Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Gara-gara bibi Carol


__ADS_3

Hari itu Alice terbangun dari tidurnya, rasanya dia ingin pergi kekamar mandi. Alice hendak bangun dari tidurnya tapi Jacob sedang memeluknya dengan erat.


"Jacob, bangun." Alice mengguncang tubuh pria itu.


"Sayang, ini masih pagi jadi biarkan aku tidur." Jacob semakin mengencangkan pelukannya.


"Bukan begitu Jacob." Alice kembali mengguncang tubuh Jacob.


Jacob melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuhnya hendak memeluk batal disampingnya tapi pada saat itu tangan Alice langsung tertarik.


"Jacob, sakit!!"


Jacob langsung membuka matanya, dia lupa jika tangan mereka masih terborgol.


"Oh my God!" Jacob menggerutu kesal.


"Sayang,sebaiknya kau ingat-ingat dimana kunci borgol sialan ini berada!" ujar Jacob kesal.


Alice mengigit bibirnya, dia juga tidak tahu dimana kuncinya berada bahkan semalam mereka berdebat gara-gara borgol itu.


Alice menunduh Jacob menyembunyikan kunci borgolnya dan mengancam Jacob agar mengeluarkan kunci borgol itu tapi pria itu berkata jika dia tidak tahu.


Alice tidak percaya dan mencari disaku celana Jacob tapi memang tidak ada, dia juga memeriksa semua saku baju dan celana yang dipakainya tapi tidak ada juga.


Mereka kembali mencari diatas ranjang tapi tidak juga menemukan kunci itu, sepertinya kunci itu jatuh entah kemana dan Alice benar-benar tidak tahu.


"Maaf Jacob." Alice merasa bersalah, gara-gara dirinya Jacob sampai tidur tidak memakai bajunya.


Jacob memutar kembali tubuhnya, memeluk Alice kembali dan menciumi wajahnya.


"Sudahlah, sebaiknya kita tidur lagi nanti baru kita pikirkan bagaimana caranya membuka borgol sialan ini."


Alice memejamkan matanya kembali, tapi dia sangat ingin kekamar mandi, bagaimana ini?


Dia sudah menahannya sejak semalam dan sekarang rasanya dia sudah tidak tahan.


"Jacob, apa benar kau tidak menyembunyikan kuncinya?" Alice masih curiga jika Jacoblah yang menyembunyikan kunci itu.


"Oh my God, Alice! Apa kau tidak percaya denganku?"


"Hei kau itu pandai menipu, bagaimana aku bisa percaya padamu!"


"Alice sayang, untuk apa aku membohongimu? Aku bahkan tidak tahu jika kau membawa borgol."


"Lagipula ini salahmu karena bermain-main dengan benda itu!" Jacob tidak terima disalahkan begitu saja.


Alice mengigit bibirnya kembali, sepertinya dia tidak punya pilihan. Alice segara melepaskan diri dari pelukan Jacob dan duduk diatas ranjang.


Jacob menumpu kepalanya dan menatap Alice dengan heran, ada apa?


"Sayang, apa kau tidak mau tidur kembali?" tanyanya.


Alice memalingkan wajahnya, melihat Jacob dengan ragu. Dia juga ragu mengatakan niatnnya karena malu tapi dia sudah tidak tahan.


"Jacob."


"Yes darling."


"Aku?" Alice sedikit ragu.

__ADS_1


"Hmmm..?"


"Aku ingin kekamar mandi." Alice tertunduk malu saat mengatakan itu.


"Aha!" Jacob bersorak dalam hati.


"Kalau begitu ayo cepat." Jacob langsung bangun dari tidurnya, matanyapun langsung terlihat segar dan rasa kantuknyapun langsung hilang.


Dengan cepat pula Jacob turun dari atas ranjang dan berdiri disisi ranjang sambil menarik tangan Alice.


"Ayo sayang, jangan ditahan." katanya dengan penuh semangat.


"Sialan, tunggu saja pembalasanku!!" maki Alice dalam hati.


Tapi walau begitu, Alice bangun dari ranjang. Dia benar-benar tidak berdaya dan berjalan mengikuti Jacob kedalam kamar mandi.


Didalam kamar mandi.


"Jacob, kau jangan lihat ya!" ancam Alice pula.


"Tidak akan sayang."


Alice menatap Jacob dengan tajam sedangkan pria itu berdiri disampingnya sambil membelakanginya.


"Alice."


"Ya?"


"Jika semalam kau mati dalam peledakan itu, apa kau tidak pernah memikirkan nasib Marry?"


"Apa maksudmu?"


"Sayang, kau tahukan maksudku? Marry masih kecil dan dia sangat membutuhkanmu, jika kau mati lalu siapa yang akan menjaga Marry? Apa kau tidak pernah memikirkan hal itu?"


"Entahlah." jawabnya.


"Hei apa maksudmu entahlah?"


"Aku belum pernah memikirkan hal ini Jacob."


"Sebaiknya kau pikirkan masalah ini mulai sekarang sayang, kau mungkin tidak takut mati tapi kau harus memikirkan nasib Marry nantinya jika kau mati."


"Bukankah kau berusaha melindunginya dari keluarga kakak iparmu? Jika kau mati lalu siapa yang akan melindungi dan menjaganya? Dan ketahuilah pada saat kau mati usahamu selama ini mempertahankan Marry akan menjadi sia-sia karena keluarga yang dia punya hanya keluarga dari kakak iparmu."


Alice tidak menjawab sama sekali karena dia belum pernah memikirkan hal itu, suasana hening diantara mereka dan hanya terdengar suara air saja.


"Alice." Jacob merasakan tangannya yang terborgol ditarik oleh Alice.


Jacob memutar tubuhnya menghadap Alice dan pada saat itu Alice sudah berdiri dan sedang menaikan celananya.


Alice melihat kearah Jacob dan mulai berteriak.


"Jacob, bukankah aku sudah bilang jangan melihat?"


"Oh sayang, aku tidak tahan godaan."


Tanpa basa basi Jacob langsung menarik Alice kedalam pelukannya.


Alice memejamkan matanya saat Jacob menciumi lehernya.

__ADS_1


"Alice."


"Hmmm?"


"Kau bau." ujar Jacob.


"Sialan! Aku memang belum mandi gara-gara kau dan borgol sialan ini." gerutu Alice kesal.


"Kalau begitu bagaimana jika mandi bersama?"


"Tidak mau!"


"Sayang, kau tidak bisa menolak."


Jacob segera menggendong tubuh Alice menuju shower, sebelum Alice dapat membantah Jacob sudah me****** bibir Alice. Sepertinya gara-gara kecerobohon Alice memberikan keuntungan besar untuknya.


"Jacob."


"Stts." Jacob menciumi wajah gadis itu sedangkan tangannya sudah masuk kedalam baju Alice.


Jacob hendak menyalakan air shower tapi pada saat itu suara pintu kamar Alice berbunyi.


"Alice, apa kau didalam?" terdengar suara bibi Carol diluar sana.


"Jacob lepas, bibi Carol memanggilku." Alice berusaha mendorong tubuh Jacob.


"Biarkan saja sayang, sebaiknya kita lanjutkan mandinya." Jacob tidak perduli dan terus menciumi Alice.


"Alice." kembali terdengar suara bibir Carol didepan sana.


"Jacob jangan, mungkin ada hal penting yang ingin bibi Carol bicarakan."


"Dasar pengganggu!" kata Jacob kesal.


Dengan berat hati Jacob mengikuti Alice keluar dari kamar mandi, Alice membuka pintu kamarnya dan tampak bibi Carol masih berdiri disana.


"Bibi, ada apa?"


Bibi Carol melihat mereka, heran! Kenapa tangan mereka terborgol.


"Maaf mengganggumu Alice, aku menemukan kunci didepan rumah, apa ini milikmu?" sambil memperlihatkan sebuah kunci ditangannya.


Saat melihatnya, wajah Alice langsung tampak senang.


"Kunci borgolku." Alice mengambil kunci itu dari tangan bibi Carol.


Saat mendengarnya wajah Jacob terlihat tidak senang.


"Oh untunglah, hampir saja aku buang."


"Terima kasih bibi."


Bibi Carol mengangguk dan berlalu pergi.


Alice benar-benar senang, gadis itu segera membuka borgol dari tangannya dan dari tangan Jacob.


"Untung saja." ujar Alice senang.


Setelah membuka borgol itu,Alice segera berlalu pergi, meletakkan borgol itu dan masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.

__ADS_1


Sedangkan Jacob memaki dalam hati.


"Sialan, bibi Carol menggangu saja, padahal hampir saja aku mandi dengannya!" makinya.


__ADS_2