
Saat sudah didalam kamar, Jacob mulai menurunkan Alice keatas ranjang dan memegangi kedua tangannya.
Alice berusaha memberontak dan mencoba menendang Jacob tapi pria itu naik keatas tubuhnya dan men*ndihnya.
"Jacob, jangan bercanda denganku!"
"Sudah aku katakan aku tidak bercanda sayang!"
Jacob mel*mat bibir Alice sedangkan tangannya mulai membuka kancing seragam yang dipakai oleh Alice, setelah terbuka tangan Jacob mulai membelai dada gadis itu.
Alice cuma bisa menerima ciuman Jacob dan belaian tangan Jacob karena dia benar-benar tidak berdaya, tidak hanya kalah tenaga tapi dia juga sangat lelah, apalagi kedua tangannya sedang digenggam dengan erat oleh Jacob, jika ada kesempatan maka tidak akan dia lewatkan untuk melepaskan diri.
Siapa yang mau dihamili pria gila itu?
Tangan Jacob mulai masuk kedalam baju Alice dan menyentuh sesuatu yang ada didalam sana.
"Ja, Jacob, jangan!" pinta Alice dengan nafas yang mulai memburu.
Jantungnya berdetak tidak karuan tapi Alice berusaha agar akal sehatnya masih bekerja, dia tidak mau dijerat dengan cara seperti itu.
"Sssttt....sayang, serahkan padaku." bisik Jacob ditelinganya.
Jacob menciumi lehernya dan meninggalkan tanda merah disana, sedangkan Alice hanya bisa mengigit bibirnya dan mengerang pelan karena sentuhan bibir dan jari jemari Jacob dikulitnya.
Dia menunggu Jacob melepaskan kedua tangannya tapi bagaimana caranya?
Alice mulai memikirkan cara untuk melepaskan diri sebelum dia mulai kehilangan akal sehatnya karena Jacob mulai mengangkat bra yang dipakainya dan memainkan bibirnya disana.
"Jacob, bisa kau lepaskan tanganku?" pintanya.
"Tidak akan sayang, nanti kau bisa lari." tolak Jacob pula.
"Sialan!!" maki Alice dalam hati.
"Jacob, aku tidak akan lari jadi lepaskan tanganku." pintanya lagi.
"Tidak akan sayang."
"Hei bagaimana aku bisa menikmati permainan ini jika tanganku kau pegang seperti ini?" Alice mulai memancing.
"Bukankah sudah aku katakan, serahkan padaku!"
Jacob kembali menciumi dada Alice sedangkan gadis itu kembali mengerang, tapi dia tidak kehabisan akal, Alice masih berusaha mencari cara agar bisa melarikan diri dari Jacob.
"Jacob sayang." bujuknya.
"Apa kau tidak ingin aku belai?Bukankah lebih menyenangkan jika kita saling menyentuh satu sama lain?"
Jacob mengangkat kepalanya, melihat Alice yang tersenyum manis padanya. Sekarang dia tambah tidak percaya pada gadis itu karena memanggilnya 'Sayang'.
"Oh my darling, aku sangat senang mendengar panggilan 'sayang' darimu tapi aku tidak akan percaya begitu saja!"
"Jacob, aku tidak akan menipumu. Ayolah lepaskan tanganku, aku juga ingin menikmati permainan ini."
"Begitu?"
__ADS_1
Alice mengangguk dan kembali tersenyum manis.
"Kalau itu keinginanmu maka nikmatilah permainan ini sayang."
Jacob kembali mel*mat bibir Alice sedangkan tangannya semakin meraja lela, Alice memejamkan matanya, Jantungnyapun semakin berdetak tidak karuan dan nafasnya kembali memburu. Bagaimana caranya supaya dia bisa lepas dari Jacob saat ini?
Dia tidak mau melakukannya dalam keadaan seperti itu walaupun dia tidak ingat sama sekali waktu dia mabuk malam itu. Tapi kali ini dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi.
"Sayang, katakan kau menginginkanku?" Jacob berbisik ditelinga Alice.
Alice membuka matanya, melihat kearah Jacob yang tersenyum padanya. Jacob kembali menunduk menciumi bibir Alice.
Alice benar-benar kehilangan akal sehat sekarang, sedangkan Jacob mulai tidak tahan karena erangan sensual Alice.
Jacob melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alice, pria itu membuka bajunya dan melemparkannya begitu saja.
Alice masih mengatur nafasnya, wajahnyapun memerah, rasanya dia bisa gila karena sentuhan Jacob.
"Sayang, kau benar-benar bisa membuatku gila." Jacob mengangkat tubuh Alice sehingga gadis itu duduk diatas pangkuannya.
Jacob kembali menciumi kulit mulus Alice sedangkan gadis itu mulai memeluk leher Jacob dan meremas rambut pria itu.
Alice kembali mengerang, rasanya dia sudah tidak tahan tapi pada saat itu sesuatu yang ada dikantung celananya membuatnya tersadar.
Alice menyentuh benda itu, tangannya mulai masuk kedalam kantung celananya dan mengeluarkan benda itu dari sana.
"Jacob sayang." pangilnya dengan mesra, kini kesadarannya sudah kembali.
"Yes darling." Jacob mengangkat kepalanya melihat Alice yang tersenyum padanya.
Jacob mengangkat tangannya menyentuh wajah Alice tapi pada saat itu?
"Oh my, apa yang kau lakukan?" Jacob hendak menarik tangannya tapi Alice menarik borgol itu.
"Aku akan menangkapmu jadi berikan tanganmu yang lainnya." pinta Alice.
"Kau! Awas ya!"
Alice turun dari atas pangkuan Jacob dan memundurkan tubuhnya, sedangkan Jacob masih menarik tangannya yang terborgol.
"Alice sayang, cepat lepaskan." pintanya.
"Tidak akan dan berikan tanganmu yang satunya lagi, malam ini aku akan menangkapmu dan menjebloskanmu kepenjara!"
Jacob tersenyum dengan lebar.
"Coba saja jika kau bisa sayang." tantangnya.
Masih dengan memegangi borgol Alice mulai mendekati Jacob untuk menangkap tangan Jacob agar dia bisa memborgol kedua tangan pria itu.
Tapi senyum Jacob semakin lebar, tidak terlihat kecemasan dari wajahnya bahkan saat Alice mulai mendekat untuk meraih tangan yang satunya.
Alice tidak curiga karena Jacob tidak memberikan perlawanan bahkan pria itu hanya diam saja.
"Alice sayang, kau akan menyesali ini."
__ADS_1
"Aku tidak akan pernah menyesal telah menangkap pria sepertimu."
"Oh ya?"
Jacob segera menarik tangan Alice hingga gadis itu jatuh diatas diatas ranjang.
"Kau tidak akan bisa menangkapku sayang."
Jacob meraih tangan Alice dan memborgolnya sehingga tangan mereka berdua terborgol.
Alice melihat tangannya, tidak percaya.
"Lihatlah sayang, kau akan ikut denganku kepenjara." Jacob mengangkat tangan Alice yang terborgol.
Alice segera duduk diatas ranjang dan mulai merogoh saku bajunya
"Tunggu aku lepaskan borgol ini dari tanganku maka habislah kau!!" ancamnya.
"Aku tunggu!" jawab Jacob santai.
Alice terus meraba kantong baju dan celananya dengan sebelah tangannya untuk mencari kunci borgolnya, tapi kenapa tidak ada?
"Jacob, apa kau ada lihat kuncinya?"
"Mana aku tahu!"
"Bohong, kau yang mengambil kuncinya bukan?"
Saat itu senyum Jacob langsung menghiasi wajahnya.
"Oh my darling, jangan bilang kuncinya hilang." Jacob berkata demikian sambil memasang wajah yang tampak kawatir.
"Jacob, coba kau bantu aku cari." pinta Alice.
"Dimana?" Jacob memasukkan tangannya disaku baju Alice, dia juga mencari disaku lainnya.
Jacob semakin tersenyum lebar dan ide untuk mengusili Alice muncul dikepalanya.
"Cepat kau berdiri." pinta Alice.
Mereka berdua berdiri disisi ranjang, Alice mulai melihat diatas ranjang tapi kunci borgol itu tidak ada disana.
"Apa kau sudah menemukannya?" Jacob pura-pura panik.
"Bisa kau bantu aku mencarinya?"
"Bisa, tapi nanti ya."
"Kenapa harus nanti?" Alice memalingkan wajahnya melihat Jacob yang tersenyum padanya.
Bahkan Jacob tersenyum dengan lebar.
"Karena aku ingin kekamar mandi."
Jacob langsung memutar langkahnya dan menarik Alice menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Apa? Tidak !"Alice berteriak depresi.
Sedangkan Jacob, meskipun gagal tapi yah, dia senang-senang saja.