
Lucas Marcelo baru kembali ke California, tentunya setelah menyelesaikan pekerjaannya di Brazil.
Lucas kembali keapartemen yang sudah lama tidak ditinggalinya lagi, dia kembali kesana dengan pelayan setianya selama di Brazil.
Tapi sebelum kembali keapartemennya Lucas pergi ketempat adiknya terlebih dahulu, tentu saja untuk mencari keberadaan adik perempuannya yang hilang begitu saja.
Tapi saat tiba diapartemen adiknya, Lucas tidak menemukannya bahkan apartemen itu seperti sudah lama tidak ditinggali oleh adiknya lagi.
Lucas semakin penasaran, apa adiknya ditangkap oleh polisi karena penyeludupan yang dia lakukan waktu itu?
Tapi hal itu tidaklah mungkin terjadi karena dia telah memerintahkan adiknya untuk melakukan penyeludupan itu dengan bersih bahkan jika ketahuan sekalipun.
Barang-barang mereka sudah habis terbakar sedangkan semua anak buahnya mati jadi tidak mungkin polisi bisa mengetahui kepemilikan barang terlarang tersebut dan menangkap adiknya.
Setelah dari apartemen adiknya, Lucas segera kembali keapartemennya, begitu tiba, Lucas langsung menjatuhkan dirinya diatas sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena perjalanannya dari Brazil menuju California.
Lucas memejamkan matanya dan pada saat itu pintu apartemennya berbunyi karena diketuk oleh seseorang diluar sana.
"Garçom, abra a porta!"
(Palayan, buka pintunya!)
Lucas malas bangkit dari duduknya dan memerintahkan pelayannya tapi pelayannya itu tidak menjawabnya.
Lucas bangkit berdiri dengan gusar dan melangkah mendekati pintu apartemennya itu, dia baru saja kembali tapi siapa yang datang? Jika itu Becca tentu akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu lagi.
Dengan kasar Lucas membuka pintu apartemennya, betapa kagetnya dia saat melihat seorang gadis cantik sedang berdiri dihadapannya.
Gadis yang di incarnya sekarang berdiri dihadapannya tanpa dia cari, yah, sebenarnya dia tidak akan kesulitan untuk mencari gadis itu.
"Hallo nona, apa ada yang bisa aku bantu?" tanyanya basa basi.
Lucas melebarkan senyumnya, dia ingin tahu kenapa Alice Walker bisa ada didepan apartemennya bahkan gadis itu mengetuk pintu apartemennya, jangan bilang gadis itu salah kamar.
Alice langsung memundurkan langkahnya saat melihat Lucas yang tersenyum dengan aneh kearahnya, kenapa seorang lelaki? Apa dia salah kamar?
Tapi dia sangat ingat waktu itu Becca membawanya ketempat itu jadi dia tidak mungkin salah. Apa pria itu adalah penghuni baru apartemen itu?
__ADS_1
Lucas menyeringgai melihat gadis yang berdiri didepannya yang tampak gelisah. Lucas melihat gadis itu dengan seksama, matanya yang tajam melihat Alice dari ujung kaki sampai ujung rambutnya, ternyata Alice Walker lebih cantik aslinya dari pada difoto.
Entah kenapa dia merasa sayang jika dia bunuh begitu saja!
"Hai nona kenapa kau diam saja? Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Lucas lagi.
"Oh tidak, sepertinya aku salah tempat." Alice menjawab sambil menggengam tali tasnya.
"Benarkah? Sayang sekali padahal aku sangat ingin mengundang gadis cantik sepertimu masuk kedalam."
"Tidak terima kasih, maaf telah mengganggu waktu anda tuan."
Alice hendak memutar langkahnya, entah kenapa dia merasa aneh dengan pria itu. Dia tidak suka dengan tatapan matanya apalagi dengan tato yang terdapat ditangannya.
Alice hendak melangkah pergi tapi Lucas langsung menahan tangannya, hal itu membuat Alice menghentikan langkahnya karena kaget.
Alice memutar kembali tubuhnya kearah Lucas sedangkan pria itu tampak tersenyum padanya.
"Kenapa begitu terburu-buru nona manis, masuklah kedalam mungkin ada yang bisa aku bantu."
"Jangan panggil aku tuan, panggil aku Lucas."
Lucas menyebutkan namanya sambil tersenyum pada Alice.
"Aku tidak perduli siapapun dirimu tapi bisa kau lepaskan tanganku? Kalau tidak kau akan merasakan akibatnya!" Alice berkata demikian sambil menatap Lucas dengan tajam.
"Hahahahaha..!!" Lucas tertawa terbahak-bahak.
Apa yang bisa dilakukan oleh Alice Walker? Entah kenapa dia jadi penasaran dengan gadis itu, dia jadi ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh gadis itu selanjutnya.
Membunuhnya adalah perkara mudah bahkan jika dia mau dia bisa membunuh gadis itu saat ini juga tapi bukankah akan sangat menyenangkan dapat bermain-main dengan gadis itu?
Dengan tubuh kurusnya memangnya apa yang bisa dilakukan oleh Alice Walker? Dia yakin untuk menepuk satu lalat saja Alice Walker tidak akan bisa.
Alice bertambah kesal karena Lucas menertawakan ancamannya, Alice memegang pergelangan tangan Lucas dan dengan sekuat tenaga Alice menarik tangan Lucas, dia melakukan hal itu bukan untuk melepaskan tangannya dari pegangan tangan Lucas tapi untuk?
Tanpa Lucas duga, Alice menarik tangannya dan pada saat itu sebuah tendangan melayang didepannya dan mengenai rahangnya.
__ADS_1
"Bhukk!" itu suara rahang Lucas yang ditendang oleh Alice.
Pada saat itu pegangan tangan Lucas terlepas, pria itu terhuyung kebelakang, meringgis dan memegangi rahangnya yang ditendang oleh Alice.
"Wow, Alice Walker aku sungguh tidak menyangka." gumamnya dalam hati.
Alice menatap Lucas dengan tajam, itulah akibatnya meremehkan seorang wanita, jangan kira dia tidak berani memukul pria itu.
"Senhor, você está bem?"
(Tuan, anda baik-baik saja?)
Saat itu pelayan Lucas muncul dari balik pintu itu, pria itu mendengar suara didepan sana dan melihat majikannya sedang memegangi rahangnya.
Lucas mengangkat satu tangannya sebagai isyarat jika dia tidak apa-apa sedangkan satu tangannya lagi memegangi rahangnya yang baru saja ditendang oleh Alice.
"Olá senhorita." Sapa pelayan itu saat melihat Alice.
Alice hanya diam saja tidak menjawab sapaan pria itu, lagi pula dia mau menjawab apa karena dia tidak mengerti dengan ucapan pria itu.
"Wow nona,kau sangat luar biasa. Boleh kita saling mengenal?" sambil memegangi rahangnya Lucas tersenyum padanya dan berpura-pura tidak tahu siapa Alice Walker, sekarang rasanya dia ingin dekat dengan gadis itu.
Alice hanya memicingkan matanya menatap Lucas dengan tajam, pegangan tangan pria itu sudah terlepas sebaiknya dia segera pergi.
Dengan cepat Alice segera memutar langkahnya dan berlari menjauhi Lucas tanpa menjawab pertanyaan Lucas, gadis itu segera masuk kedalam lift yang kebetulan terbuka untuk pergi dari sana.
Sedangkan saat itu senyum mengembang diwajah Lucas, sekarang dia berubah pikiran. Rencana untuk menghabisi Alice walker berubah menjadi sebuah ambisi, dia jadi ingin mendapatkan gadis itu.
Tentu sangat menyenangkan jika Alice Walker bisa menjadi miliknya, dalam hati Lucas sedikit menyesal, seharusnya dia membiarkan Adam Walker hidup dan menyekapnya.
Bukankah sangat menyenangkan saat melihat wajah Adam Walker tahu putrinya menjalin hubungan dengannya?
Seharusnya dia membiarkan pria itu hidup agar permainan itu semakin menyenangkan yang pastinya setelah ini dia akan mencari tahu tentang gadis itu lebih banyak.
Sebuah senyum menyeringgai kembali diwajah Lucas, ternyata pertemuan mereka tanpa dia duga dan sangat menarik, pria itu masuk kedalam apartemennya dan berkata dalam hati:
"Alice Walker, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dan aku akan menjadikanmu milikku agar pembalasan dendam ini terasa manis."
__ADS_1