Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Serangan


__ADS_3

Kota Bodie 03.00 Am.


Jacob melihat kota Bodie yang sudah mati dan tampak gersang dengan teropong yang sedang dipegangnya, dia sedang berdiri disebuah batu besar ditempat yang lebih tinggi untuk memantau situasi kota itu yang berada dibawah sana.


Disana tampak banyak anak buah Lucas, ada yang sedang berjaga-jaga ada juga yang sedang tertidur. Jumlah mereka lumayan banyak, jadi dia harus menyusun strategi sebelum bertempur.


Andrew tampak sedang berdiri disampingnya dengan sebuah alat pelacak ditangannya sedangkan para anak buahnya berdiri dibelakang mereka.


"Andrew, apa kau sudah mengetahui dimana Alice disekap?" tanyanya.


"Sudah master, lokasi Ms Alice ada disini." Andrew memperlihatkan lokasi dimana Alice berada.


"Hng, Lucas sungguh sudah merencanakan semua ini dengan matang, dia membawa Alice dikota ini agar kita sibuk mencarinya dari satu bangunan kebangunan lainnya tapi dia tidak tahu aku bisa menemukan dimana Alice berada."


Jacob sedikit bersyukur dia tidak terlambat memberikan kalung itu kepada Alice dan dia juga bersyukur Alice tidak melepaskan kalung yang dia berikan, setidaknya Alice sedikit menurut dan setelah ini dia akan menghukumnya karena tidak mengikuti ucapannya.


Tapi sebelum itu dia berharap Alice baik-baik saja dan Lucas tidak menyentuh miliknya, dia juga berharap Marry ada bersama dengan Alice dikota mati itu jika tidak akan sulit menemukan gadis kecil itu.


"Jadi apa yang akan kita lakukan terlebih dahulu? Apa kita akan menyerang dengan diam-diam atau langsung kita tembaki satu persatu?"


"Diam-diam? Itu hanyalah tindakan seorang pengecut! Jika saja aku mengetahui bahwa Lucaslah yang telah membunuh keluarga Alice dengan cepat maka tidak akan aku lepaskan dia waktu dipelabuhan!!" matanya sekarang memancarkan api kemarahan, beraninya Lucas melakukan hal seperti itu pada Alice?


"Jadi kita akan langsung turun gunung?" tanya Andrew lagi.


"Kau penembak jitu bukan? Mulailah menembaki mereka dari atas sini sedangkan aku akan pergi mencari Alice."


"Siap master."


"Kalian semua ikut denganku dan berpencar untuk mencari Marry disetiap bangunan yang ada." perintah Jacob pada anak buahnya yang berdiri dibelakangnya.


"Baik bos."


Andrew mulai mengambil senjata sniper Barrett M82, dia akan melindungi bosnya dari atas sana dan memberikan jalan pada bosnya untuk menuju dimana Alice berada.


Dia kembali mendekati Jacob dan memberikan sesuatu pada bosnya.

__ADS_1


"Master aku bawa mainanmu." sambil memberikan sebuah pedang pada bosnya.


"Bagus, saat kau sudah selesai dengan mereka segera cari aku dan?"


Jacob melemparkan sebuah senjata kearah Andrew dan dengan cepat pula Andrew menangkap senjata yang terlempar kearahnya.


"Tembak Lucas dengan senjata itu karena aku ingin Lucas ditangkap dalam keadaan hidup."


"Baik master." Andrew menyimpan senjata itu dibalik bajunya.


"Kalau begitu ayo kita bereskan para mangsa yang ada bawah sana."


Jacob menarik sebuah pistol sedangkan pedang berada ditangan kirinya,dia melangkah menuruni bukit kecil itu sedangkan Andrew mulai mencari tempat yang bagus untuk menembaki musuh yang berani mendekati bosnya.


Saat bosnya sudah memasuki kota itu Andrew mulai menembaki anak buah Lucas, dia tidak begitu jauh dari kota mati itu karena setelah ini dia harus menjalankan misi selanjutnya.


Dimalam yang sunyi dikota Bodie yang telah lama mati, malam itu seolah-olah kota yang telah lama mati hidup kembali karena suara tembakan dua kubu yang saling beradu.


Andrew menembaki anak buah Lucas dari tempat tersembunyi sedangkan Jacob mulai menyabetkan pedang yang dibawanya ketubuh anak buah Lucas, dia lebih suka menggunakan benda itu karena tidak berisik dan lebih mematikan. Dia bahkan menghalangi peluru yang mengarah kearahnya dengan pedangnya tapi terkadang dia juga menembaki musuh dengan pistolnya, dia tidak ingin senjata yang dia bawa menjadi sia-sia.


Lucas segera bangkit berdiri dan mengambil talkie walkie untuk menanyakan kepada anak buahnya apa yang terjadi diluar sana?


"Hei apa yang terjadi?" teriaknya.


"Bos kita diserang." jawab anak buahnya.


"Apa? Siapa yang berani?"


"Akhh!" teriakan anak buahnya terdengar dari alat yang dipegangnya karena saat itu Jacob menyabetkan pedangnya kedada anak buahnya.


"Kurang ajar!!" Lucas melemparkan talkie walkie yang dipegangnya keatas lantai dengan penuh emosi.


Siapa yang telah berani menyerang? Apa dia salah perhitungan?


Lucas berjalan kearah ring dan masuk kedalam ring, disana Alice sudah tampak tidak berdaya karena kelelahan dan kehabisan tenaga sedangkan pegulat itu sedang menjambak rambut Alice, mengangkat tubuh Alice seperti sebuah barang.

__ADS_1


"Hei kau!!" Lucas mengangkat dagu Alice dan melihat wajahnya.


"Apa kau memanggil seseorang kemari?" tanyanya.


"Hng, apa aku ada waktu untuk memanggil seseorang?" Alice bertanya dengan lemah.


"Kurang ajar kau!!"


"Kenapa? Kau takut orang yang datang itu akan membunuhmu?"


"Kau!!" Lucas hendak menampar wajah Alice tapi pada saat itu dia melihat kalung yang dipakai oleh Alice, jangan-jangan!


"Dasar ja*ang sialan! Kau menipuku dan membawa Jacob Smith kemari?" Lucas menarik kalung yang dipakai oleh Alice hingga terputus dan melemparkan benda itu begitu saja.


Bisa dia tebak, kalung itu pasti punya alat pelacak karena itulah satu-satunya benda yang menempel ditubuh Alice dan tidak perlu dia lihat lagi, pasti Jacob Smith yang ada diluar sana.


Kenapa dia tidak menyadari hal itu, seharusnya dia sudah tahu jika Jacob Smith bukan orang sembarangan dan bukan orang yang mudah dia hadapi. Sepertinya perhitungannya meleset, jangan-jangan Olivia Smith selamat dari bom yang dia pasang.


"Jac-Jac?" gumam Alice pelan.


Kenapa Jac-Jac datang? Bagaimana jika Jac-Jac terluka karena dirinya? Jika itu terjadi maka dia tidak akan memaafkan dirinya untuk seumur hidupnya.


Suara tembakan semakin mendekati tempatnya sedangkan suara teriakan anak buahnya terus terdengar diluar sana, selain mereka lengah, mereka juga tidak menyangka akan mendapatkan serangan tiba-tiba.


Jacob melangkah mendekati bangunan dimana Alice disekap seorang diri karena anak buahnya mulai berpencar untuk mencari Marry disetiap bangunan yang ada dikota itu.


Pedang yang dipegangnya sudah berlumuran darah, dia tidak melepaskan siapapun yang ada didepannya.


Salah satu anak buah Lucas berlari untuk mencari bosnya, tentu ingin menyelamatkan diri dan pada saat dia hendak membuka pintu dimana bosnya berada Jacob menyabetkan pedangnya dipunggung anak buah Lucas tanpa ampun.


"Craashhh!!"


"Akkhh!!!" itu suara teriakan anak buah Lucas.


Lucas sangat kaget saat mendengar teriakan dari luar sana, dia segera melihat kearah pintu dan pada saat pintu itu terbuka tampak anak buahnya berdiri didepan pintu tapi tidak lama kemudian anak buahnya langsung jatuh keatas lantai.

__ADS_1


Matanya semakin melotot saat melihat seorang pria dengan tampang sangarnya masuk kedalam sambil membawa pedang yang berlumuran darah.


__ADS_2