Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Tantangan dari Jacob


__ADS_3

Saat itu di Torrance Police Departement California.


Tampak seorang wanita cantik sedang berdiri didepan sebuah kantor polisi itu, wanita itu adalah Becca.


Dia datang kesana untuk mencari seorang gadis yang telah merebut kekasihnya, itu adalah kantor polisi yang kelima yang sudah dia datangi.


Setelah keluar dari ruangan Jacob kemarin, Becca langsung berinisiatif untuk mencari gadis yang berprofesi sebagai polisi itu.


Dia sudah tahu namanya dari name tag yang dilihatnya dibaju Alice jadi dia yakin dia tidak akan kesulitan mencari gadis itu.


Becca memakai kaca mata hitamnya dan membenarkan topinya, setelah itu Becca masuk kedalam kantor polisi itu.


"Excuse me Sir, boleh aku bertanya?" Becca bertanya pada seorang petugas yang sedang bertugas disana.


"Yes Ms." petugas yang adalah lelaki melihat kearah Becca.


"Aku mencari seseorang, dia sahabat lamaku, aku ingin tahu apa dia bekerja disini?" tanya Becca pula.


"Bisa aku tahu namanya?" tanya petugas itu.


"Alice, Alice Walker." jawab Becca dengan cepat.


"Oh Ms Walker, dia memang bekerja disini."


Senyum Becca langsung mengembang diwajahnya.


"Akhirnya aku temukan." katanya dalam hati.


"Boleh aku bertemu dengannya?"


"Sory Ms, Ms Walker sedang cuti."


"Kalau begitu boleh aku tahu dimana alamat rumahnya?" Becca kembali bertanya, dia tidak akan putus asa untuk menemui gadis itu apalagi dia sudah menemukannya.


Petugas itu melihat kearah Becca kembali dan jadi curiga.


"Sory Ms, kami tidak bisa membeberkan informasi apapun tentang petugas disini."


"Sialan!!" umpat Becca dalam hati.


"Terima kasih, aku akan kembali lagi!" setelah berkata demikian Becca segera melangkah pergi yang pastinya dia akan kembali lagi untuk menemui Alice Walker.


Dan pada saat dia bertemu dengan gadis itu maka tidak akan dia lepaskan!


Sementara itu diperusahaan Smith, tampak Jacob memegangi kepalanya yang berdenyut sedari tadi.


Entah kenapa bukan saja lehernya yang bertambah sakit tapi kepalanya juga ikut sakit.


Jacob melemparkan kertas yang dipegangnya diatas mejanya dengan kasar, hari ini dia benar-benar tidak berkonsentrasi bekerja.


"Andrew!"


Mendengar panggilan itu Andrew langsung masuk kedalam ruangan bosnya.


"Yes master."


Jacob langsung bangkit berdiri.


"Siapkan mobil dan antarkan aku kembali ,tunda semua pekerjaan hari ini karena kepalaku sedang sakit." perintahnya.


"Yes master."


Jacob segera melangkah pergi sedangkan Andrew mengikutinya, Jacob segera memerintahkan Andrew membawanya kembali kerumah Alice.

__ADS_1


Saat dia tiba dan hendak masuk kedalam rumah itu terdengar suara dentingan piano dari depan pintu masuk rumah itu.


Jacob mengernyitkan dahinya, apa Marry sedang bermain piano?


Jacob masuk kedalam rumah itu, didalam sana tampak Alice sedang duduk didepan sebuah piano dan memainkan jarinya disana.


"Wow." gumamnya dalam hati.


Jacob benar-benar kagum dengan gadis itu, Alice Walker benar-benar gadis yang tidak bisa ditebak dan hal itu semakin membuatnya jatuh hati pada gadis itu.


"Hei honey, ternyata bakatmu sangat banyak."


Jacob berjalan kearah Alice, mengambil sebuah kursi dan duduk disamping Alice.


"Jacob, kenapa kau sudah kembali?" Alice menghentikan jarinya dari tuts piano.


"Pekerjaanku sudah selesai." dustanya.


Alice hanya melihatnya sekilas dan kembali memainkan jari-jarinya ke setiap tuts piano yang ada.


"Sayang, kau benar-benar tidak bisa ditebak."


"Ini hobi lainku Jacob, sebelum memutuskan mengikuti jejak ayahku aku bermimpi jadi pianis hebat dan belajar bermain piano dengan giat." jelasnya.


"Lalu, kenapa tidak kau lanjutkan saja mimpimu menjadi pianis hebat?"


"Entahlah, aku lebih tertarik jadi agen FBI dari pada menjadi seorang pianis, kau tahu?"


Alice kembali menghentikan jarinya dan tersenyum pada Jacob.


"Karena menjadi agen FBI lebih menantang untukku." katanya lagi.


Jacob menyandarkan kepalanya yang masih berdenyut kebahu Alice.


"Jacob."


"Apa kau ingin aku memainkan sebuah lagu untukmu?" tanyanya.


"Of course honey, aku sangat ingin mendengarnya."


Alice tersenyum dan memainkan jari jemarinya kembali disetiap tuts piano yang ada dan mulai menyanyikan sebuah lagu.


...If there were no words, no way to speak...


...I would still hear you...


...If there were no tears, no way to feel inside...


...I'd still feel for you...


^^^And even if the sun refused to shine^^^


...Ever if romance ran out of rhyme...


...You would still have my heart until the end of time...


...You're all I need, my love, my valentine...


Jacob memejamkan matanya, dia memang tidak mengerti musik tapi suara Alice sangat merdu dan membuatnya tenang.


"Honey, apa itu lagu cinta untukku?" Jacob melingkarkan tangannya kepinggang Alice dan memeluknya dengan erat.


"Jangan bermimpi?" ujar Alice kesal.

__ADS_1


"Jadi seperti apa tipemu?"


"Yang jelas tidak sepertimu!"


Jacob terkekeh dan memegangi tangan Alice yang berada diatas piano.


"Katakan padaku, seperti apa pria idamanmu?" tanyanya lagi.


"Kenapa kau ingin tahu?"


"Jawab saja sayang!!"


"Aku suka pria yang bisa bermain piano."


"Wow." gumam Jacob saat mendengarnya.


"Sejak kecil aku punya impian,saat besar nanti aku ingin dilamar dengan romantis, dengan sebuah nyanyian romantis dan tentunya di iringi dengan musik romantis pula."


"Oh my God, apa aku tidak salah dengar?" maki Jacob dalam hati.


"Tapi aku tidak bisa memainkan piano sayang."


"Hei, memangnya aku ada mengatakan akan menikah denganmu?"


Jacob kembali terkekeh dan memeluk Alice dengan erat.


"Jadi jika aku bisa bermain piano maka kau akan menikah denganku?" tanyanya.


"Akan aku pikirkan, itupun jika kau bisa."


"Pegang perkataanmu sayang dan jangan remehkan aku."


"Aku tunggu tuan Smith."vtantang Alice pula.


"Tapi ingat, saat itu kau harus berhenti dari pekerjaanmu." tantang Jacob.


"Tidak mau!" tolak Alice dengan cepat.


"Wah, ternyata putri dari Adam Walker seorang pengecut tidak berani menerima tantangan mudah seperti ini." pancing Jacob.


"Jangan bawa-bawa ayahku!" gerutu Alice kesal.


"Sayang, bagaimana jika kita bertaruh."


"Apa?"


"Dalam waktu tiga bulan aku akan memainkan piano ini dan menyanyikan sebuah lagu untukmu tapi ingat?"


Jacob memegangi kedua tangan Alice dan mencium punggung tangan gadis itu.


"Pada saat itu kau harus menikah denganku dan tentu saja kau harus berhenti dari pekerjaanmu."


Alice tersenyum dengan licik,tiga bulan? Tidak mungkin Jacob bisa memainkan benda itu hanya dalam waktu sesingkat itu.


"Aku terima tantanganmu Mr Smith, tapi ingat, jika kau kalah maka kau harus pergi dari sini dan jangan menggangu kehidupanku lagi."


"Deal!" jawab Jacob dengan cepat.


Jacob segera menarik tangan Alice dan mencium bibirnya.


Bermain piano? Memangnya dia bisa?


Sepertinya dia sudah gila memberikan tantangan seperti itu!

__ADS_1


Tapi jika dia tidak memiliki akal licik bukan Jacob Smith namanya.


"Alice Walker, kau pasti akan jadi milikku." kata Jacob dalam hati.


__ADS_2