Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Tantangan dari ayah


__ADS_3

Alice tampak sedang bersiap-siap untuk mengikuti Jacob pulang kerumah orang tuanya, dia baru saja selesai mandi dan tampak sedang mencari baju dari antara pakaian yang disediakan oleh Jacob untuknya.


Dia tampak sedikit gugup,ini memang bukan pertama kalinya dia bertemu dengan orang tua Jacob tapi tetap saja dia merasa gugup. Dia juga harus menjemput Marry karena besok Marry harus pergi kesekolah dan tentu saja, dia juga tidak mau merepotkan kedua orang tua Jacob terlalu lama.


Bagaimanapun Marry adalah tanggung jawabnya dan bukan tanggung jawab orang lain, sebab itulah dia tidak mau merepotkan orang tua Jacob lebih dari ini.


Setelah mendapat baju yang dia rasa cocok, Alice segera memakainya, tidak lupa dia juga mengambil sebuah mantel disana dan memakainya.


Saat Alice sedang mengikat tali mantelnya Jacob masuk kedalam, Jacob menghampirinya dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Alice sayang, apa kau sudah siap?" Jacob memeluk kekasihnya dari belakang.


"Tunggu sebentar Jac dan jangan ganggu aku." Alice memukul lengan Jacob yang melingkar diperutnya karena lengan Jacob menghalangi tali mantel yang akan di ikatnya.


"Huh kau selalu seperti itu, tidak bisakah sedikit bersikap romantis?" Jacob melepaskan pelukannya dan menggerutu kesal.


Alice kembali mengikat tali mantelnya dan tersenyum mendengar gerutuan kekasihnya, setelah selesai Alice segera mendekati Jacob dan pura-pura merapikan pakaian yang dipakai oleh kekasih tampannya.


"Apa kau marah?" Alice sedikit berjinjit untuk mengecup bibir Jacob.


"Oh my!" Jacob segera menyambut bibir Alice dan me**matnya dengan lembut.


"Tidak." bisiknya saat dia menghentikan ciumanya tapi kemudian dia menciumi bibir Alice kembali.


"Jadi, apa kau sudah selesai?" Jacob mengusap pipi Alice dan menciumi dengan


lembut.


"Yes." Alice masih menikmati bibir kekasihnya diwajahnya.


"Kalau begitu ayo kita pergi." Jacob kembali mengecup bibirnya.


Setelah Alice mengambil tasnya, mereka keluar dari sana untuk pergi menuju kerumah orang tua Jacob.


Selama diperjalanan Alice kembali merasa sedikit gugup, tapi dia menyembunyikan hal itu sampai mereka tiba dirumah orang tua Jacob.


Saat Jacob membukakan pintu untuknya, Jacob mengulurkan tangannya kepada Alice.


Alice menyambut tangan Jacob dan tersenyum dengan manis, mereka berjalan bersama sampai Jacob mengintrogasi seorang wanita yang berdiri didepan rumahnya.


Alice berusaha menangkan Jacob agar tidak asal menuduh karena bisa dia lihat wanita yang dituduh oleh Jacob sudah tampak kesal.


"Jac, jangan asal menuduh." Alice memegangi tangan Jacob untuk menenangkannya.


Tapi Jacob tetap saja menuduh wanita itu sampai seorang pria tampan dengan tatapan tajam keluar dari rumah itu.


Pria itu menatap Alice sejenak lalu dia menghampiri Jacob dan merangkul bahunya.


"Jac, apa itu kakakmu?" Alice memalingkan wajahnya untuk melihat kakak Jacob saat Jacob menariknya masuk kedalam.


"Ya." Jacob membawa Alice menemui kedua orang tuanya yang tampak sedang berbicara diruang makan.


"Hai dad, mom."


"Hai tante, tuan Smith." Alice menyapa dengan canggung, dia masih canggung dengan ayah Jacob apalagi waktu itu dia diancam. Jangan sampai hari ini dia mendapat ancaman lagi!


"Oh Alice, akhirnya kau datang juga." Samantha menghampiri Alice dan memeluknya sedangkan Jhon hanya diam saja melihat putri Adam Walker.

__ADS_1


Sepertinya gadis itu tidak akan lepas lagi dari putranya, jika Adam Walker masih hidup, bisa-bisa jadi perang dua ketiga antara putranya dengan Adam Walker atau bisa jadi dengannya apalagi dia jadi teringat waktu dulu Adam Walker menemuinya dan menuduhnya.


Dia tahu Adam Walker tidak pernah menyukainya tapi untung saja pria itu sudah mati, dengan demikian hubungan putranya dengan putri Adam Walker tidak ada yang menghalangi.


"Maaf telah merepotkan kalian dengan menjaga Marry." kata Alice tidak enak hati.


"Tidak apa-apa sayang, aku sangat senang ada anak kecil dirumah." Samantha melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Alice.


"Terima kasih tante, boleh aku bertemu dengannya?"


"Tentu saja, dia ada dikamar dengan Olivia."


Alice mengangguk, hari ini dia harus membawa Marry pulang dan nanti dia akan mengutarakan niatnya.


"Jacob, bawa Alice kekamar."


"Yes mom."


Jacob segera membawa Alice sedangkan Alice melemparkan senyumnya pada kedua orang tua Jacob.


Mereka menuju kesebuah kamar dan didalam sana tampak Olivia sedang menemani Marry yang tampak sudah tertidur.


Saat melihat kedatangan mereka Olivia meletakkan jari telunjuk dibibirnya menandakan mereka untuk tidak berisik.


Olivia bangkit berdiri dan mengajak mereka keluar dari kamar itu, dia segera menarik tangan Alice menuju ruang keluarga.


"Hei Alice, kenapa kau baru datang?"


"Maaf Olivia, aku sedikit sibuk."


"Apa? Tidak!" jawab Alice dengan cepat.


"Olivia, awas kau ya!!" Jacob mendekati adiknya dan memegangi kepalanya.


"Kak, sakit! Pergi sana jangan ganggu aku dengan Alice."


"Memang sebentar lagi kau tidak akan bisa mengganggu kami." Jacob berkata demikian dan melangkah pergi, lebih baik dia pergi mengobrol dengan ayah dan kakaknya diluar sana.


Olivia melihat kepergian kakaknya dengan heran, apa maksud dari perkataan kakaknya? Tapi dia tidak terlalu memikirkan perkataan kakaknya apalagi Alice sedang menanyakan hadiah padanya.


Dia dan Alice mulai melihat-lihat beberapa gambar dari ponsel Alice sedangkan Jacob masuk kedalam dapur.


Saat kedatangannya pacar kakaknya yang dia isengi tadi keluar dari sana, Jacob segera menarik sebuah kursi dan duduk disamping kakaknya.


"Kak Ed, berapa lama kau disini?" tanyanya.


"Tidak lama, setelah aku menikah aku akan segera kembali ke Colorado."


"Wow, kapan kau akan menikah?"


"Tiga hari lagi."


"Wow." Jacob sedikit kaget mendengarnya


"Kenapa boy, kau kalah taruhan ya dengan kakakmu?" Jhon mulai menggoda putranya.


"So my brother, apa kau sudah menyiapkan hadiah yang aku minta?"

__ADS_1


"Kak Ed tidak perlu kawatir, aku sudah menyiapkan mobil seperti yang kak Ed inginkan."


Saat Itu Samantha mendekati mereka dengan minuman ditangannya, Samantha meletakkan minuman itu diatas meja untuk suami dan putranya.


"Kalian para lelaki jangan membuat taruhan sembarangan."


"Oh my mom, apa kau tidak tahu tujuanku membuat taruhan ini dengan kak Edward?"


Semua mata tertuju pada Jacob, memangnya apa tujuannya?


"Semua ini aku lakukan supaya kak Edward cepat menikah, jika tidak kak Ed tidak akan pernah menikah sampai dia jadi tua bangka."


"Wah, jadi kau menjebakku?" celetuk Edward.


"Tentu saja kak Ed, aku ini lebih suka menikmati masa pacaran sebelum menikah. Apa kau tidak tahu kenapa aku menyarankanmu untuk memberi pacarmu dua pilihan waktu itu?"


Edward menyeruput minuman yang diberikan ibunya dan menggeleng.


"Itu supaya kau cepat menikah karena pria kaku dan dingin sepertimu tidak cocok berpacaran lama-lama." katanya lagi.


Pada saat itu terdengar suara para gadis sedang tertawa diluar sana, Samantha segera berlalu pergi meninggalkan suami dan kedua putranya untuk melihat apa yang ditertawakan oleh para gadis diluar sana.


"Jadi semua ini kau lakukan supaya aku cepat menikah?" tanya Edward lagi.


"Tentu saja." jawab Jacob percaya diri.


Jangan sampai dia ditertawakan karena kekalahannya.


"Dasar kau!!" kata Edward. Tapi ya sudahlah, berkat taruhan yang dberikan oleh adiknya dia jadi bisa menikah dan bertindak, jika tidak?mungkin dia akan lamban untuk mendekati Amanda.


Jhon hanya melihat kedua putranya itu, dia tahu Jacob hanya menipu kakaknya agar tidak terlihat kalah.


"Hei boy." Jhon meletakkan minuman yang dipegangnya diatas meja.


"Sekarang aku yang akan membuat pertaruhan dengan kalian." ujarnya.


"Wow, apa itu?" tanya Edward dan Jacob serempak.


"Aku akan menghadiahkan kapal pesiar untuk kalian jika salah satu diantara kalian memberiku cucu terlebih dahulu."


"Wow, akulah pemenangnya." jawab Jacob dengan percaya diri.


"Wah,apa pacarmu sedang hamil?" tanya Jhon.


"Tidak, daddy Paling tahu hal itu." jawabnya kesal.


"Lalu?"


"Seperti daddy, saat aku menikah dengan Alice Walker maka aku sudah dapat satu paket. Marry sudah jadi cucumu sekarang."


"Wow, itu curang namanya."


"Sudahlah dad, berikan saja untuknya jangan sampai membuatnya menangis." ujar Edward.


"Kak Ed!!!"


Jhon tertawa begitu juga dengan Edward, sedangkan Jacob? Kesal!

__ADS_1


__ADS_2