
Malam itu di pelabuhan Hueneme di kota Port Hueneme, California, Amerika serikat. Tampak beberapa orang sedang mengangkat kotak kayu besar untuk dinaikan kedalam kapal.
Mereka melakukannya saat tengah malam supaya tidak diketahui oleh pihak kepolisian karena mereka sedang membawa barang-barang haram kedalam kapal yang telah siap untuk dibawa ke Meksiko.
Barang-barang itu adalah barang milik Lucas Marcelo, pria itu tampak sedang mengawasi anak buahnya mengangkat barang-barang miliknya dari darat untuk dinaikan keatas kapal.
Lucas sedang berdiri dengan beberapa anak buah disampingnya dan tampak tersenyum puas, penyeludupannya pasti akan sukses apalagi dia bisa melihat anak buah Jacob Smith sedang membantu anak buahnya.
Ternyata pria itu tidak sehebat yang dia dengar karena dengan mudahnya dia bisa mengajak Jacob Smith bekerja sama dan masuk kedalam bisnis haram yang sedang dijalankannya.
Selama Lucas sedang serius mengawasi para anak buahnya, sebuah mobil sport berhenti didekatnya, dua orang pemuda keluar dari mobil itu dan berjalan kearahnya.
Lucas memalingkan wajahnya melihat kearah Jacob dan Andrew yang melangkah dengan gagah menghampirinya.
Jacob berdiri tidak jauh didekat Lucas, memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya dan melihat kearah kapal yang sedang diisi dengan barang-barang haram milik Lucas.
"Yo Jacob Smith, aku kira kau tidak akan datang!" kata Lucas basa basi.
"Aku hanya ingin melihat lima persen milikku." jawab Jacob dengan santai.
"Apalah arti lima persen itu bagimu Jacob Smith?" Lucas menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya, dia juga menawarkan benda itu pada Jacob tapi Jacob menolaknya.
"Itu sangat berarti bagiku karena hasil itu didapat darimu." Jacob melihat kearah para anak buahnya yang sedang membantu anak buah Lucas, dia sedikit mengangguk kearah anak buahnya dan pada saat para anak buahnya melihat anggukan bosnya mereka juga mengangguk karena itu adalah kode dari bosnya.
"Bagaimana Lucas, apa barang-barangnya sudah naik keatas kapal semuanya?" tanya Jacob basa basi.
"Bisa kau lihat tinggal sedikit lagi." Jawab Lucas sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya.
"Bagus sekali, aku akan sangat puas dengan hasil lima persen itu nanti."
Lucas melihat kearah Jacob dengan heran, untuk apa pria itu puas dengan hasil yang lima persen saja? Benar-benar pria aneh.
"Oh ya Lucas, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" Jacob melemparkan tatapan tajamnya pada Lucas.
"Apa Itu?" Lucas juga menatap Jacob dengan tajam.
"Bagaimana jika ada seseorang yang menyentuh milikmu tanpa sepengetahuanmu?" Jacob masih menatap Lucas dengan tajam.
__ADS_1
"Tentu akan aku habisi." jawab Lucas tanpa tahu apa maksud dari pertanyaan Jacob.
Senyum menyeringai diwajah Jacob, selama dia bekerja Olivia mengirimkan sebuah pesan untuknya. Adiknya berkata jika Alice baru saja hendak dicium oleh seseorang dan tidak perlu dia tanya karena dia tahu siapa orangnya, hal itu semakin membuat darah Jacob mendidih.
Malam ini dia akan memberi pelajaran kepada Lucas jika dia tidak boleh menyentuh milik orang lain sembarangan dengan cara menghancurkan barang-barang milik Lucas dan menghabisinya.
"Kita sependapat, aku juga tidak suka jika ada yang menyentuh milikku. Jadi?"
Jacob kembali memberi sebuah tanda kepada para anak buahnya dan menarik sebuah senjata dari balik bajunya.
"Jangan sentuh milikku sembarangan!!"
Tanpa Lucas duga, Jacob langsung mengarahkan senjatanya kearah Lucas dan tanpa basa basi Jacob langsung menembakkan senjatanya kearah lucas dan?
"Dor!!" timah panas itu melesat kearah Lucas dengan cepat.
"Sir!!" teriak seorang anak buah Lucas saat melihat senjata api yang ditembakkan kearah bosnya.
Lucas begitu kaget, dengan cepat dia menghindari timah panas yang ditembakkan dari senjata Jacob tapi peluru itu mengenai lengan kanannya karena Jacob menembaknya secara tiba-tiba.
Saat itu juga para anak buahnya mulai menembak anak buah Lucas begitu juga dengan Andrew, dia juga mulai menembaki anak buah Lucas yang terlihat.
Anak buah Lucas dan anak buah Jacob mulai saling menembak dan bersembunyi disetiap peti kemas yang ada.
Dalam sekejap mata saja baku tembak mulai terjadi ditempat itu, Andrew segera berdiri didepan Jacob untuk melindungi bosnya dengan dua buah senjata ditangannya yang dia arahkan kearah Lucas sedangkan Lucas dilindungi oleh beberapa anak buah yang menjaganya sejak tadi dengan senjata ditangan mereka juga.
Kedua belah pihak saling menodongkan senjata mereka kearah lawan mereka dan bersiaga jika terjadi tembakan kembali.
Angin malam yang dingin berhembus melewati kedua kelompok yang saling menodongkan senjata mereka.
"Jacob Smith, apa maksudnya ini." Lucas memegangi lengannya yang tertembak yang terus mengeluarkan darah.
"Sudah aku katakan jangan menyentuh milikku sembarangan!"
Lucas menatap Jacob dengan tajam dari balik anak buahnya, dia tidak mengerti dengan maksud Jacob. Seharusnya dia curiga kenapa pria itu mau bekerja sama dengannya tapi mana dia tahu Jacob akan menjebaknya dan apa maksud dari perkataan Jacob "jangan sentuh miliknya!!"
"Hei kau Jacob Smith, jangan main-main denganku!!"teriak Lucas marah.
__ADS_1
"Aku tidak main-main. Andrew, habisi!!" perintah Jacob.
Andrew segera menembaki anak buah yang melindungi Lucas sedangkan Lucas, sambil dilindungi oleh anak buahnya memilih untuk melarikan diri karena situasi disana tidak menguntungkan baginya apalagi tangan kanannya sedang terluka dan dia tidak bisa memegang senjata.
Anak buah Lucas semakin berjatuhan karena ditembaki oleh Andrew dan anak buah Jacob, saat melihat Lucas melarikan diri Jacob berdecak kesal.
"Pengecut!!" Jacob kembali menembakkan senjata apinya kearah Lucas berkali-kali.
Beberapa peluru itu kembali melesat dengan cepat dan tanpa Lucas sadari, sebuah peluru yang ditembakkan oleh Jacob mengenai punggungnya.
Lucas kembali berteriak dan memegangi bahunya yang tertembak, pada saat itu sebuah mobil berhenti didepannya.
"Senhor!!" teriak pelayan pribadinya.
Tanpa menunggu lagi Lucas langsung masuk kedalam mobil itu dan memerintahkan pelayan pribadinya untuk jalan, dia tidak perduli lagi dengan barang-barangnya dan para anak buahnya yang mati ditembaki Jacob Smith dan anak buahnya.
Sedangkan dipelabuhan itu Jacob dan Andrew masih berdiri disana dengan senjata ditangan mereka, mayat anak buah Lucas bergelimpangan didekat mereka sedangkan Jacob melihatnya dengan puas.
"Master, apa tidak mau dikejar?" tanya Andrew.
"Biarkan saja, tidak ada gunanya mengejarnya."
Walaupun dia belum membunuh Lucas tapi dia sangat puas apalagi dia tahu Lucas bukan orang yang gampang dibunuh, ini hanya permulaan saja tapi sepertinya perang yang sesungguhnya akan segera dimulai dan pada saat itu dia tidak akan membiarkan Lucas Marcelo melarikan diri lagi.
Jacob segera menyimpan senjatanya, memutar langkahnya hendak melangkah pergi tapi sebelum itu Jacob mengangkat tangannya, pada saat anak buahnya melihat kode itu, anak buahnya sudah bersiap dengan sebuah tombol ditangan mereka.
Jacob segera menurunkan tangannya dan pada saat itu anak buahnya menekan tombol yang berada ditangannya dan?
"Duaarrrr!!!!" kapal milik Lucas langsung meledak dan hancur berkeping-keping. Barang-barang milik Lucas yang ada didalam kapal ikut hancur dan mulai terbakar.
Sesuai perintah Jacob, anak buahnya meletakkan beberapa bom didalam kapal itu, saat melihat anggukan bos mereka tadi sebagian dari mereka meletakkan bom aktif didalam kapal itu tanpa sepengetahuan anak buah Lucas.
"Ayo pergi!" perintahnya.
Jacob segera melangkah pergi diikuti Andrew dan para anak buahnya meninggalkan pelabuhan itu. Mereka membiarkan mayat anak buah Lucas bergelimpangan disana tentu dengan kapal dan barang haram milik Lucas yang dilalap olah api.
Dia memang ingin memberi pelajaran kepada Lucas dan mencegah barang haram milik Lucas supaya tidak keluar dari sana.
__ADS_1