Hot Mother And The Bos Mafia Season 2

Hot Mother And The Bos Mafia Season 2
Wanita paling spesial


__ADS_3

Jacob memacu mobilnya dengan cepat untuk menuju kerumah Alice, tapi sebelum itu Jacob menghentikan mobilnya saat melihat sebuah toko bunga yang ada dijalanan yang dilaluinya.


Jacob keluar dari kendaraannya dengan cepat dan masuk kedalam toko bunga itu, saat pria itu sudah didalam sana, mata para wanita yang berada didalam toko bunga itu langsung berpaling menatap kearah Jacob.


Bahkan dia lebih menarik dari pada bunga yang ada didalam toko itu tapi dia tidak perduli, karena itu sudah biasa baginya.


Kemanapun dia pergi dan melangkah akan selalu menjadi pusat perhatian tapi hal itu tidak berlaku untuk seorang gadis, gadis itulah yang ingin dia dapatkan, gadis itulah yang ingin dia nikahi dan tentu saja gadis itu adalah Alice Walker.


Pertemuan mereka memang sebuah kebetulan tapi hal itu membuat seorang Jacob Smith panasaran dengan Alice dan itu adalah tantangan tersendiri untuknya.


Walaupun sampai sekarang Jacob belum berhasil mengikat Alice tapi dia sudah sangat senang karena sudah bisa menjalin hubungan dengan gadis itu.


Seperti ayahnya yang mengangap ibunya wanita paling spesial begitu juga dia menganggap Alice, hanya gadis itu yang paling spesial dihatinya dan tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan Alice didalam hatinya. Dia berharap Alice juga menganggap dirinya pria paling spesial didalam hatinya.


Jacob memesan sebuah buket bunga disana, dia tidak tahu apa Alice menyukai bunga itu tapi bukankah dia harus membelikan bunga untuk pacar cantiknya?


Setelah mendapatkan bunganya Jacob segera keluar dari toko bunga itu dan pada saat dia pergi hilang sudah pemandangan indah untuk para wanita yang ada disana.


Walaupun begitu tidak ada yang berani mendekatinya karena tampang dinginnya, begitulah Jacob Smith, dingin diluar tapi hangat untuk orang yang benar-benar dia sukai dan tentunya pada keluarganya juga.


Jacob kembali membawa kendaraannya dengan cepat untuk menuju kerumah kekasihnya, saat tiba dengan cepat pula pria itu melangkahkan kaki panjangnya menuju rumah kekasihnya.


Dengan seikat bunga ditanggannya Jacob mengetuk pintu rumah Alice, dia tahu gadis itu pasti ada dirumah karena Alice telah memberi tahunya jika dia sudah mengundurkan dirinya dari pekerjaannya.


Sekarang dia tidak perlu kawatir lagi dengan keadaan gadis itu dan tentunya dia bisa menghabiskan waktunya dengan gadis yang yang telah mengisi hatinya.


Tidak lama pintu rumah itu terbuka, Jacob mengangkat bunganya dengan senyum mengembang diwajahnya, dia yakin pasti Alice yang membuka pintu rumah itu jadi dia akan langsung memberikan bunga itu untuk Alice.


"Alice sayang."


"Oh bunga yang sangat indah."


Pada saat pintu itu terbuka ternyata bibi Carol muncul dari balik pintu dengan sekantong sampah ditangannya. Bibi Carol meletakkan kantong sampah itu dan mengambil bunga dari tangan Jacob.


"Terima kasih tuan Smith." bibi Carol tersenyum padanya dan menciumi bunga itu.


Saat melihat itu, senyum Jacob langsung hilang dari wajahnya, kenapa malah pengasuh Marry yang membuka pintu dan kenapa bunga yang dia beli untuk Alice malah diambilnya?

__ADS_1


Hal itu membuat Jacob kesal dan menatap bibi Carol dengan tajam.


"Mungkin wanita tua itu sebentar lagi akan tidur dihamparan bunga jadi dia memerlukannya." itu yang ada didalam pikiran Jacob.


"Aunty Carol, apa Alice ada dirumah?"


"Nona Alice sedang pergi." jawab bibi Carol.


"Kemana dia pergi?"


"Entahlah."


Jacob segera melangkah masuk kedalam rumah itu melewati bibi Carol, sedangkan bibi Carol pergi membuang sampah dengan seikat bunga ditangannya.


Dia tahu bunga itu untuk Alice jadi dia hanya menggoda Jacob saja, setelah membuang sampah bibi Carol kembali kedalam dan meletakkan bunga itu diatas meja.


"Aunty, apa Alice sudah pergi lama?" Jacob kembali bertanya saat melihat bibi Carol meletakkan bunga yang diambil darinya didekatnya.


"Setengah jam yang lalu."


"Tidak tuan Smith, mungkin Ms Alice pergi menjemput Marry jadi tunggu saja disini aku rasa sebentar lagi dia akan kembali lagi."


Jacob hanya mengangguk dan menunggu disana tapi tidak lama kemudian Marry masuk kedalam rumah itu seorang diri karena gadis manis itu baru pulang sekolah.


"Selamat siang uncle." Marry melepaskan tas sekolahnya dan meletakkannya diatas sofa.


"Marry, where's your mom?" Jacob jadi heran, kenapa Marry pulang sendiri?


"I dont know uncle." Marry segera melangkah menuju kedalam dapur untuk mengambil minuman disana.


Jacob bangkit berdiri untuk mengambil ponselnya yang berada disaku celananya, dengan cepat Jacob membuka layar ponselnya untuk menghubungi Alice. Dia jadi penasaran kemana kekasihnya itu pergi?


Tidak perlu menunggu lama Alice telah menjawab panggilannya, dengan cepat Jacob melontarkan pertanyaannya karena dia sangat ingin tahu kemana kekasihnya itu pergi hari ini.


"Jacob, kenapa kau menghubungiku?" terdengar suara Alice disebrang sana.


"Sayang, dimana kau sekarang?" Jacob bertanya dengan cemas.

__ADS_1


"Aku?" Alice menggengam tali tasnya dengan erat dan menatap bangunan didepannya sebelum menjawab pertanyaan Jacob.


"Aku sedang berbelanja Jacob." jawabnya.


"Hei kenapa tidak mengajakku?"


"Aku hanya berbelanja saja untuk apa mengajakmu." jawab Alice dengan ketus.


"Sayang, katakan padaku dimana kau sekarang, aku akan segera menjemputmu."


"Terima kasih Jacob, aku sudah hampir selesai dan tunggulah aku. Aku akan segera kembali."


Jacob menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia paling tidak suka menunggu tapi untuk wanita yang paling spesial dihatinya maka dia akan rela menunggu


"Baiklah sayang, segeralah kembali karena aku sudah sangat merindukanmu dan sangat ingin menciummu."


"Dasar mesum!" bentak Alice dari sebrang sana.


Jacob terkekeh, rasanya sudah tidak sabar menunggu pacarnya itu kembali untuk memeluknya dan tentu saja untuk menciuminya.


"Alice sayang segeralah kembali."


"Baiklah, sebentar lagi aku akan kembali."


Alice segera mematikan ponselnya dan kembali menatap bangunan tinggi yang ada didepannya, dia memang sengaja datang kesana tanpa sepengetahuan Jacob karena dia tahu pria itu pasti tidak akan pernah mengijinkannya untuk datang kesana.


Dia tidak ingin membuang banyak waktu lagi dan harus pergi ketempat itu untuk mencari seseorang.


Alice melangkahkan kakinya memasuki tempat itu, dia berharap usahanya tidak sia-sia. Alice menaiki sebuah lift yang ada ditempat itu untuk menuju kesebuah kamar yang dia tahu.


Saat tiba Alice berdiri didepan Sebuah pintu ruangan yang dia tuju, Alice menggengam tali tas slempang yang dipakainya dengan erat.


Dengan ragu Alice mengetuk pintu ruangan itu dan tidak lama kemudian pintu ruangan itu terbuka, dari dalam sana muncul seseorang, orang itu menatapnya dengan tajam sedangkan terpancar dari wajah orang itu bahwa dia sangat kaget melihat Alice berdiri disana, tapi tidak lama kemudian orang itu tersenyum padanya.


"Hallo nona, ada yang bisa aku bantu?"


Alice menelan ludahnya saat orang itu berdiri dihadapannya dan menatapnya dengan tajam sedangkan sebuah senyum aneh menyeringgai dari wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2