Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Peledakan


__ADS_3

California 01.00 Pm


Beberapa hari telah berlalu,siang itu,diperusahaan Smith, tampak Jacob sedang sibuk dengan pekerjaannya. Karena sakit beberapa hari membuat pekerjaannya banyak yang tertunda.


Jacob meraih ponselnya yang berada diatas meja dan mulai menulis pesan disana.


"Sayang, apa kabarmu?" setelah menulis Jacob segera mengirimkan pesan itu pada Alice yang sedang bertugas.


"Jacob, ini sudah keberapa kalinya kau menanyakan keadaanku hari ini??" Alice membalas pesan Jacob dengan kesal.


Apa pria itu sudah gila, ini sudah kesekian kalinya pria itu menanyakan keadaanya.


"Aku hanya kawatir padamu sayang."


"Jacob, aku baik-baik saja jadi kau tidak perlu kawatir."


"Oke baiklah, apa kau sudah makan?"


"Sudah." jawab Alice singkat.


"Hei kenapa jawabanmu begitu singkat?"


"Jacob, jangan ganggu aku lagi. Saat ini aku sedang bekerja dan jangan mengirimkan pesan untukku lagi!" setelah mengirimkan pesan itu Alice segera menonaktifkan ponselnya.


Dia tidak mau diganggu oleh Jacob selama dia menjalankan tugasnya.


Sesudah membaca pesan dari Alice, Jacob meletakkan ponselnya kembali keatas meja. Jacob mulai kembali berpikir, kapan Alice akan berhenti dari pekerjaannya yang sangat berbahaya itu.


Dia benar-benar sangat ingin membuat Alice berhenti dari pekerjaannya karena dia punya firasat tidak baik mengenai keselamatan gadis itu.


Bahkan hari ini Jacob merasa sangat kawatir pada Alice, setiap ada kesempatan pasti dia akan mengirimkan pesan pada gadis itu untuk menanyakan keadaanya.


Entah kenapa dia merasa akan ada hal tidak baik yang akan terjadi pada Alice hari ini, selama Jacob berpikir, Andrew mengetuk pintu ruangannya dan masuk kedalam sana.


"Master, sebentar lagi kau ada rapat." Andrew masuk kedalam ruangan itu dan menunggu bosnya untuk menghadiri rapat.


"Baiklah." Jacob meraih ponselnya dan bangkit berdiri.


Jacob keluar dari ruangannya bersama dengan Andrew untuk mengikuti rapat.

__ADS_1


Sedangkan saat itu di Torrance Police Departement tempat Alice bertugas, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore.


Didepan kantor kepolisian itu tampak seorang pria sedang turun dari sepeda motor yang dibawanya.


Pria itu membawa sebuah kotak ditangannya, pria itu tampak memakai sebuah jaket kulit dan memakai sebuah helm sehingga wajahnya tidak begitu bisa dikenali.


Pria itu berjalan memasuki kantor kepolisian itu dengan santai sambil membawa kotak yang berada ditangannya.


Saat melihat seorang petugas yang berada didepan sana, pria itu segera menghampiri petugas itu.


"Permisi, apa Ms Alice Walker ada?"


Petugas itu melihat pria itu dengan teliti.


"Ada yang bisa saya bantu sir?" tanya petugas itu.


"Ada kiriman untuknya, apa bisa kau berikan?" pria itu mengangkat kotak yang dibawanya didepan petugas itu.


"Apa isinya?" tanya petugas itu.


"Oh, ini isinya hanya makanan jadi bisa kau berikan padanya?"


Pria itu membuka helmnya tanpa ragu.


"Jadi apa bisa berikan ini pada Ms Alice Walker?" tanya pria itu lagi.


"Tentu saja, akan aku berikan dan tuliskan nama pengirimnya."


"Tidak perlu, cukup kau sebutkan jika kiriman ini dari penggemarnya." pria itu segera memberikan kotak itu pada petugas yang berjaga disana.


"Baiklah." petugas itu segera mengambil kotak itu tanpa curiga dan memanggil rekannya untuk memberikan kotak itu pada Alice Walker.


Lagi pula para petugas yang ada disana sudah sering mendapat paket jadi petugas itu tidak curiga sama sekali akan isi dari kotak itu.


Dengan cepat, kotak itu langsung dibawa kedalam tanpa diperiksa lagi oleh petugas lainnya untuk diberikan pada Alice Walker.


Setelah merasa kiriman itu sudah hampir tiba ditangan sasarannya pria itu segera melangkah pergi keluar dari gedung kepolisian itu dengan terburu-buru.


Dia harus pergi dari sana sebelum ada yang menyadari isi dari peket yang dia antarkan.

__ADS_1


Pria itu bahkan menyalakan sepeda motornya dengan terburu-buru pula, tapi sebelum pria itu beranjak dari sana pria itu mengeluarkan sebuah tombol dari jaket kulit yang dipakainya.


"Good bye." pria itu segera menekan tombol itu dan?


"Duaaarrrrrr!!!!!" langsung terjadi ledakan di dalam kantor kepolisian dan pada saat ledakan terjadi pria itu segera membawa sepeda motornya melesat pergi.


Ya kotak yang dibawa oleh pria itu adalah sebuah bom, dia mendapat perintah untuk memberikan bom itu pada Alice Walker.


Pada saat ledakan itu terjadi,suara sirine kebakaran langsung berbunyi dikantor kepolisian itu. Tidak hanya itu karena ledakan itu sangat dahsyat membuat kantor kepolisian itu hancur dan banyak korban berjatuhan.


Para petugas yang sedang berada didalam sana menjadi korban ledakan itu dan tidak hanya itu saja, api mulai membakar kantor kepolisian tempat Alice bekerja dan mulai melahap setiap benda yang dilewati oleh kobaran api.


Para petugas yang Selamat mulai berlari keluar dengan tubuh yang terbakar, dalam sekejap mata tempat itu menjadi ramai dengan kerumunan orang dan para wartawan untuk meliputi kejadian disana.


Bunyi sirine mobil pemadan kebakaran memekakkan telinga dijalanan kota itu, saat mobil itu melintas semua mobil yang ada dijalanan mulai menyingkir.


Begitu juga dengan mobil Jacob, mobil yang dibawa oleh Andrew langsung menyingkir untuk memberikan prioritas pada mobil pemadan kebakaran yang akan lewat.


Saat mendengar suara sirine dari mobil pemadam itu hati Jacob tambah was-was, pria itu segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Alice.


Tapi ponsel Alice tidak bisa dihubungi dan hal itu semakin membuat Jacob khawatir, tapi pria itu tidak menyerah, Jacob kembali menghubungi ponsel Alice tapi lagi-lagi tidak mendapat jawaban.


Saat itu Andrew menyalakan radio dimobil bosnya dan pada saat itu terdengar suara seorang reporter yang sedang meliput berita secara langsung mengatakan bahwa telah terjadi sebuah ledakan di Torrance Police Departement dan banyak korban yang berjatuhan disana.


Saat mendengar itu wajah Jacob langsung pucat, itukan tempat Alice bekerja, jangan-jangan?


"Andrew, segera pergi ketempat itu." perintahnya.


"Siap master." Andrew segera memacu kendaraan dengan cepat untuk menuju kekantor polisi itu.


Begitu tiba Jacob segera turun dari mobilnya dan berdiri bersama kerumunan orang-orang yang ada disana.


Tampak mobil pemadam kebakaran mulai memadamkan api yang ada dan para polisi mulai mengevakuasi para rekan mereka yang terbakar karena berhasil keluar dari kobaran api. Tapi korban yang ada didalam sana? Hancur karena terkena ledakan bom.


Tampak pula mobil ambulance mulai berdatangan dan para reporter banyak berdatangan untuk meliput berita disana.


Jacob sangat ingin melihat para korban tapi tentu saja warga sipil tidak diperbolehkan untuk mendekati tempat kejadian.


Jacob hanya bisa menyaksikan kejadian itu dan tampak frustasi, apa Alice menjadi korban peledakan disana?

__ADS_1


Tapi dalam hatinya sangat berharap gadis itu ada disebuah tempat lain saat ini.


__ADS_2