Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Kopi maut


__ADS_3

Pagi itu Jacob bangun dari tidurnya sambil memegangi lehernya yang terasa sakit gara-gara dipelintir oleh Alice, entah kenapa kepalanya juga jadi sakit.


Alice sangat marah karena Jacob menipunya dan benar-benar tidak melepaskan pria itu begitu saja.


Jacob menggoyangkan lehernya dan bangkit dari atas ranjang, pria itu berjalan kekamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai Jacob keluar dari kamar itu dan berjalan kearah dapur, disana tampak Alice sedang membuat sarapan seorang diri.


Jacob melangkah mendekati Alice dan menarik sebuah kursi duduk disana.


"Good morning honey."


Alice memalingkan wajahnya melotot pada Jacob, dia masih kesal karena Jacob menipunya dengan kehamilan palsu.


"Kenapa sih kau tinggal dirumahku?" tanyanya ketus.


"Rumahku dibongkar." tipunya.


"Jangan menipuku, aku tidak akan kemakan tipuanmu lagi!"


Jacob hanya terkekeh, pria itu bangkit berdiri dan menghampiri Alice.


"Sayang, bisa kau buatkan aku segelas kopi?" Jacob memeluk Alice dari belakang dan menciumi wajahnya.


"Kau bisa membuatnya sendri Mr Smith!!"


"Oh come on, aku ingin calon istriku yang cantik ini membuatkan segelas kopi untukku. Ingat, jangan terlalu manis dan jangan terlalu pahit, jangan lupa juga, jangan terlalu panas." pintanya.


"Sudah menumpang tapi banyak maunya, sungguh tidak tahu diri!!" gerutu Alice kesal.


Jacob kembali terkekeh dan menciumi wajah Alice.


"Tolong buatkan ya sayang." bisiknya.


Jacob kembali berjalan kearah meja makan dan duduk disana.


Alice mulai mengambil gelas kopi dan bubuk kopi dari dalam lemari, selama menyendok bubuk kopi itu dan memasukkannya kedalam gelas ujung mata Alice menangkap sesuatu didekatnya.


Senyum Alice langsung mengembang diwajahnya karena sebuah ide gila langsung muncul dikepalanya.


Tidak lama kemudian Alice menghampiri Jacob dengan kopi yang dibuatnya.


"Kopimu Mr Smith." Alice meletakkan gelas kopi itu didepan Jacob dan tersenyum manis padanya.


Jacob melihatnya curiga dan segera menangkap tangan Alice.


"Apa yang kau rencanakan?" tanyanya.


"Tidak ada." elak Alice.


"Nikmati kopimu sayang." bisik Alice ditelinga Jacob dan melepaskan tangannya dari pegangan tangan Jacob.


Hal itu membuat senyum Jacob mengembang diwajahnya, pria itu segera meraih gelas kopinya sedangkan Alice mulai memundurkan langkahnya.


Jacob menyeruput kopi itu dan..?"


"Oh my God!!!"


Dengan cepat Jacob meletakkan gelas kopi itu kembali keatas meja dengan kasar.


"Alice Walker, apa kau ingin membunuhku?" Jacob langsung bangkit berdiri sedangkan Alice langsung lari.


"Awas kau ya!!" Jacob langsung mengejar Alice yang telah mengambil langkah seribu.

__ADS_1


"Jacob, maaf. Aku hanya bercanda."


Alice melarikan diri kearah sofa tapi Jacob sudah menangkap tangannya karena lari pria itu lebih cepat.


"Kau benar-benar ingin aku hukum!" Jacob mengangkat tubuh Alice dan membawa gadis itu keatas sofa.


"Jacob, aku hanya bercanda." Alice berusaha memberontak.


"Hei nona, katakan padaku apa yang kau masukkan kedalam kopi itu?"Jacob mulai men**dih tubuh Alice.


Alice menelan ludahnya, apa yang mau dilakukan oleh Jacob?


"Jacob, apa yang mau kau lakukan?" Alice mulai memundurkan tubuhnya.


"Cepat jawab, apa kau ingin membunuhku!!"


Jacob menangkap kedua tangan Alice dan menguncinya diatas kepala gadis itu dengan satu tangannya sedangkan tangan lainya sudah masuk kedalam baju Alice.


"Jacob lepas! Aku hanya ingin membalas perbuatanmu saja."Alice mulai menyesali perbuatannya.


Jacob tidak perduli, tangannya sibuk membelai tubuh Alice sedangkan bibirnya sudah bermain dileher gadis itu.


"Cepat Jawab sayang, jika tidak aku akan membuatmu hamil sungguhan." ancamnya.


"Apa? Tidak mau!! Jacob, itu hanya kecap saja."


"Apa?"


Ya, saat Alice hendak membuat kopi, Alice melihat sebuah botol kecap manis yang tidak jauh darinya, pada saat itu ide gila langsung muncul dikepalanya.


Senyum Alice langsung mengembang dan meraih botol kecap itu, sebelum menuangkan kecap manis kedalam gelas kopi Alice melirik kearah Jacob. Tampak pria itu sedang sibuk dengan ponselnya, hal itu semakin membuat senyum Alice mengembang diwajahnya.


"Rasakan, ini akibatnya telah berani menipuku!!" gerutu Alice dalam hati sambil menuang kecap kedalam gelas kopi.


"Oh my honey kau benar-benar!al Aku akan membuatmu hamil sungguhan!" Jacob langsung menunduk dan menciumi bibir Alice.


"Apa kau menyesal sekarang?"


Alice mengangguk dengan cepat.


Jacob melepaskan pegangan tangannya dan mengangkat tubuh Alice hingga gadis itu duduk diatas pangkuannya.


"Alice sayang." Jacob menciumi wajah Alice dan berbisik ditelinganya.


"Hm?" Alice memejamkan matanya, merasakan geli ditelinganya.


"Apa hari ini kau akan pergi bekerja?"


"Tidak, mungkin besok."


"Kapan kau akan berhenti?" Jacob memandangi wajah Alice.


"Sudah aku katakan aku akan berhenti jika aku sudah menikah dan hamil."


"Kalau begitu bersiaplah, jika ada kesempatan aku akan membuatmu hamil." sambil mengelus perut Alice yang rata.


"Tapi tidak hari ini karena leherku sakit!" ujar Jacob lagi.


"Itu tidak akan pernah terjadi!" jawab Alice pula.


Jacob menarik leher Alice dan me**mat bibir gadis itu, Alice melingkarkan tangannya dileher Jacob dan membalas ciumannya tapi pada saat itu terdengar suara ketukan pintu diluar sana.


"Master." Terdengar suara Andrew, pria itu datang kesana sesuai perintah bosnya.

__ADS_1


Jacob mengumpat dalam hati.


"Dasar pengganggu!!"


Alice hendak bangkit berdiri untuk membuka pintu tapi Jacob langsung memegangi tangannya.


"Alice, do you know?".


"What?"


"Semua testpack itu didapat oleh Andrew." kata Jacob dengan licik, gara-gara kebodohan asistennya itu membuat rencananya gagal total tidak hanya itu saja, lehernya juga sakit!


Senyum licik langsung mengembang dari bibir Alice.


"Andrew, awas kau!!" makinya.


"So honey, pastikan Andrew menghabiskan kopi mautmu itu."


Senyum Alice semakin lebar, gadis itu segera berjalan kearah pintu dan membukanya. Saat melihat Andrew disana Alice tersenyum dengan manis sampai Andrew tersipu malu.


Alice menarik tangan Andrew masuk kedalam rumahnya dan mempersilahkan pria itu duduk diatas sofa.


Setelah itu Alice masuk kedalam dapurnya untuk membuat kopi maut itu kembali, tidak lama kemudian Alice kembali dengan dua gelas kopi ditangannya.


"Andrew." Alice memanggil pria itu dengan suara manja yang dibuat-buatnya.


"Yes Ms."


"Kopi untukmu." Alice memberikan segelas kopi pada Andrew.


Andrew mengambil kopi itu sambil tersipu malu, baru kali ini dia dibuatkan kopi oleh gadis cantik.


Jacob cuek saja sambil menyeruput kopi yang telah dibuatkan kembali oleh Alice.


Alice berjalan kearah lemari dan mengambil sesuatu disana, setelah itu Alice kembali mendekati Andrew.


Andrew mulai menyeruput kopinya tanpa curiga, saat kopi itu masuk kedalam mulutnya mata Andrew terbelalak kaget.


Pria itu hendak memuntahkan kopinya tapi pada saat itu sebuah senjata tertodong dibawah dagunya.


"Andrew, habiskan kopinya tanpa sisa dan jangan sampai ada yang menetes keluar dari bibirmu!!" ancam Alice.


Andrew melihat kearah Jacob tapi bosnya itu mengangkat gelas kopi didepannya dengan santai.


"Rasakan!" kata Jacob dalam hati.


Andrew menelan kopi yang berada dimulutnya dengan susah payah.


"Ms apa salahku?"


"Salahmu karena telah bersekongkol dengannya untuk menipuku!"


"Ms itu semua ide master!"


"Andrew!!" Jacob menekan perkataannya.


Andrew menelan ludahnya, sungguh hari yang sial!


"Cepat habiskan jika tidak aku lubangi kepalamu!" ancam Alice lagi.


"Jangan Ms, aku belum menikah dan belum memberikan keturunan untuk ayahku."


"Kalau begitu, habiskan!"

__ADS_1


Andrew kembali mengangkat kopi maut itu, dengan ragu pria itu kembali meneguk kopi rasa kecap itu.


Andrew menangis dalam hati, seharusnya dia tidak datang! Sedangkan Jacob tersenyum puas.


__ADS_2