
Setelah kembali dari bulan madu, Jacob dan Alice disibukkan dengan pekerjaan mereka yang tertunda.
Ya begitu mereka kembali ternyata semua keluarga mereka sudah kembali terlebih dahulu, itu dikarenakan kandungan Olivia yang sudah mencapai waktunya dan mereka khawatir Olivia akan melahirkan selama diperjalanan dan benar saja, setelah beberapa minggu kembalinya mereka, hari ini Olivia akan melahirkan. Untung saja mereka semua cepat kembali.
Hari ini Alice sedang berada diperusahaan dan nanti siang Jacob akan menjemputnya dan mengajaknya untuk pergi menjenguk Olivia dirumah sakit.
Tentu dia harus menunggu Marry pulang sekolah terlebih dahulu barulah mereka bisa pergi menjenguk Olivia.
Mereka belum sempat pergi karena Olivia melahirkan pagi tadi, semua keluarga sudah berada dirumah sakit begitu juga dengan Edward dan Amanda, mereka juga sudah datang dan berada dirumah sakit.
Saat itu Jane masuk kedalam ruangannya dan membawakan beberapa dokument ditangannya, Jane tersenyum melihat Alice yang tampak begitu berkonsentrasi dengan pekerjaannya.
"Ms Alice, kau juga harus memeriksa dokument ini!" Jane meletakkan dokumen yang dia bawa keatas meja.
Alice tampak frustasi melihatnya, padahal kepalanya sudah terasa sakit luar biasa sedari tadi tapi lagi-lagi setumpuk dokument diletakkan diatas mejanya.
"Oh my God, kapan semua ini bisa selesai?" gerutunya.
Jane hanya tertawa, dari dulu Alice tidak pernah berubah, pasti kepalanya pusing jika melihat banyak tulisan.
"Kerjakan dengan santai Ms, tidak perlu terburu-buru nanti kau bisa sakit."
"Kau benar Jane, kepalaku sangat sakit sedari tadi?"
"Apa kau baik-baik saja Ms?" Jane tampak khawatir.
"Ya, tenang saja. Ini hanya akibat banyak tulisan berjalan diatas kepalaku."
Jane kembali tertawa, setelah meletakkan dokument diatas meja dia hendak melangkah keluar tapi Alice memintanya membuatkan sesuatu Untuknya.
"Jane bisa buatkan teh jasmine untukku?'
"Teh Jasmine?" Jane sangat heran, sejak kapan Alice minum teh Jasmine.
Tapi dia mengiyakan permintaan Alice dan berpikir, mungkin Alice ingin meredakan sakit kepalanya dengan meminum teh itu.
Jane segera keluar dari ruangan Alice sedangkan Alice kembali memeriksa dokumennya, dia harus segera mengurangi pekerjaanya sebelum suaminya datang dan menjemputnya.
Tidak lama kemudian Jane kembali dengan segelas teh Jasmine yang diminta oleh Alice dan meletakkan gelas itu diatas meja.
Alice melihat Jane dengan seksama, dia jadi penasaran kenapa Jane menolak perusahaan yang ingin dia berikan, pasti ada alasan kuat dibalik itu semua.
"Jane boleh kita berbicara sebentar?"
"Tentu saja." Jane menarik sebuah kursi dan duduk didepan Alice,dia juga tersenyum pada Alice.
"Aku ingin tahu kenapa kau menolak perusahaan ini? Padahal ini adalah kesempatan bagus untukmu dan aku sangat penasaran bantuan apa yang kak Jay berikan padamu sampai kau sebaik ini?"
"Itu?" Jane menggenggam tangannya, itu masa lalu kelamnya tapi dia akan menceritakan semuanya pada Alice.
Alice masih memandangi Jane dan menyeruput teh jasminenya, dia sangat penasaran dengan hal ini.
"Waktu itu aku?" Jane mulai mengingat kejadian dimana dia pertama kali bertemu dengan Jay Walker.
__ADS_1
Beberapa waktu lalu sebelum Jane ditolong oleh Jay.
Saat itu Jay sudah menikah dengan Rose Walker sedangkan Marry masih berada didalam kandungan Rose.
Suatu malam Jay Walker keluar dari rumahnya untuk membeli makanan yang diminta Oleh istrinya.
Waktu sudah menunjukkan jam 12 malam waktu itu tapi Jay tetap pergi mencari makanan yang diinginkan oleh istrinya, dikota itu semakin malam semakin ramai apalagi dengan kehidupan malamnya.
Para Psk keluar jalanan untuk menjajakan diri dan menggoda setiap lelaki yang lewat dan pada saat Jay telah mendapatkan apa yang istrinya inginkan dan memacu mobilnya dijalanan, tiba-tiba saja seorang wanita dengan pakaian compang camping hampir ditabrak olehnya.
Yah wanita itu adalah Jane,dia melarikan diri dari rumah pelacuran setelah dipaksa untuk melayani dua orang pria, dia melakukan itu karena dia tidak mau menjadi budak s*ks oleh para pria hidung belang.
Dia bisa berada disana karena dijual oleh ibunya untuk menebus hutang-hutang ibunya dimeja perjudian.
Tidak saja bajunya yang compang camping tapi seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka akibat pukulan dari dua orang pria yang membelinya, dia mendapat pukulan itu karena dia menolak melayani mereka.
Jay keluar dari mobilnya dengan wajah panik, jangan sampai dia membunuh orang. Tapi saat melihat orang yang dia tabrak ternyata baik-baik saja dia merasa lega tapi sekaligus iba melihat penampilan wanita yang begitu berantakan.
"Tuan tolong aku, tolong selamatkan aku." pinta Jane memohon, dia segera bangkit berdiri dan memegangi tangan Jay.
"Hei are you okay?"
"Mr please." Pinta Jane sambil menangis, dia khawatir dua orang pria tadi masih mengejarnya dan menangkapnya.
Jay melihat Jane dengan iba,ada apa dengan wanita ini?
"Hei itu dia!" terdengar sebuah teriakan dari seberang jalan dan pada saat melihat orang yang berteriak Jane bergetar ketakutan.
"Oke baiklah, cepat kau masuk kedalam mobil."
Jay menarik tangan Jane dan membukakan pintu mobil untuknya, dia jadi membayangkan bagaimana jika adiknya ada diposisi wanita itu saat ini? Jadi sebaiknya dia menolongnya.
Jay membawa Jane pulang kerumahnya dan menjelaskan semua yang terjadi pada istrinya, untungnya Rose tidak marah bahkan membantu merawat luka yang ada ditubuh Jane.
Jane benar-benar bersyukur telah ditolong oleh Jay dan dia bersumpah akan membalas budi baik Jay yang telah menyelamatkan dirinya dari dunia gelap.
Tidak saja menolongnya tapi Jay juga menjadikannya sekertaris diperusahaannya bahkan memberinya uang untuk menyewa tempat tinggal, sebab itulah dia menolak saat Alice hendak memberikan perusahaan peninggalan Jay padanya.
Dia tidak bisa mengambil hak milik putri semata wayang orang yang telah banyak membantunya.
Alice bangkit berdiri saat mendengar cerita dari Jane, dia tidak menyangka Jane memiliki masa lalu seperti itu.
Pantas saja Jane selalu baik padanya bahkan menolak perusahaan yang hendak dia berikan, Alice mendekati Jane dan memegangi tangannya, dia jadi merasa bersalah karena telah membuat Jane mengingat masa lalunya.
"I'm sory Jane."
"I'ts oke Ms, saat mengingat malam itu aku selalu bersyukur dapat bertemu dengan Jay dan aku sangat bersyukur selalu membantu Ms Alice walaupun Jay sudah tiada bahkan aku bisa bertemu dengan Andrew. Aku bahagia dia tidak pernah menanyakan masa laluku dan mencintaiku apa adanya, sekarang aku benar-benar bahagia bisa menikah dengan Andrew dan memiliki anak dengannya."
"Itu sangat bagus, aku sangat senang mendengarnya jadi sebaiknya kita bekerja lagi."
"Apa kepalamu sudah tidak sakit lagi, Ms?" Jane bangkit berdiri.
"Hei jangan memanggilku Ms lagi, aku sudah menikah."
__ADS_1
"Bagiku kau seperti adik perempuanku Ms."
"Kalau begitu panggil namaku saja my sister."
Senyum langsung mengembang diwajah Jane, dia segera memeluk Alice dan berkata:
"Thank you Alice."
"Hei aku yang seharusnya berterima kasih."
Jane tersenyum dan mengusap punggung Alice begitu juga dengan Alice, dia memeluk Jane dengan erat, menolong seseorang yang sedang didalam kesulitan memang tidak salah dan kakaknya telah melakukan hal benar malam itu.
Saat itu Jacob masuk kedalam ruangan Alice dengan Andrew, mereka berdua saling pandang saat melihat istri mereka berpelukan.
"Master mereka seperti teletubbis." ujar Andrew.
"Apa mereka terlihat seperti itu?"
"Apa master ingin berpelukan juga seperti mereka?"
"Mau coba?"
"Tidak karena aku tidak mau menjadi teletubbise yang berlumuran darah." tolak Andrew saat melihat bosnya melototinya.
"Kau pintar!"
Jane dan Alice melepaskan pelukan mereka dan melihat kearah suami mereka sambil tersenyum, mereka berdua mendekati suami mereka.
Jane membawa Andrew keluar dari ruangan itu dan menutup pintu dibelakangnya sedangkan Alice sudah memeluk suaminya.
"My honey, kenapa kalian saling berpelukan?"Jacob memeluki Alice dan mengusap rambutnya.
"Tidak apa-apa, kami hanya sedikit bercerita."
"Oh ya?"
Alice mengangguk sambil tersenyum, bukan saja Jane yang bersyukur bertemu dengan Andrew tapi dia juga bersyukur dapat bertemu dengan Jacob.
"I love you Jac-Jac."
"Hei ada apa ini? Aku jadi curiga, apa kalian baru saja membahas mantan kalian?"
"Mantan pacarku cuma kau Jac-Jac."
Jacob menciumi pipi istrinya sambil terkekeh.
"I know my honey and i love you too."
Mereka berciuman sesaat setalah itu Alice memeluk suaminya dengan erat.
"Apa kau sudah siap untuk menjemput Marry dan menjenguk Olivia?"
Alice melepaskan pelukannya dan mengangguk, mereka kembali berciuman dan setelah itu mereka keluar dari sana.
__ADS_1