseorang diluar sana?"


"Jacob, aku bertemu dengan banyak orang diluar sana." jawab Alice asal.


"Hei, bukan begitu maksudku sayang, apa kau bertemu dengan?"

__ADS_1


"Jacob." Alice menyela pertanyaan Jacob.


"Jangan diperbesar, ini hanya luka ringan saja. Tapi aku berjanji padamu lain kali aku akan menjaga diriku dan aku pastikan hal ini tidak akan terulang lagi."


"Trust me." ujar Alice lagi.


Jacob menarik nafasnya dengan berat, kenapa Alice tidak mau mengatakan siapa yang dia temui diluar sana, tapi walau begitu dia curiga dengan seseorang.


"Baiklah, tapi lain kali kau harus berjanji padaku jika ada yang berani mengganggumu kau harus segera mengatakannya padaku."


Alice tersenyum dan duduk disisi Jacob.


"Tentu saja Jacob dan terima kasih telah begitu peduli padaku."


"Sayang, bukankah aku sudah bersumpah didepan makan keluargamu? Jika aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkanmu terluka."


"Jadi mulai sekarang, kau adalah tanggung jawabku dan aku tidak akan membiarkan siapapun melukaimu."


"Terima kasih."


Jacob mulai mengelus wajah Alice dan menciumi pipinya.


"Alice."


"Hmmmm?"


"Apa kau sudah mempertimbangkan tawaranku?"


Jacob terkekeh dan menggigit telinga Alice dengan lembut, Alice memejamkan matanya merasakan geli ditelinganya.


"Menjadi istriku."


"Hei kenapa tawaranmu berubah lagi?" tanya Alice kesal.


Jacob mengangkat dagu Alice dan mendekatkan bibir mereka.


"Karena aku ingin kau jadi istriku." bisiknya.


Jacob hendak menciumi bibir Alice tapi pada saat itu dia kembali terbatuk, Alice segera mendorong tubuh Jacob dan menjauh darinya.


"Jangan menularkan penyakit bodoh itu lagi padaku!"


"Sial, penyakit si**an!" Maki Jacob kesal.


"Gara-gara penyakit ini aku jadi tidak bisa menciummu jadi kau harus bersabar sayang." godanya.


"Jangan terlalu percaya diri Jacob, siapa yang mau dicium olehmu?

__ADS_1


"Oh sayang,itu dimulutmu saja, lihatlah nanti jika sakitku ini sudah sembuh maka bersiaplah, aku akan menciumi bibirmu sepanjang malam sampai aku puas."


"Kau, dasar pria gila!!"


"Aku memang gila sayang, tapi aku gila karenamu."


Jacob meraih tangan Alice yang terluka dan menciumi lukanya.


"Jadi, katakan padaku siapa yang melakukan ini?"


"Jangan bilang padaku jika ada pisau yang tiba-tiba melayang dan melukai tanganmu dan jangan bilang juga jika luka ini tergores saat kau sedang memotong sayuran karena aku tidak akan percaya."


Alice memandangi Jacob dengan serius begitu pula dengan Jacob, mereka saling melemparkan pandangan satu sama lain sampai Jacob melemparkan godaan padanya.


"Apa wajahku ini begitu tampan sampai kau begitu terpana seperti itu?"


Alice memalingkan wajahnya yang merona sedangkan senyum menghiasi wajah Jacob.


"Jadi, cepat katanya padaku siapa yang melukaimu?"


Alice menarik nafasnya sejenak, memang tidak ada alasan untuknya menyembunyikan hal ini dari Jacob walau sebenarnya dia tidak mau memperbesar masalah ini.


"Luka ini akj?"


"Mom, i'm home." terdengar suara Marry didepan sana.


Saat mendengar suara Marry Alice langsung teringat sesuatu.


"Hei kenapa kau tidak melanjutkan perkataanmu, cepat katakan padaku siapa yang melukaimu?" Jacob semakin penasaran.


"Oh celaka, gara-gara kau memperbesar masalah ini aku jadi lupa jika aku sedang memasak bubur." Alice menarik tangannya dari genggaman tangan Jacob dan bangkit berdiri.


"Jadi salahku?"


"Sebaiknya kau tidur kalau tidak aku akan membuatmu pingsan!" ancam Alice.


Alice segera berlari keluar dari kamar itu, sedangkan Jacob jadi kesal karena Alice tidak menyelesaikan ucapannya.


Diluar sana terdengar suara teriakan Alice saat melihat bubur yang sedang dimasaknya sudah gosong didalam panci.


Alice memaki karena gara-gara Jacob buburnya menjadi gosong dan pekerjaannya tertunda.


Padahal dia harus memasak untuk Marry dan anak itu sudah pulang! Alice mulai tampak sibuk membuat bubur kembali dan tentunya dia harus segera memasak untuk Marry.


Sedangkan saat itu didalam kamar, Jacob sedang memikirkan sesuatu. Dia curiga jika Becca sudah mulai bertindak walau Alice tidak jadi menyebutkan siapa yang telah melukainya.


Jacob meraih ponselnya untuk menghubungi Andrew, jika memang Becca sudah berani melukai Alice maka tidak akan dia ampuni.

__ADS_1


"Andrew, utus seseorang untuk mengikuti Becca, laporkan padaku saat Becca melakukan gerak gerik yang mencurigakan dan berusaha mendekati Alice." perintahnya.


"Siap master." setelah mendapat perintah itu Andrew segera mengutus seseorang untuk mengikuti Becca.


__ADS_2